Candi Borobudur

Berwisata sejarah kurang lengkap rasanya apabila belum mengunjungi berbagai tempat terkenal dan kerap direkomendasikan oleh banyak orang.

Seperti misalnya daftar keajaiban dunia yang muncul di buku ATLAS atau buku agenda, tentunya akan sayang jika dilewatkan.

Maka dari itu, untuk memulai penjelajahan pertama, kita bisa mengunjungi tempat yang ada di negara sendiri seperti Candi Borobudur.

Sebuah karya besar peninggalan Dinasti Syailendra di abad ke-9 dan kini digunakan untuk pelbagai acara keagamaan Buddha.

Melihat struktur bangunannya, pasti kamu penasaran bagaimana terbentuknya salah satu bagian dari Seven Wonders of the World ini bukan?

Oleh karena itu, tak ada salahnya menyimak ulasan di bawah ini!

Gambar dan Foto Candi Borobudur

Gambar Candi Borobudur merupakan bisa kamu lihat di bawah ini sebagai rekomendasi terbaru ketika hendak ingin mengambil spot terbaik untuk berfoto

hotel di candi borobudur
Sumber photo oleh instagram/rflpjs
larangan di candi borobudur
Sumber photo oleh instagram/mbahyong
candi borobudur english
Sumber photo oleh instagram/jogjajoget
candi di borobudur
Sumber photo oleh instagram/saltinourhair
candi borobudur di gta extreme
Sumber photo oleh instagram/worldofstalham
candi borobudur hindu budha
Sumber photo oleh instagram/borobudurpark
candi borobudur jaman dulu
Sumber photo oleh instagram/fhidayat017
candi borobudur islam
Sumber photo oleh instagram/dimguarneri
menikah di candi borobudur
Sumber photo oleh instagram/martin4ka
candi borobudur jawa tengah
Sumber photo oleh instagram/abraammgeoo
candi borobudur dibangun pada masa
Sumber photo oleh instagram/travelingjogja
candi borobudur fahmi basya
Sumber photo oleh instagram/discoverearth
candi borobudur images
Sumber photo oleh instagram/ardikemara
di candi borobudur ada apa saja
Sumber photo oleh instagram/margaritta
candi borobudur gta extreme indonesia
Sumber photo oleh instagram/writergno

Sejarah dan Asal Usul Candi Borobudur

Sebenarnya, asal-usul Candi Borobudur dapat dijelaskan melalui beragam prasasti yang berada di dalam bangunan tersebut.

Salah satu prasasti yang paling terkenal hingga saat ini bernama Sri Kahulunan setidaknya telah menjelaskan kalau keberadaan bangunan sudah ada sejak tahun 842 Masehi, dengan sebutan “Kawulan I Bumi Sambhara” yang diduga menjadi nama Borobudur sebenarnya di masa lampau.

Menurut Sejarawan Poerbatjaraka, nama Borobudur mengandung makna Biara Budur yang dalam Bahasa Jawa Kuno diterjemahkan sebagai ‘Bara‘ berarti besar, sementara ‘Budur’ berarti Budha.

Namun menurut bahasa Sansekerta, Borobudur mengandung kata ‘Vihara’ dan ‘Buddha Uhr’ yang masing-masing mengandung arti sebagai Biara Budha & Bukit.

Terlepas dari makna nama tersebut, barulah kemudian pada tahun 950 Masehi, Candi Borobudur disinyalir runtuh akibat letusan gunung berapi yang cukup dahsyat sehingga mampu memporak-porandakan beberapa bagian pada bangunan megah nan tua tersebut.

Ditambah lagi terselimuti oleh abu dan tanah yang sangat pekat.

Tak lama berselang, Dinasti Syailendra harus turun tahta dan mengakibatkan zaman pemerintahannya runtuh dan diambil ole Kerajaan Mataran Hindu dengan pimpinan Mpu Sendok (Sri Isyana Bikramandhammatunggadeva) yang berasal dari keturunan Dinasi Sanjaya.

Pada masa kejayaannya di tahun 928-1006 Masehi, pusat pemerintahan dipindahkan ke Jawa Timur karena Jawa Tengah dikuasai oleh Kerajaan Mataram Islam.

