Contoh Latar Belakang

Menyusun sebuah karya ilmiyah baik itu berupa makalah, proposal skripsi, proposal usaha, prosal kegiatan pasti dibutuhkan latar belakang dari apa yang kita buat.

Pembaca perlu mengetahui alasan penulis membuat salah satu karya ilmiyah tersebut.

Utamanya mengenai tema yang diangkat untuk dibahas.

Persoalan yang melatarbelakanginya menjadi titik sentral yang harus dijabarkan pertama kali untuk memberikan pemahaman kepada pembaca akan pentingnya tema yang Anda pilih.

Guna mengetahui pembuatan latar belakang yang tepat, simaklah artikel ini hingga tuntas.

Defenisi Latar Belakang

Latar belakang adalah sejumlah data dan fakta yang menjadi sebab akan munculnya sebuah permasalahan.

Dari data-data tersebut disusunlah kajian-kajian serta tindakan untuk menemukan solusi dari topik persoalan yang diangkat.

Dalam menyusun latar belakang, bahasa yang digunakan haruslah lugas dengan kalimat yang tidak ambigu.

Rentetan-rentetan kejadian disusun dengan sistematis untuk memberikan pemahaman kepada pembaca akan alur permasalahan yang dibahas.

Sehingga fokus penelitian ataupun kegiatan yang akan dilakukan menjadi lebih terarah.

Secara umum pada latar belakang karya ilmiah maupun proposal kegiatan memunculkan beberapa pendapat serta alasan yang penting dari penyusun atau penyelenggara atas pilihan topiknya.

Berdasarkan referensi, informasi, dan hasil kajian sebelumnya menjadi pegangan kuat baginya untuk melakukan penelitian tersebut.

Lebih dari itu, penulis juga mengungkapkan terkait dampak dari persoalan yang dibahasnya terhadap kehidupan.

Jika hal itu diabaikan, permasalahan-permasalahan baru akan bermunculan sehingga membentuk sebuah kompleksitas masalah yang sulit dipecahkan.

Dengan adanya beberapa alasan kuat tersebut, penelitian punya ranah yang jelas kemudian mengajak pembaca untuk ikut andil dalam menyikapi persoalan yang dibahas penulis.

Pada penyusunan latar belakang, penulis perlu menjelaskan perihal pendekatan yang hendak dipilihnya untuk mengetahui lebih jauh terhadap topik yang diangkat.

Selain itu ia juga mengutarakan tentang metode-metode penyelesaian yang sesuai dengan masalah tersebut.

Untuk menyusun poin-poin ini penulis memang harus memiliki kemampuan menulis yang baik agar apa yang disampaikan bisa dipahami dengan mudah oleh pembaca.

Unsur-unsur Penting dalam Latar Belakang

Sebagai peneliti atau penyelenggara sebuah kegiatan, Anda harus bisa menjabarkan secara jelas seberapa pentingnya topik ataupun kegiatan yang Anda lakukan tersebut.

Maka dalam menyusun latar belakang untuk proposal, Anda harus menyajikan unsur-unsur penting yang wajib ada dalam sub bab latar belakang sebagaimana yang akan dijabarkan berikut ini.

1. Gambaran Umum Permasalahan

Poin ini dimunculkan di bagian awal paragraf sebagai pembuka atas topik yang menjadi fokus penelitian Anda.

Masalah yang menjadi subyek penelitian Anda dikenalkan kepada pembaca dengan model kepenulisan piramida terbalik.

Dalam artian Anda harus menjelaskannya dengan memberi gambaran umum terlebih dahulu, kemudian mengerucut pada topik permasalahan yang hendak dikaji.

Semisal Anda akan membahas tentang perdagangan narkoba di media sosial, maka Anda gambarkan terlebih dahulu secara umum bagaimana media sosial itu.

Seberapa ketergantungannya masyarakat terhadap media sosial hingga mengkerucutlah pada perannya yang cepat dalam membantu penjualan di mana banyak user yang menyalahgunakan untuk melakukan kejahatan.

Salah satunya adalah jual beli narkoba.

2. Fakta dan Data Pendukung

Selanjutnya setelah menjelaskan alasan serta gambaran umum dari permasalahan yang ada, Anda mulai memaparkan data-data konkrit.

Data yang dimunculkan adalah sekumpulan informasi yang sesuai dengan permasalahan.

Bagian ini tentu menjadi poin pendukung dari topik yang Anda agar tidak abal-abal.

Semisal seperti pada poin satu, topiknya adalah transaksi narkoba di media sosial maka data yang semestinya dihadirkan adalah jumlah pengedar dan pengguna narkoba yang sudah tertangkap melakukan transaksi online.

Munculkan juga akun-akun terselubung yang memiliki motif jual beli narkotika.

3. Alternatif Solusi dari Penulis

Pada akhirsub latar belakang, Anda tuliskan solusi yang ditawarkan dari permasalahan tersebut.

Ini adalah bagian penting sebagai bentuk tanggung jawab Anda sebagai penulis.

Hal itu karena memunculkan pembahasan tentang sebuah masalah haruslah memberikan alternative solusi.

Kemudian solusi dari penulis ini lah yang dijadikan judul dari karya tulis maupun kegiatan Anda.

Contoh-Contoh Latar Belakang

Untuk bisa memahami lebih cepat, kami tampilkan langsung contoh latar belakang secara utuh.

Dengan membaca contoh latar belakang di bawah ini, Anda akan mengetahui struktur kepenulisannya yang tepat.

Contoh Latar Belakang Proposal Acara

contoh latar belakang abstrak
Sumber: arsip pribadi
Latar Belakang Proposal Acara

Judul : Proposal Kegiatan Character Building Mahasiswa Baru Universitas Islam Malang

Masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh andil tidaknya pemuda di dalamnya.

Harapan demi harapan terus bergulir kepada para pemuda guna tercapainya cita-cita Negara.

emuda adalah aset tak ternilai yang mampu menggerakkan perubahan-perubahan berarti.

Tidak heran jika presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno dengan lantang menyatakan keyakinannya akan peran pemuda untuk peradaban.

Sebagaimana kalimat magisnya yang popular “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia”.

Sebagai pilar penting dari sebuah peradaban bangsa, pemuda perlu mempersiapkan diri untuk melahirkan karya-karya luar biasa. Jiwa kepemimpinan dalam diri mereka juga perlu dilatih bahkan sejak dini.

Namun faktanya masih banyak pemuda yang terlalu asyik dengan masa-masa keemasannya itu.

Dari segi intelektualitas maupun karakter yang dimiliki mereka haruslah menjadi perhatian kita bersama.

Masih marak pemuda yang belum memenuhi standart pemuda ideal.

Mereka lebih suka melakukan kegiatan yang tidak produktif seperti nongkrong begadang tanpa pembahasan yang berkualitas.

Padahal di usianya itu, akan sangat rugi jika dilewatkan begitu saja.

Bahkan tidak jarang mereka terlibat perkelahian, tawuran, hingga kecanduan obat terlarang.

Melihat kondisi tersebut, maka kami berinisiatif untuk mengadakan kegiatan “Character Building” dalam sepekan.

Acara ini lebih dikhususkan kepada mahasiswa baru Universitas Islam Malang dari semua jurusan.

Hal itu karena mahasiswa adalah masuk dalam sebagian lapisan pemuda yang sangat tepat untuk menjadi target dari kegiatan ini.

Dengan berbagai pembekalan edukatif serta pembentukan mental positif yang telah dirancang oleh panitia, para pemuda ini akan tampil dengan sosok baru yang lebih berkualitas.

Character Building yang hendak diselenggarakan ini tidak serta merta menjadi ajang unjuk kebolehan saja.

Namun aka nada tindak lanjut dari kegiatan ini hingga para peserta benar-benar terbentuk secara ideal baik dari segi pemikiran, sikap, mental, serta skill yang mereka miliki.

Contoh Latar Belakang Proposal PKM Kewirausahaan

contoh latar belakang adalah
Sumber: arsip pribadi
Latar Belakang Proposal PKM Kewirausahaan

Judul: MUDIK (Mudah Membatik): Sebuah Terobosan Alat Membatik Modern Tanpa Mengurangi Kualitas Batik Tradisional

Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia bukan hanya seb

agai cerita dan pajangan saja.

Budaya tersebut melahirkan keindahan dalam banyak perbedaan yang patut untut terus dijaga sebagai identitas sebuah bangsa.

Tidak hanya pemerintah saja yang berupaya melestarikan kekayaan budaya milik Negara, namun masyarakat sipil pun harus ikut andil dalam upaya tersebut.

Kecintaan kita pada budaya bangsa sendiri akan menguatkan eksistensi Indonesia di ranah global.

Terlebih saat ini semakin banyak budaya asing masuk ke Negara kita dan merebut beberapa kebudayaan bangsa kemudian digantikan dengan budaya-budaya mereka.