Peristiwa demi peristiwa pun terjadi hingga ditemukanlah kitab kuno Negarakertagama pada tahun 1365 yang menyebut beberapa nama “Budur” di dalamnya, sehingga diyakini bahwa sejarah akan keberadaan candi memang sempat jaya pada masa itu.

Kemajuan peradaban yang terus berputar membuat sisi Borobudur ditinggalkan, tetapi nama besarnya masih menyisakan memori pada sebagaian masyarakat yang hidup di zamannya.

Barulah pada tahun 1814, seorang pria asal Inggris bernama Sir Thomas Stamford Raffles yang juga sedang memerintah Indonesia pada waktu itu mendapat laporan bahwa telah ditemukan bongkahan batu berisi relief di Desa Bumisegoro, Kedu, lengkap dengan bangunannya.

Mengetahui hal tersebut, Sir Thomas tidak pikir panjang.

Ia lalu mengutus Cornelius, seorang pria berkewarganegaraan Belanda yang juga ditemani ratusan utusan lainnya untuk membersihkan serta mencari berbagai bukti peninggalan yang lain.

Sayangnya, usaha Cornelius dianggap gagal karena bangunan yang sedang ia coba singkap rupanya terlalu luas bahkan sangat besar.

Setelah kegagalannya, pekerjaan bongkar-membongkar itu kembali dilanjutkan oleh Hartmann, yakni Penguasa Kedu berdarah Belanda.

Enggan pulang dengan rasa hampa, ia pun menggali Candi dan seisinya hingga rampung pada tahun 1835.

Hartman beserta orang-orang terdahulunya pun akhirnya berhasil menemukan apa yang mereka cari.

Tepat pada tahun 1842, penelitian khusus dilakukannya seorang diri.

Hanya saja, karena sifatnya pribadi, Hartman tidak mengungkapkan apa pun ke publik perihal sejarah Borobudur.

Selanjutnya, penggambaran sketsa serta penampakan semua relief Borobudur dilakukan oleh F.C Wilsen, seorang Insinyur asal Belanda tahun yang kemudian dilanjutkan lagi oleh J.F.G Brumud & C. Leemans tahun 1859-1870.

Lama melakukan penelitian, akhirnya sejarah yang disusun dan dikumpulkan mengenai terbentuknya Borobudur diperkenalkan ke publik pada tahun 1873 lengkap dengan foto yang dijepret oleh Isidore van Kinsbergen.

candi borobudur fpi
Sumber photo oleh sejarahcandiborobudur.com

Lima belas tahun berjalan, Borobudur mulai mendapat perhatian dari masyarakat terutama kancah dunia usai diketahui telah dijarah, diburu, dicuri, dan diambil sebagian peninggalannya oleh pengoleksi barang antik.

Terutama ketika Yzerman mampu menemukan akar atau kaki utama Candi ini.

Tidak menunggu waktu lama, pemugaran kembali atau restorasi pun dilakukan pada renta tahun 1907-1911 yang dipimpin oleh Theodor van Erp.

Dimulai dari menggali tanah hingga bagian sekitarnya demi menemukan bukti sejarah yang masih belum terpecahkan seperti puing, batu, patung, dan artefak.

Belum sampai pada tahap akhir, pemulihan kembali yang sempat diusahakan oleh Theodor dan timnya harus terpaksa dihentikan akibat terjadi perang dunia ke-2 dan proses kemerdekaan Indonesia sampai tahun 1949.

Candi pun rusak dan mulai sedikit terbengkalai, sampai pada tahun 1973-1975 UNESCO mengambil alih pemugaran yang memakan biaya sekitar US$6 juta lebih serta melibatkan 600 pekerja handal.

Hasilnya? 1460 panel telah berhasil dipulihkan.

Relief dengan panjang 2 meter tersebut mengisahkan tentang bagaimana tingkatakan kehidupan para Budha.

Relief Karmawibhangga yang konon berada di bagian paling bawah dan belum ditemukan menceritakan tentang sifat manusia paling buruk.

Mereka bukan sekadar mengikuti hawa nafsu saja, melainkan juga membunuh, memperkosa, menggosip, dan sebagainya.

Relief Kamadathu yang berada di bagian bawah sarat dengan perilaku buruk pada manusia yang hanya menuruti hawa nafsunya saja.

Relief yang terletak di tengah disebut pula Rapadathu, atau sarat dengan sifat manusia yang bisa melawan hawa nafsunya di dunia.

Sedangkan relief paling atas atau Arupadhatu lekat dengan posisi tertinggi para Dewa.

Dari kerja keras serta bantuan UNESCO, tahun 1991 Candi Borobudur resmi dibuka dan masuk ke dalam salah satu warisan dunia yang mesti dijaga nilai keasrian dan autentiknya.

Selain itu, umat Budha juga diperbolehkan menyelenggarakan ritual atau upacara keagamaan dalam skala besar maupun kecil.

Bahkan hal ini dianggap sebagai salah satu cara ampuh untuk melibatkan para turis dan menarik wisatawan asing Mancanegara.

Seperti misalnya merayakan upacara Hari Raya Waisak yang dipenuhi oleh umat Budha dari segala penjuru Asia Tenggara, pelepasan lampion, dan event besar lainnya.

candi borobudur hotel
Sumber photo oleh phiinemo.com

Dari pemaparan sejarahnya, tentu kamu tergoda untuk mengunjunginya, kan? Nah, kami telah menyiapkan beragam info mulai dari tiket dan spot atau destinasi wisata yang bisa kamu eksplor saat berkunjung ke Magelang, Jawa Tengah atau Yogyakarta.

Tiket  Masuk Borobudur

Pada tahun 2019 ini, harga tiket untuk masuk area Candi dikategorikan ke dalam beberapa usia, antara lain:

1. Orang dewasa (domestik) atau dalam negeri dikenakan biaya Rp40.000,00 per orang.

2. Anak kecil atau Pelajar dari Indonesia (dalam negeri) usia 3 s/d 10 tahun dibanderol senilai Rp20.000,00 per orang.

3. Orang dewasa dari Mancanegara atau Luar Negeri dikenakan tarif US$20 atau Rp300.000,00 per orang.

4. Anak-anak atau pelajar asal Mancanegara (turis asing) dikenakan tarif US$10 atau RP150.000,00 per orang.

Sedangkan tarif Wisata Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon, tarif yang harus dibayar adalah

1. Remaja atau dengan kata lain berusia lebih dari 10 tahun ke atas akan dikenakan biaya Rp60.000,00

2. Anak kecil dengan usia antara 3 sampai 10 tahun Rp30.000,00

Taruf spesial bagi para wisatawan dalam negeri yang datang secara rombongan (mahasiswa, pelajar, dan sejenisnya) disertai surat keterangan dari sekolah atau instansi terkait dan minimal 20 orang maka tarifnya:

  1. Masuk Candi Borobudur saja Rp20.000,00
  2. Masuk Borobudur, Mendut, dan pawon Rp30.000,00

Harga di atas sudah termasuk dengan premi asuransi sejumlah Rp500,00 per orang.

Paket Terusan

1. Dari Borobudur ke Ratu Boko;

  • Usia Remaja atau dengan kata lain memiliki umur lebih dari 10 tahun ke atas akan dikenakan biaya Rp75.000,00
  • Anak kecil dengan usia antara 3 sampai 10 tahun Rp35.000,00

2. Dari Borobudur ke Ramayana (kelas II)

  • Usia Remaja atau dengan kata lain memiliki umur lebih dari 10 tahun ke atas akan dikenakan biaya Rp150.000,00
  • Anak kecil dengan usia antara 3 sampai 10 tahun Rp135.000,00

3. Dari Borobudur ke Prambanan

  • Usia Remaja atau dengan kata lain memiliki umur lebih dari 10 tahun ke atas akan dikenakan biaya Rp75.000,00
  • Anak kecil dengan usia antara 3 sampai 10 tahun Rp35.000,00

Buka pada pukul 06.00 am – 17.00 pm.

Saat libur tiba, mungkin pengunjung akan melonjak drastis.