Situasi tersebut tentu menjadi tamparan keras yang perlu diatasi.

Arus globalisasi semakin kencang di mana masyarakat asing tidak hanya bebas berkunjung ke Indonesia namun juga menjual produk bahkan mengenalkan budaya mereka secara halus.

Jika kita lengah, maka tergeruslah perlahan kekayaan tradisi kita yang begitu mengagumkan.

Masyarakat menjadi lebih bangga melakukan atau mengenakan kebudayaan Negara lain dari pada menjunjung milik bangasa sendiri.

Kita tidak harus melarangnya masuk atau menghindari budaya asing yang masuk, namun amati dan pelajari budaya asing tersebut untuk bisa diambil sisi positifnya tanpa mengesampingkan budaya tanah air tercinta.

Salah satu cara menjunjungnya adalah dengan tetap melestarikan batik sebagai satu ikon penting dalam eksistensi Indonesia.

Batik adalah kemurnian budaya kita yang dikenal Negara-negara di dunia.

Ciri khas corak dan motif pada batik Indonesia yang beraneka ragam tidak dimiliki Negara lain.

Ini adalah suatu kebanggaan luar biasa ketika mengenakan batik apalagi saat acara-acara penting.

Maka dari itu kami berinisiatif untuk membuat sebuah alat yang semakin memudahkan pengrajin batik dalam memproduksi kain batik berkualitas tinggi.

Alat ini disertai dengan sekumpula motif-motif baru yang tidak lepas dari ciri khas batik kebangsaan kita.

Hanya menyesuaikan saja batik masing-masing daerah.

Nama alat tersebut adalah MUDIK (Mudah Membatik).

Dalam artian Mudik ini tetap mempertahankan kualitas ala tradisional namun dengan cara yang lebih mudah.

Contoh Latar Belakang Proposal Study Tour

contoh latar belakang eksperimen
Sumber: arsip pribadi
Latar Belakang Proposal Study Tour

Judul : Laporan Kegiatan Study Tour Ke Pulau Bali

Untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan memberikan pengalaman yang edukatif, guru-guru SMA Tanjung Sari mengadakan study tour ke Pulau Bali.

Pulau ini dipilih sebagai lokasi study tour karena banyak sekali objek yang bisa dipelajari di sana.

Terlebih hal yang berkaitan dengan tradisi dan budaya.

Bali juga merupakan pulau menawan yang menyuguhkan banyak destinasi wisata yang kental dengan budayanya.

Tidak hanya untuk bersenang-senang, semua siswa juga telah menyerap ilmu-ilmu baru melalui sekolah alam alias terjun lapangan.

Di sana siswa-siswa bisa membuktikan secara nyata mengenai pengetahuan tentang Bali yang awalnya hanya diketahui melalui buku pelajaran.

Materi tentang agama Hindu sedikit banyak juga telah diperoleh sebab Bali adalah satu-satunya pulau yang dihuni oleh sebagian besar masyarakat beragama Hindu.

Sebab itulah budaya dan tradisi yang mereka jalani dipenuhi unsur-unsur hindus.

Ada banyak sekali tempat yang didatangi oleh siswa SMA Tanjung Sari yang membuat mereka sangat antusias.

Mereka berkunjung ke Pura Tanah Loh, Pantai Kuta, Pura Lempuyang, Kertha Gosa dan lain sebagainya.

Guru-guru pendamping pun tidak kalah antusiasnya dengan para siswa.

Mereka memberikan arahan dan penjelasan terkait objek-objek yang pernah dijelaskan di kelas dan memberikan perbandingan dengan apa yang mereka temui secara langsung.

Kegiatan semacam ini sangat menunjang terhadap perkembangan siswa-siswa SMA Tanjung Sari.

Belajar di luar kelas membuat pembelajaran lebih efektif dan berkualitas.Siswa juga menjadi lebih paham mengenai keragaman budaya yang unik serta suguhan keindahan alam yang mempesona melalui pulau Bali.

Contoh Latar Belakang Laporan Magang

contoh latar belakang dalam laporan pkl
Sumber: arsip pribadi
Latar Belakang Laporan Magang
Dalam perkuliahan, mahasiswa dituntut untuk bisa menguasai matakuliah yang didapatkan di masa perkuliahan.

Materi-materi tersebut akan semakin mudah dipahami ketika didukung dengan adanya praktikum yang berkaitan dengannya.

Namun lebih penting lagi ilmu yang mereka dapatkan bisa diterapkan di dunia kerja pasca kelulusan.