Jadi kami sarankan untuk berkunjung saat weekday atau hari aktif agar bisa menikmati wisata keajaiban dunia ini dengan puas dan menyeluruh.

Objek Wisata Candi Borobudur

1. Area Candi Borobudur

Untuk menikmati wisata Candi Borobudur ada beberapa tempat yang bisa disinggahi terlebih dahulu.

Seperti mengelilingi desa, sawah, dan tempat sekeliling area Candi dengan memanfaatkan armada atau transportasi yang sudah disediakan.

Sebenarnya sih ada gajah safarri yang disediakan bagi para pengunjung, tetapi sebaiknya kamu berpikir dua kali apabila ingin menunggangi hewan tersebut.

Kamu pun juga bisa bersepeda di sekitar sawahan yang masih hijau dan asri dilapisi udara segar, ya hitung-hitung kembali menikmati suasna pedesaaan lengkap beserta seisinya.

For your information nih, pada saat senja mulai memendarkan cahaya di sore hari, banyak turis yang bersepeda hingga sampai ke area Candi Pawon dan Mendut.

Setelah itu, mereka yang ingin mengikuti ritual Chanting juga diperbolehkan masuk, melebur jadi satu bersama masyarakat atau unsur yang ada di sekitarnya.

Tidak hanya itu saja, jika kamu punya banyak waktu untuk berkeliling, bisa dicoba dulu untuk napak tilas di Museum Kapal Samudera Raksa dan Karma Wibhangga.

2. Desa di sekitar area kompleks Candi Borobudur

candi borobudur haram
Sumber photo oleh instagram/klipoh

Persis dengan beberapa desa di wilayah Jawa Tengah yang memaksimalkan potensi wisata melalui beragam aktivitas tradisional bagi para turis maupun pelancong, di sini kamu bisa mempraktikkan beragam hal.

Misalnya di Dusun Klipoh, kamu bisa belajar sekaligus praktik membuat serangkaian jenis gerabah yang bagus dan ramah lingkungan.

Atau, kamu bisa mendatangi Dusun Jowahan demi mengamati serta melihat-lihat dan mendokumentasikan jajaran rumah joglo kuno.

Konon, bangunan khas Jawa tersebut sudah berusia 1 abad lamanya lho!

Selain bersepeda, kamu bisa memanfaatkan transportasi seperti naik andong atau jika ingin lebih dekat dengan lingkungan sekitar, maka cukup berjalanan kaki.

Lebih santai, tetapi agak memakan waktu.

Jadi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi, datanglah lebih pagi dan awal.

3. Belajar sejarah melalui relief yang ada di Candi

candi borobudur gta
Sumber photo oleh luk.staff.ugm.ac.id

Kalau sudah kepalang berkunjung ke Borobudur belum lengkap rasanya apabila tidak mempelajari seni kebudayaan dan sejarah yang membekas di dalamnya.

Nah, pada sesi ini kamu disarankan agar berjalan mengelilingi area Candi dimulai dari wilayah di sebelah kiri kemudian ke kanan, mengikuti pola jarum jam berputar.

Ambillah langkah dari pintu tiur terlebih dahulu dengan berenti di depan panel relief terbawah (Kamadhatu).

Lalu berputar lagi hingga ke pintu pertama dan sampailah di tangga dengan tingkatan yang makin ke atas.

Kalau kamu bisa melakukannya secara urut, niscaya bukti sekaligus nilai sejarah yang terpendam mampu dipelajari dalam waktu relatif cepat.

Jika bingung, maka mintalah pada pemandu wisata untuk menjelaskan makna dan cerita di balik relief-relief tersebut.

4. Keindahan sunset dan sunrise yang tak terelakkan

candi borobudur gtaind
Sumber photo oleh febrymeuthia.com

Sama dengan pemandangan yang disuguhkan oleh Ratu Boko, di Candi Borobudur kamu bisa menikmati keindahan pancaran sinar sunset dan sunrise di kesempatan berbeda.

Cukuplah pilih mau naik ke kawasan puncak candi atau di Bukit Penthuk Setumbu, baru deh pilih spot terbaik untuk mengabadikan momen teromantis itu.