Masih banyaknya lulusan Strata 1 yang belum siap kerja membuat perusahaan kesulitan mendapat karyawan baru yang fresh gradute.

Hal itu membuat pihak perusahaan harus memberikan training dan pembekalan terlebih dahulu dalam waktu yang cukup lama kepada para fresh graduate.

Para karyawan baru ini pun butuh usaha yang ekstra untuk beradaptasi pada pekerjaan mereka dengan kurangnya bekal semasa di perguruan tinggi.

Oleh karena itu perlu diadakannya Praktek Kerja Magang di perusahaan atau pun lembaga pemerintahan yang sesuai dengan bidang kejuruan masing-masing mahasiswa.

Kegiatan ini tidak lain dimaksudkan agar mahasiswa bisa mengenal dunia kerja sejak masih di perkuliahan.

Pengalaman bekerja sebelum lulus adalah aset yang sangat berharga bagi mereka guna mempersiapkan diri menghadapi tantangan-tantangan hidup di masa mendatang, utamanya dalam hal karir dan pekerjaan.

Dalam masa magang ini, diharapkan mereka akan mendapatkan pelatihan yang berkaitan dengan teori-teori dari bidang yang dipelajarinya di kampus.

Bahkan mahasiswa bisa mendapat ilmu baru yang lebih real di mana dosen tidak pernah mengajari hal tersebut sebelumnya.

Dengan bersinggungan langsung pada bidang yag diminati, skill mereka bisa semakin terasah.

Hal itu juga akan memberikan pandangan baru mengenai dunia kerja.

Magang juga memberikan manfaat kepada pihak perusahaan yang sedang mencari talenta-talenta baru untuk salah satu devisinya.

Apabila ada mahasiswa magang yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, maka perusahaan bisa langsung merekrut atas kesediaan mahasiswa yang bersangkutan.

Contoh Latar Belakang Makalah Pendidikan

contoh latar belakang essay
Sumber: arsip pribadi
Latar Belakang Makalah Pendidikan

Judul: Peran Perpustakaan dalam menciptakan budaya belajar dan membaca siswa

Kualitas Sumber Daya Manusia dalam suatu Negara sangat ditentukan oleh seberapa berkualitasnya pendidikan yang dijalankan di dalamnya.

Ilmu pengetahuan tidak pernah statis, ia selalu mengalami perkembangan dari zaman ke zaman.

Sebagaimana teknologi, pendidikan juga terus diupgrade untuk bisa menjadikan manusia semakin mudah dalam menjalani kehidupannya.

sebagai Negara berkembang Indonesia masih butuh pembenahan pada kualitas sumber daya manusianya.

Hal ini tentu perlu berbanding lurus dengan upaya peningkatan sistem pendidikan dengan serius.

SDM yang ada tidak akan lebih baik jika mutu pendidikan masih berjalan dengan metode lama.

Masyarakat akan terbentuk dengan mudah cara berpikirnya , tindakannya, dan karyanya dengan kualitas yang luar biasa jika kualitas pendidikan meningkat.

Saat ini telah dibentuk undang-undang terkait pendidikan di mana bangsa Indonesia wajib menjalani 12 tahun masa belajar.

Telah disediakan pula anggaran Negara yang dialokasikan untuk dana pendidikan dengan dana yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

Ini menunjukkan adanya upaya peningkatan mutu pendidikan bangsa. Budaya belajar tentu harus ditumbuhkan sejak dini.

Cara jitu lainnya untuk meningkatkan kecerdasan dan kreatifitas anak bangsa adalah melalui budaya membaca yang baik. Buku menjadi teman belajar paling efektif untuk menyerap pengetahuan secara luas dan cepat.

Saat ini buku tidak hanya berbentuk hardcopy, akan tetapi juga bisa diakses secara online.

Ketersediaan buku yang mumpuni akan sangat membantu proses pembelajaran siswa-siswa di sekolah.

Oleh karenanya perpustakaan juga harus ditingkatkan kualitas ketersediaan buku-bukunya.

Ketersediaan buku di perpustakaan sekolah-sekolah apalagi di area pedesaan masih butuh banyak bantuan.

Buku yang ada di perpustakaannya masih berupa buku-buku lama dan itu membuat siswa tertinggal jauh dari siswa perkotaan dari segi pengetahuan terkini.

Jika kondisi ini terus dibiarkan maka ketimpangan akan terus berlanjut dan kita akan tertinggal jauh dari Negara-negara lain.

Oleh karena itu perpustakaan di seluruh negeri harus setara dalam hal kualitas ketersediaan buku serta pelayanan yang bagus.

Buku-buku yang dihadirkan juga harus mengikuti perkembangan zaman.

Akan sangat menunjang jika perpustakaan juga menyediakan buku-buku digital yang komprehensif dan up to date.

Hal demikian karena perpustakaan menjadi kebutuhan pengembangan kualitas pendidikan dan sumberdaya manusia.

Dibutuhkan pula dukungan dari banyak pihak untuk menciptakan budaya membaca dan belajar yang menyenangkan.

Contoh Latar Belakang Skripsi

contoh latar belakang dalam penelitian
Sumber: arsip pribadi

Oleh karena itu latar belakang yang terdapat di dalamnya juga memuat penjabaran yang lebih banyak dari pada karya ilmiah lainnya. Berikut salah satu contohnya.

Latar Belakang Skripsi

Judul: Simbol dan Makna Tradisi Komunikasi Ompangan dalam Pernikahan (Studi Etnografi pada masyarakat Guluk-Guluk Sumenep Madura).

Komunikasi pada hakikatnya merupakan suatu tindakan manusia sebagai pemenuhan kebutuhan untuk saling berinteraksi.

Setiap orang merasa perlu dan sangat butuh untuk mengadakan kontak sosial dengan orang lain.

Kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan saling bertukar pesan guna menyelamatkannya dari kesepian dan kesulitan hidup sendiri.

Pesan-pesan tersebut diwujudkan melalui perilaku manusia (AW, 2010:44).

Begitu pula yang terjadi pada masyarakat Guluk-Guluk Sumenep Madura.

Salah satu komunikasi sosial yang terjadi di lingkungan mereka dalam rangka mempererat tali persaudaraan melalui tradisi dalam pernikahan mereka yang menarik perhatian peneliti untuk diteliti adalah tradisi Ompangan.

Tradisi Ompangan merupakan tradisi yang dijalani oleh masyarakat Guluk-Guluk dalam melaksanakan serangkaian pernikahan.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat yang mendapat undangan dari keluarga yang hendak menikahkan putra putrinya meminjamkan barang guna meringankan biaya pernikahan yang dikemas dalam bentuk sumbangan.

Barang itu bisa berupa makanan, uang, perabotan rumah, atau sembako seperti beras, gula, tepung dan lain sebagainya.

Secara singkatnya, tradisi Ompangan adalah tradisi balas budi atas pemberian sumbangan orang lain dalam meringankan biaya pernikahan keluarga sendiri.

Istilah Ompangan itu berasal dari bahasa Madura yang berarti “tanggungan”.

Tanggungan tersebut mengarah pada beban suatu keluarga yang harus diselesaikan dengan cara membalas sumbangan pada pernikahan keluarga orang-orang yang pernah menjadi tamu undangannya.

Segala macam bentuk sumbangan yang diberikan oleh tamu undangan pada saat resepsi pernikahan akan dikembalikan lagi oleh keluarga yang menyelenggarakan pernikahan dengan barang yang sama atau senilai ketika orang-orang yang memberi sumbangan tersebut juga melaksanakan pernikahan untuk anggota keluarganya.

Masing-masing keluarga memiliki buku khusus untuk mencatat setiap barang yang dibawa oleh tamu saat menghadiri pernikahan keluarganya sebagai pengingat ketika akan menghadiri pernikahan keluarga orang lain.

Secara tidak langsung, tradisi tersebut menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk menabung melalui resepsi pernikahan guna meringankan beban biaya di saat pernikahan keluarga sendiri.

Tradisi Ompangan mengandung banyak makna tersurat dan tersirat yang belum banyak diketahui.

Terjadi aktifitas komunikasi sosial dalam masyarakat desa Guluk-Guluk secara berkesinambungan baik komunikasi secara verbal maupun komunikasi nonverbal.

Salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang ada dalam tradisi Ompangan yaitu bentuk undangan yang diberikan menggunakan satu pack rokok.

Rokok yang diberikan guna mengundang masyarakat berbeda-beda merknya antar satu keluarga dengan keluarga yang lain.

Biasanya masyarakat desa Guluk-Guluk menggunakan rokok Sampoerna, Dji Sam Sue, dan Surya.

Merk-merk rokok itu memiliki kelas-kelas tertentu dalam ruang lingkup undangan pernikahan.

Semakin mahal harga rokok yang diberikan, maka semakin banyak pula sumbangan yang harus dibawa oleh keluarga yang diundang.