Demi mencapai ketinggian 400 Mdpl, medan yang mesti dilalui tak begitu sulit.

Hanya deretan pepohonan hijau bak hutan dan ladang yang terhampar luas.

5. Candi Prambanan

candi borobudur informasi
Sumber photo oleh instagram/gorzavel

Untuk menuju ke Candi Prambanan juga tidaklah jauh.

Apalagi harga sudah satu paket dengan armada yang disediakan, yakni trackless train.

Nantinya kamu bersama wisatawan lain atau rombongan sendiri bisa mengantri naik transportasi tersebut dan tiba di Prambanan.

Kompleks Prambanan juga tak kalah luasnya.

Banyak spot dan taman indah untuk berfoto.

6. Ratu Boko

ekonomi candi borobudur
Sumber photo oleh ringgarentcar.com

Berbeda dengan suasana di Candi Borobudur yang terkesan eksotis dan agak panas, kompleks area Ratu Boko lebih sejuk dan dingin karena terletak di ketinggian 196 Mdpl.

Bukan hanya candinya saja yang menarik, tetapi hamparan rumput hijau yang berada di antara pintu utama dan jalur masuk bangunan bersejarah ini sangat direkomendasikan untuk berswa foto bersama.

Spot lain yang sayang dilewatkan adalah Paseban atau bagian terasnya yang terletak di selatan gapura, pendapa, kaputren, gua, dan Candi PemBokoran itu sendiri.

Lingkungannya asri dan berstandar Internasional, sehingga tidak akan bikin kamu kecewa.

7. Belanja suvenir

candi borobudur dan prambanan
Sumber photo oleh Tokopedia

Apa sih yang paling dicari dari sebuah tempat wisata? Yaps, suvenir-suvenri kecenya yang tidak tersedia di tempat lain!

Di sekitar wilayah Candi Borobudur juga terdapat barisan kios yang tertata rapi menjual aneka ragam kaos, topi, hiasan meja, miniatur, gantungan kunci bertemakan bangunan tersebut.

Misteri Candi Borobudur

Terbentuk dari proses yang sangat panjang serta tak lekang oleh peradaban, sisi lain yang tidak kalah menariknya adalah misteri pada Borobudur itu sendiri.

Konon, ada berbagai versi yang menyebutkan kalau sejumlah teka-teki masih belum terkuak sampai sekarang hingga jadi tanda tanya bagi kalangan masyarakat, terutama awam.

Sebetulnya, apa sih cerita yang sering bersliweran di tengah-tengah masyarakat dan jadi pedebatan di Media Sosial?

1. Bagaimana bangunan bisa berdiri megah?

candi borobudur gta sa android
Sumber photo oleh kebudayaan.kemendikbud.go.id

Walaupun didukung oleh sejumlah temuan kuno seperti panel relief, artefak, patung, dan sebagainya tetapi tetap saja keberadaan Borobudur masih menjadi teka-teki yang belum tersingkap sampai detik ini.

Logikanya adalah zaman dulu belum ada mesin atau peralatan & perlengkapan canggih untuk membuat suatu bangunan megah tanpa cacat sedikit pun.

Sebab jika dilihat dari struktur bangunan dan hasil pahatan yang berdiri pada candi itu, maka satu-satunya hal yang bisa kita lakukan ialah berimajinasi dan tentu berpikir sejenak, bagaimana para utusan raja dan rakyatnya baur-membaur menumpuk semua batu tanpa adanya dasaran/base/pondasi sebagai media tumpuan?

Apakah zaman dulu di abad ke-9 sudah ada alat-alat canggih sebagai pendukung? Mengingat kamera juga belum ditemukan sehingga bukti autentik yang menjelaskan proses pembangunan ini belum terpecahkan.

Lain manusia, lain pula pengetahuannya.

Hal inilah yang membuat seorang arkeolog menjelaskan bahwa ada satu stupa berukuran raksasa yang berada di antara lima pagar, tetapi karena tekanan yang diakibatkan begitu dahsyat maka digantilah dengan satu center stupa serta tiga tingkat di sekelilingnya.