Keluarga yang mempunyai hajat menikahkan anaknya maupun anggota keluarganya yang lain memberikan rokok dari salah satu merk itu kepada kepala keluarga yang hendak diundang sesuai tabungan yang Ia miliki di keluarga tersebut.

Lain halnya ketika pemilik hajat tidak mempunyai tabungan di keluarga yang diundang, maka undangan melalui rokok menunjukkan seberapa besar sumbangan yang Ia harapkan dari tamu undangan sesuai kelas dari merk rokok itu.

Ompangan menjadi salah satu sarana masyarakat untuk saling gotong royong dalam mensukseskan acara pernikahan tetangga, kerabat, atau keluarganya.

Tidak jarang tradisi Ompangan berhasil mempertemukan kembali dua keluarga yang jauh menjadi dekat dan saling berkomunikasi berkat satu pack rokok dengan kelas tertentu yang harus disampaikan sendiri oleh pemilik hajat.

Apalagi si pemilik hajat sangat membutuhkan sumbangan dari keluarga yang dimaksud dengan harapan biaya pernikahan semakin ringan.

Selain untuk memperingan biaya, silaturrahimi juga terjalin. Seperti pepatah, sekali dayung dua pulau terlampaui.

Pernikahan merupakan salah satu kegiatan yang sangat sakral dalam hidup beragama dan bermasyarakat untuk memulai hidup baru dengan guna memperoleh keturunan serta membina keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Melalui acara sakral pernikahan, masyarakat dihantarkan pada kehidupan yang baru dengan status yang berbeda.

Banyak sekali pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan oleh kedua belah pihak yang akan menyatukan ikatan kekeluargaan.

Hadikusumo (dalam Setiawati, 2005: 43) menjelaskan bahwa di kalangan masyarakat adat yang masih kuat prinsip kekerabatannya, pernikahan merupakan suatu nilai hidup untuk meneruskan keturunan, mempertahankan silsilah dan kedudukan sosial yang bersangkutan serta mempunyai hubungan dengan adanya warisan atau harta kekayaan.

Di samping itu, adakalanya pernikahan merupakan sarana untuk perdamaian dan pendekatan dari hubungan yang telah retak atau menjauh.

Menurut adat di atas, pernikahan semata-mata tidak hanya melibatkan suami istri dalam kehidupan rumah tangga, akan tetapi juga melibatkan orang tua, keluarga, kerabat kedua belah pihak untuk turut serta menunjang kehidupan rumah tangga menuju kebahagiaan yang kekal dalam pernikahan tersebut.

Pernikahan di pulau Madura sangat dijunjung tinggi kesakraklannya.

Selain karena mayoritas masyarakatnya beragama Islam, mereka juga berkeyakinan kuat terhadap konsep pernikahan yang akan lebih mensejahterakan masyarakat paska menikah.

Terlebih ketika sudah memiliki anak. “Banyak anak banyak rezeki” adalah kepercayaan yang mereka anut dengan melandaskan ajaran dalam Islam. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.” (QS. Al An’An’am [6]: 151).

Oleh karena itu ada beberapa tradisi yang dilaksanakan ketika menggelar acara pernikahan.

Mulai dari pra-nikah hingga paska pernikahan.

Tradisi yang dilakukan itu membentuk kebudayaan yang kuat dalam kehidupan masyarakat Madura sebagai suatu bentuk sistem nilai dalam ras mereka sebagiamana tradisi Ompangan.

Kebudayaan bukanlah sesuatu yang bersifat individual.

Apa yang dilakukan sebagai kebiasaan pribadi bukanlah kebudayaan.

Suatu kebudayaan harus merupakan milik bersama dalam suatu kelompok, artinya para warganya memiliki bersama sejumlah pola-pola berpikir dan berkelakuan yang didapat dan dikembangkan melalui proses belajar.

Semua itu semestinya lah melebur menjadi sesuatu yang menarik dan unik, di mana tidak mengubah diri mereka masing-masing di antara beragam kebiasaan yang berbeda-beda (Gea, 2002:37).

Masyarakat Madura sangat kental dalam menganut sistem gotong royong dalam banyak hal baik kegiatan yang besar maupun kegiatan yang kecil sekalipun seperti pembangunan rumah, panen hasil pertanian, pernikahan, kematian dan lain sebagainya.

Hal tersebut tentu tidak luput dari peran budaya yang mengatur dan membentuk karakter mereka.

Peran budaya juga tidak terlepas dari wujud ideal kebudayaan (adat istiadat) yang mengandung sistem nilai budaya dimana hal tersebut merupakan lapisan paling abstrak dan luas ruang lingkupnya dalam adat istiadat.

Tingkat ini merupakan sekumpulan ide yang membentuk suatu konsepsi atas kehidupan masyarakat yang memiliki nilai-nilai luhur.

Konsepsi-konsepsi itu biasanya luas dan kabur, walau berakar dalam lapisan emosional jiwa manusia.

Nilai gotong royong merupakan salah satu contoh dari sistem nilai budaya (Gea, 2002: 42).

Tradisi selaku kebiasaan khusus dari masyarakat yang berbudaya akan selalu menjadi pertimbangan penting dalam mengambil keputusan bagi masyarakat itu sendiri.

Kebiasaan yang turun menurun diwariskan oleh nenek moyang secara berkelanjutan itu secara otomatis membentuk karakter dan ciri khas dari suatu kelompok atau masyarakat di daerah tertentu.

Terdapat sepaket nilai dan norma yang dimiliki bersama untuk tujuan bersama pula.

Dari nilai dan norma-norma itu, tradisi banyak memunculkan simbol-simbol sebagai penguat dari komunikasi orang-orang yang melaksanakan tradisi tersebut. Begitu pula yang terjadi di Desa Guluk-Guluk Sumenep Madura.

Tradisi yang lahir dan terus dijaga oleh masyarakat Guluk-Guluk, khususnya dalam melaksanakan pernikahan yang memiliki ruang-ruang komunikasi sosial yang unik.

Tradisi Ompangan yang dilaksanakan oleh masyarakat Guluk-Guluk ini belum banyak dikenal dan belum pernah dikaji, terlebih dari sudut pandang ilmu komunikasi.

Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, ada simbol dari tradisi ini yang menakrik untuk diteliti, yakni rokok yang dijadikan oleh penyelenggara acara sebagai alat untuk mengundang orang lain.

Dari latar belakang tersebut, maka penulis berinisiatif untuk melakukan penelitian terkait tradisi Ompangan dengan mengkaji makna-makna interaksi simbolik yang terkandung dalam tradisi tersebut.

Peneliti mengambil topik penelitian ini dengan judul Simbol dan Makna Tradisi Komunikasi Ompangan dalam Pernikahan (Studi Etnografi pada masyarakat Guluk-Guluk Sumenep Madura).

Contoh Latar Belakang Makalah Agama

contoh latar belakang agama
Sumber: arsip pribadi
Latar Belakang Makalah Agama

Judul: Hubungan Baik dengan Allah dan Manusia

Keterikatan manusia dan agama tidak bisa dipisahkan dan akan terus berhubungan satu sama lain hingga manusia meninggal.

Agama diciptakan untuk menolong manusia dalam menjalani kehidupannya.

Sebagai pedoman hidup, agama yang menuntun mereka pada jalan menuju akhirat kelak.

Beragama membuat hidup lebih bermakna serta menyempurnakan aspek batiniah manusia.

Ibadah-ibadah yang dilakukan manusia untuk melengkapi seluruh aspek kewajiban beragama membuat mereka mendapatkan ketenangan.

Tuhan yang mereka sembah menjadi sandaran utama dalam kehidupannya. Karena Tuhan MahaKuasa,

MahaTahu, MahaPenolong, dan semua sifat baik lainnya hanya Dia yang memilikinya.

Oleh karena itu keimanan yang kuat sangat dibutuhkan oleh kita selaku hamba-Nya yang lemah dan tak berdaya.

Karena keimanan dapat memberikan petunjuk untuk tetap di jalan yang diridhai-Nya ketika kita dihadapkan dengan pilihan yang menjerumuskan pada kemaksiatan.

Agamapun mampu menjadi pelindung yang luar biasa bagi setiap penganutnya dari ajaran-ajaran yang menyimpang.

Adanya bimbingan dan arahan akan berakhlak mulia membantu manusia menjadi pribadi yang bisa mengontrol hawa nafsunya.

Ketakwaan dan kecintaannya kepada Allah SWT. Menjadikan ia sosok teladan bagi orang-orang yang ada disekitarnya.

Semua hal telah Allah atur dalam ajaran agama, termasuk bagaimana berhubungan dengan Allah dan bagaimana berinteraksi dengan sesama makhluk-Nya.

Ibadah yang menghubungkan manusia dengan Tuhan terwujud dalam bentuk doa, sholat, puasa, serta rukun-rukun islam yang lain.

Namun hubungan dengan Tuhan tidak hanya terbatas dengan ibadah-ibadah itu saja.