Peletakan center stupa itu yang membuat candi bisa berdiri kokoh dan anti runtuh.

Apalagi menurut kabar yang beredar, proses pembuatan bangunan yang tidak jauh dari Yogyakarta ini menghabiskan waktu sekitar 75- 100 tahun lebih lamanya.

Bagaimana pandangan kamu soal terbentuknya Borobudur dari kacamata sejarah serta logika?

2. Beberapa bagian patung yang belum lengkap

Jika kamu berkunjung ke Borobudur dan mengamati beberapa bagian patung sang Budha, maka terdapat bagian yang entah belum selesai atau memang sengaja didesain seperti itu.

Mulai dari bagian luar yang berbentuk persegi, kemudian tampilan rambut yang kurang tampak sempurna, dan kosongnya pada wujud jari atau tangan secara kasatmata.

Namun, agar lebih dekat dengan penuturan sejaranya, kamu bisa datang langsung ke Museum Karmawibhangga untuk mencari tahu detail cerita yang sebenarnya.

Katanya sih, bagian kosong itu merupakan simbol dari sifat sang Budha yang memang tidak bisa digambarkan dalam wujud konkrit atau dalam bahasa disebut sunyana.

3. Bentuk menyerupai piringan UFO pada relief Borobudur

candi borobudur hindu atau budha
Sumber photo oleh lacultureindo.blogspot.com

Misteri yang ketiga ini terbilang sedikit menggelitik.

Pasalnya pada salah satu relief terdapat gambaran piringan UFO yang mirip dengan kisah-kisah datangnya para allien untuk menduduki bumi.

Pertanyaannya adalah apakah makhluk luar angkasa itu ada kaitannya dengan pembangunan Candi Borobudur atau ketika proses pembangunannya sedang berjalan, para pekerja melihat penampakan tersebut di luar angkasa?

Entahlah, tetapi menurut sebagian sumber menghubungkan antara UFO dan keberadaan candi merupakan sesuatu yang kurang bisa diterima akal akibat minimnya ilmu pengetahuan masyarakat untuk menyusuri sejarah.

Di sisi lain, objek seperti UFO kemungkinan besar dibuat demi mendeskripsikan beberapa substansi kehidupan pada masa sang Budha seperti Asvaratna atau kuda, Maniratnya atau permata harapan, hastiratnya atau gajah, serta cakraratna atau roda emas.

4. Arsitek di balik berdirinya Borobudur, siapakah gerangan?

Sebuah kemegahan dan indahnya bangunan yang berdiri tentu tidak lepas dari perancang atau arsiteknya.

Pada kasus penemuan Candi Borobudur, siapakah Arsitek yang memiliki kecerdasan dan penghitungan cermat tersebut?

Banyak orang menyebut nama Gunadharma, yakni tokoh pada abad ke-8 atau ke-9 yang dianggap mempunyai kemampuan luar biasa.

Lalu ke manakah perginya Gunadharma atau napak tilas terakhir beliau? Rupanya, menurut mitos masyarakat zaman dulu yang hingga kini masih berkembang, sosok pria tersebut menjelma atau berubah jadi Gunug Menoreh.

Makanya, terkadang ketika kita melihat sepintas lekukan dan bentuk gunung itu menyerupai sosok manusia yang tengah berbaring santai.

5. Keberadaan Kunto Bimo

candi borobudur fungsinya
Sumber photo oleh instagram/臺灣網頁版

Kunto Bimo atau juga dikenal sebagai stupa yang dilindungi oleh dinding berlubang ketupat di bagian Candi meninggalkan sisi misteri bahkan mitos bagi masyarakat, terutama pengunjung.

Stupa tersebut merupakan patung sang Budha yang berada dalam posisi dharmacakra.

Menurut sejumlah orang yang percaya akan hal-hal berbau magic, siapa pun yang mampu menyentuh stupa melalui lubang-lubang di dinding, maka seluruh keinginannya akan terkabul dalam waktu cepat maupun lambat.

Bagi pengunjung pria, mereka disarankan agar menyentuh bagian jari manis dan kelingking, sedangkan untuk wanita, diutamakan menyentuh jari kaki stupa.