Banyak sekali perilaku atau pun amalan yang berhubungan dengan manusia namun menjadi nilai ibadah di hadapan Alla SWT.

Semisal menolong korban kecelakaan, memindahkan batu atau duri-duri yang dapat membahayakan pengguna jalan, tidak menghina orang lain serta menebarkan senyuman keada sesama.

Itu hanya segelintir contoh perilaku yang bernilai ibadah.

Sebab dengan demikian semakin kita memperdalam ilmu agama kemudian mengamalkannya, maka kedamaian adalah hal mutlak yang akan kita dapatkan.

Agama akan menyelamatkan kita dari kesesatan serta melindungi kita dari kerugian yang kekal.

Melakukan hubngan baik dengan Tuhan saja tidak cukup, akan tetapi tingkatkan pula kualitas hubungan kita dengan sesama manusia agar senantiasa damai lahir batin.

Contoh Latar Belakang Observasi Sekolah

contoh latar belakang aktualisasi
Sumber: arsip pribadi

Guru adalah pemegang kendali yang sangat penting dalam dunia pendidikan.

Perannya yang vital sebagai tenaga pendidik semestinya lah menghasilkan output mahasiswa yang cerdas dan berdaya guna bagi nusa dan bangsa.

Untuk menghasilkan output yang demikian, tentu kualitas dari guru pun perlu mendapat perhatian khusus.

Kualitas guru yang bagus kemungkinan besar juga akan mencetak siswa-siswa yang luar biasa.

Di sinilah pihak sekolah harus terus berupaya melakukan peningkatan terhadap kemampuan mengajar para gurunya.

Pemerintah pun harus turut andil dalam upaya tersebut dengan cara memberikan dukungan, baik dukungan moral, dana, dan fasilitas terhadap semua guru di Indonesia.

Guna mencapai itu semua, pihak sekolah haruslah rutin memberikan pembekalan dan mengevaluasi guru-gurunya dari segi metode mengajar dan sikapnya di kelas terhadap para siswa.

Banyak sekali cara yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengkatkan kualitas guru melalui pembekalan.

Salah satu pembekalannya adalah dengan mewajibkan guru-guru untuk melakukan observasi sekolah.

Observasi sekolah adalah kegiatan mengamati, menilai, dan meneliti metode belajar mengajar di sekolah lain yang dilakukan oleh setiap agar bisa dimodifikasi kemudian diterapkan kepada siswa-siswanya.

Semua hasil observasi sekolah tersebut tidak serta merta ditiru, akan tetapi difilter terlebih dahulu metode yang sekiranya cocok diterapkan di sekolahnya.

Hal itu karena setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda, jadi guru harus tanggap juga dalam mengontrol emosi siswa-siwanya. Semakin guru disenangi oleh murid, semakin senang mereka belajar.

Ketika siswa senang dalam kegiatan belajar mengajar, tentu bisa dipastikan kualitas penyerapan ilmunya juga akan meningkat pesat.

Kegiatan observasi sekolah ini bisa dilakukan oleh semua guru, baik guru yang sudah berpengalaman maupun guru yang masih baru dalam mengajar.

Hal yang diamatinya tentu berbeda namun akan memberikan dapak positif yang sama, yaitu semangat mengajar dan cara mengajar yang baru dan lebih efektif.

Maka kagiatan observasi sekolah haruslah mendapat dukungan penuh tidak hanya dari pihak sekolah, namun juga dari guru-guru itu sendiri dan pemerintah agar tercapai tujuan yang diharapkan.

Dengan melakukan observasi di sekolah yang berbeda-beda, antara satu guru dengan guru lainnya dapat saling bertukar informasi dan pengalaman dari pengamatannya.

Hasil observasi tersebut bisa dimodifikasi, digabungkan antar metode mengajar sekolah yang satu dengan sekolah lainnya sehingga menghasilkan metode belajar mengajar baru yang lebih efektif dan menyenangkan. [/su_box]

Membuat latar belakang akan semakin mudah dengan membuat terlebih dahulu poin-poin penting dari setiap paragraf.

Cara ini juga membantu Anda agar terhindar dari pembahasan yang melebar bahkan tidak jarang keluar dari topic pembahasan.

Semoga penjelasan beserta contoh latar belakang yang beraneka ragam di atas dapat menginspirasi Anda untuk membuatnya dengan lebih percaya diri.

Freelance content writer yang suka jalan-jalan, baik di jalan sungguhan atau di jalanan yang diceritakan penulis lain melalui buku-bukunya.

Tinggalkan komentar