Padahal tidak semudah itu untuk menyentuh kunto bimo hanya dengan tangan telanjang.

Hmm, percaya atau tidak, kembali pada diri masing-masing ya.

6. Bisa dimanfaatkan sebagai pengingat waktu

Kisah demi kisah berlanjut hingga muncullah klaim bahwa Candi Borobudur juga bisa dimanfaatkan sebagai jam atau pengingat waktu di masa lampau.

Hal tersebut dapat dipecahkan melalui keberadaan stupa berjumlah 72 buah yang berbentuk lonceng menghadap ke atas.

Posisi stupa paling besar terletak di lantai paling atas dan waktu akan dimulai dari awal saat matahari mulai menyinari bagian dari stupa.

Ditambah lagi lukisa akan benda-benda angkasa seperti matahari, bulan, dan bintang juga bisa ditemukan pada ukiran relief yang pada sebelum ditemukannya jam berfungsi sebagai penunjuk, penuntun, dan pengarah waktu.

7. Keberadaan Danau Purba

Danau berusia 100 abad lebih atau dinamakan danau purba disinyalir membentang luas di kawasan Candi, yakni tepatnya dari sungai pacet, Mertoyudan sampai ke Gunung Menoreh.

Menurut Helmi Murwanto, seorang mahasiswa asal Universitas Gadjah Mada, danau tersebut tadinya begitu subur tetapi perlahan menyusut dan hilang akibat kegiatan serta aktivitas manusia.

Pembuktian atau dugaan ia peroleh dari tersebarnya lempung hitam dari material vulkanik yang bermuara pada pusat danau purba didukung oleh pihak citra satelit.

Selain itu, air danau juga disebut-sebut punya cita rasa asin bukan tawar seperti pada umumnya.

8. Hilangnya Borobudur

candi borobudur gif
Sumber photo via pinterest/as tagged

Pada saat terjadi bencana letusan gunung berapi, Candi Borobudur sempat hilang karena terimbun oleh pekatnya abu serta tanah.

Namun entah bagaimana teori tersebut disangkal, tetapi seseorang mengaku telah menemukannya kembali di area hutan yang dipenuhi perbukitan.

Bisa dibayangkan seberapa luas bangunan ini?

9. Tidak memiliki kiblat yang konstan

Pada umumnya, sebuah tempat dibangun karena ingin berkiblat terhadap sesuatu.

Akan tetapi, Borobudur dibangun menyerupai bunga teratai yang diduga tidak mempunyai arah kiblat ke sisi mana pun, baik barat, timur, selatan, maupun utara.

Berbeda dengan sebagian besar candi di Tanah Jawa yang punya kiblat tertentu, peninggalan Dinasti Syailendra ini tidak punya tujuan tetap atau menghadap ke sisi mana pun.

Oleh sebab itu, banyak orang yang masih kebingungan dalam menentukan ke mana sebenarnya Borobudur menghadap.

Kalau menurut kamu, kira-kira ke mana nih?

10. Singa Urung

candi borobudur facts
Sumber photo oleh id.wikipedia.org

Mitos yang sarat akan keburukan juga tak lepas dari nama ‘Singa Urung’.

Singa Urung merupakan arca binatang yang berada di bagian tangga atau pintu masuk candi sebelah kanan dan kiri.

Konon, barang siapa yang sengaja bermain dengan cara menyentuh arca singa itu maka kegagalan akan menimpanya.

Sebab kata ‘urung’ dalam bahasa bermakna ‘gagal’ atau ‘belum’.

Termasuk bagi pasangan kekasih yang bisa putus atau mengalami keretakan hubungan akibat menyenggol atau menyentuh arca tersebut.

Makanya ada yang mengimbau diam-diam kalau datang bersama pujaan hati, ada baiknya berhati-hati supaya tidak menyentuh arca hewan itu.

Wah, ada-ada saja ya! Lantas, kira-kira untuk mereka yang sudah menikah, bagaimana ya?.

Dari kesepuluh mitos di atas, bagaimana menurut pendapatmu?.

Leave a Comment