Doa Qunut

Do’a Qunut merupakan salah satu bacaan dalam shalat yang dilakukan dengan berdiri cukup lama dengan sikap yang tenang.

Umat Islam tentu sudah tidak asing lagi dengan bacaan ini.

Khususnya dalam shalat Shubuh dan shalat witir. Namun, ada juga yang dibaca di luar shalat.

Meskipun bacaan ini sudah tidak asing lagi, namun banyak orang yang masih belum mengetahui tata cara, manfaat dan lain sebagainya dari do’a Qunut.

Berbicara mengenai do’a Qunut, di dalam ilmu fiqh dibagi menjadi tiga macam.

Pertama adalah Qunut Shubuh yang dibaca seelum sujur di raka’at kedua shalat Shubuh.

Qunut inilah yang paling terkenal.

Sedangkan jenis do’a Qunut yang kedua adalah Qunut Nazilah yang dilaksanakan saat terkena musibah, baik itu perang, bencana dan sebagainya.

Dan jenis Qunut ketiga adalah Qunut witir yang dilakukan saat melaksanakan shalat witir.

Bacaan Do’a Qunut Subuh

doa qunut mp3
Sumber Gambar: dawntravels.com

Do’a Qunut Shubuh terdiri dari beberapa lafad.

Sehingga, Anda yang masih belum hafal perlu menghafalkannya.

Selain menghafal lafadznya, umat Islam juga harus memahami artinya.

Tujuannya agar benar-benar memahami dan menghayati do’a Qunut yang diucapkan.

Berikut ini adalah urian lengkap mengenai do’a Qunut dan artinya :

1. Bacaan Do’a Qunut Arab dan Latin

Arab:

doa gunut latin

Latin:

“Allahummah dinii fii man hadait. Wa’aafinii fii man ‘aafaiit. Wa tawallanii fii man tawallaiit. Wa baarik lii fiimaa a’thaiit. Wa qinii syarramaa qadthaiit. Fa innaka taqdthii walaa yuqthdaa ‘alaiik. Wa innahu laa yadzillu man wãlaiit. Walaa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaa rakta rabbanaa wata ’aalait Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit Astaghfiruka wa atuubu ilaiik, wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.”

2. Arti Do’a Qunut

“Ya Allah tunjukkanlah saya sebagaimana mereka yang sudah Engkau berikan petunjuk. Dan kasihkanlah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau sudah kasih kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara. Dan berilah keberkahan bagiku pada segala apa yang Engkau sudah karuniakan. Dan lindungi aku dari segala bahaya kejahatan yang Engkau sudah pastikan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang mana Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau Maha bagi Engkau seluruh pujian di atas yang Engkau hukumkan Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”.

Do’a Qunut untuk Imam

sumber gambar: hidupsimpel.com

Seorang imam harus benar-benar menghafal do’a Qunut.

Bacaan Qunut saat sedang berjama’ah berbeda dengan badaa Qunut saat shalat sendiri.

Perbedaannya hanya terletak pada kata ‘nii’ dan ‘naa’.

Untuk sholat sendiri atau munfarid menggunakan ‘nii’

Untuk sholar berjamaan ‘naa’ dibaca oleh imam.

Bacaan Do’a Qunut Nazilah

doa qunut subuh arab
Sumber Gambar: infohaji.co.id

Selain Qunut Shubuh, ada juga jenis Qunut lain yang dikenal dengan Qunut Nazilah.

Bacaan Qunut ini dilafalkan ketika sedang terkena musibah atau bencana.

Baik musibah yang terbilang ringan atau musibah yang besar.

Bacaan Qunut Nazilah harus dibaca di setiap shalat Fardu saat terkena bencana tersebut. Berikut adalah bacaan do’a Qunut lengkap.

1. Do’a Qunut Nazilah secara Umum

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ

Artinya :

“Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah! Sesungguhnya hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan, meminta ampunan, dan senantiasa memuji-Mu atas kebaikan yang diberikan. Kami tidak kufur kepada-Mu, dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu”.

اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ. نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ

Artinya :

“Ya Allah! Hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya karena Engkau kami shalat dan sujud, hanya kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat. Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, karena sesungguhnya siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang kafir”.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ

Artinya :

“Ya Allah ! Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka”.

اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ

Artinya :

“Ya Allah! Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat”.

اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ

Artinya :

“Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir ahli kitab (yahudi dan nashrani) yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu”.

2. Do’a Qunut Nazilah untuk Palestina

اَللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَ بِالْمُسْلِمِيْنَ سُوْءًا وَمَكْرًا وَكَيْدًا فَرُدَّ عَلَيْهِمْ مَكْرَهُمْ أَجْمَعِيْنَ.

Artinya :

“Ya Allah siapa saja yang menginginkan keburukan, rencana jahat, dan tipu daya kepada kami dan kaum muslimin, maka kembalikan kepada mereka seluruh tipu daya mereka.”

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَشْكُوْ إِلَيْكَ ضَعْفَنَا وَقِلَّتِنَا وَهَوَانِنَا عَلَى النَّاسِ

Artinya :

“Ya Allah, kami mengadu kepada-Mu akan kelemahan kami, sedikitnya jumlah kami, dan kehinaan kami di hadapan manusia.”

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Artinya :

“Dan Allah bersholawat atas Nabi kita, Muhammad SAW dan kepada keluarga dan sahabat beliau semuanya. Akhir doa kami, kami ucapkan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ تَكُنْ عَلَيْهِمْ، فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ

Artinya :

“Ya Allah terimalah syuhada mereka dan sembuhkanlah yang sakit dan terluka dari kalangan mereka. Ya Allah karuniakanlah kebaikan pada mereka dan janganlah Engkau timpakan keburukan pada mereka karena tiada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dengan pertolongan-Mu.”

اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سُوْرِيَا، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ الْيَمَنِ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَفْرِيْقِيَا، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَفْغَانِسْتَانَ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ كُلِّ بِقَاعِ الأَرْضِ

Artinya :

“Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Suriah. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Palestina. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Yaman. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afrika. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afghanistan. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di seluruh permukaan bumi.”

اللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَاءِهِمْ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ مِنَ الْمُنَافِقِيْنَ، اللَّهُمَّ سَدِّدْ رَمْيَهُمْ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ

Artinya :

“Ya Allah tolonglah mereka menghadapi kaum musuh-musuh mereka dan para penolong musuh mereka dari kalangan orang-orang munafik. Ya Allah tepatkanlah bidikan mereka, satukanlah barisan perjuangan mereka, dan satukanlah kalimat mereka di atas kebenaran, Ya Hayyu, Ya Qayyum.”

اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً، وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً، وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً

Artinya :

“Ya Allah kumpulkanlah dan binasakanlah mereka dan jangalah Engkau sisakan seorang pun dari mereka.”

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْهِمْ وَعَلىَ مَنْ عَاوَنَهُمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَ يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ

Artinya :

“Ya Allah turunkanlah atas mereka dan semua pihak yang membantu mereka balasan-Mu yang tidak dapat ditolak oleh kaum yang berbuat kezhaliman.”

اَللَّهُمَّ أَنْجِ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ سُوْرِيَا، اَللَّهُمَّ الْطُفْ بِهِمْ وَارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ

Artinya :

“Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Suriah. Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari pengepungan dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini.”

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukmin laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, dekat dan mengabulkan doa-doa, wahai Dzat yang memenuhi segala kebutuhan.”

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

Artinya :

“Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami karena kelupaan dan kesalahan kami. Rabb kami, Rabb kami janganlah Engkau beri kami beban sebagaimana beban yang Engkau beri kepada para pendahulu kami. Rabb kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa-apa yang tidak kami sanggupi. Maafkanlah kami, ampunilah kami, sayangilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِبَشَّارِ الْأَسَدِ وَأَعْوَانِهِ الْمُعْتَدِيْنَ، الَّذِيْنَ قَتَلُوْا إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ حَلَبٍ خَاصَّةً، وَفِيْ سُوْرِيَا عَامَّةً

Artinya :

“Ya Allah turunkanlah hukuman-Mu pada Bashar Asad dan para penolongnya yang telah melakukan kezhaliman dengan membunuh saudara-saudara kami kaum muslimin di Aleppo khususnya, dan di Suriah umumnya.”

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِهِمْ فَإِنَّهُمْ لاَ يُعْجِزُونَكَ، اللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ، وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ، وَاجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ

Artinya :

“Ya Allah hukumlah mereka, sesungguhnya mereka tak mampu melemahkan-Mu. Ya Allah cerai beraikan mereka, porak porandakan kesatuan mereka, dan turunkanlah balasan-Mu atas mereka.”

اللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَّالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Artinya :

“Ya Allah berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kami kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Peliharalah kami sebagaimana orang-orang yang Engkau pelihara. Berkahilah kami atas apa-apa yang Engkau beri, Hindarilah kami dari keburukan hal yang telah Engkau takdirkan. Sesungguhnya Engkah Maha menghukum, bukan Engkau yang dihukum, sesungguhnya tidak akan pernah hina orang yang Engkau bimbing, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau Rabb kami dan Maha Tinggi.”

اَللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا رَحِيْمُ يَا حَلِيْمُ يَا عَظِيْمُ، سَمِيْعَ دَعْوَةِ الدَّاعِيْنَ، مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ، نَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ أَنْ تَغْفِرَ ذُنُوْبَنَا أَجْمَعِيْنَ

Artinya :

“Ya Allah, Dzat yang Maha Mulia, Maha Penyayang, Maha Penyabar, Yang Maha Agung, Maha mendengar doa orang-orang yang berdoa, Maha Mengabulkan doa orang-orang yang dalam keadaan sempit. Kami memohon kepada-Mu, dengan rahmat-Mu yang luas agar Engkau ampuni dosa-dosa kami semua.”

Bacaan Do’a Qunut Sholat Witir

doa qunut pdf
Sumber Gambar: panduanramadhan.info

Qunut tidak hanya untuk Shubuh dan saat terkena bencana, namun juga ada yang dibaca di akhir shalat Witir. Berikut adalah bacaan Qunut sholat Witir.

Do’a Qunut Subuh MP3

doa qunut dan cara bacanya
Sumber Gambar: reuters.com

Lantunan qunut subuh berbentuk mp3 ini bisa membantu anda untuk menghapal doa tersebut.

Berikut link mp3 yang bisa anda download.

Tata Cara Do’a Qunut

doa qunut ala nu
Sumber gambar: 1001inspirasiramadhan.com

Setelah mengetahui apa saja bacaan do’a Qunut yang diajarkan oleh Nabi, maka sangat penting juga untuk diketahui tentang tata cara do’a Qunut.

Tata cara do’a Qunut harus benar-benar dilakukan dengan tepat agar Qunutnya sah dan sesuai ajaran Islam.

Karena kesalahan dalam membaca dan mempraktikkan Qunut, bisa membuat ibadah shalatnya tidak diterima.

Berikut adalah tata cara do’a Qunut Shubuh tersebut.

Berkaitan dengan tata cara do’a Qunut, terdapat dua pendapat yang masyhur di kalangan ulama.

Yaitu ada yang dilakukan sebelum ruku’ dan ada yang dilaksanakan sesudah ruku’.

Qunut yang umum dilakukan di Indonesia adalah Qunut sesudah ruku’ sebelum sujud.

Hal ini sesuai dengan ajaran Madzhab Syafi’i.

1. Shalat Subuh Sebagaimana Biasanya pada Raka’at Pertama

Tata cara do’a Qunut yang pertama adalah dengan melaksanakan shalat Shubuh seperti biasa.

Hal ini dilakukan pada raka’at pertama.

Dimana, shalatnya dimulai dari niat, membaca takbiratul ihram, alfatihah, ruku’, I’tidal, sujud dan seterusnya.

Pastikan semua bacaannya benar dengan syarat dan rukun shalat yang terpenuhi.

Karena shalat tidak akan sah jika tidak memenuhi syarat dan rukunnya.

2. Jangan Langsung Sujud Setelah Ruku’ di Raka’at Kedua

Adapun pada raka’at yang kedua, setelah Anda melakukan ruku’ sebaiknya tidak langsung sujud.

Karena pada saat inilah nantinya do’a Qunut akan dibaca. Tentunya do’a secara lengkap mulai dari awal sampai dengan akhir.

Gerakan diam sesudah ruku’ ini tidak boleh dilupakan karena bisa membuat shalat Anda tidak sempurna.

3. Disunnahkan untuk Mengangkat Kedua Tangan seperti Sedang Berdo’a

Setelah itu, angkat kedua tangan Anda seperti layaknya sedang berdo’a.

Hukum dari mengangkat kedua tangan ketika bacaan do’a Qunut ini adalah sunnah.

Sebabnya adalah karena bacaan Qunut berisi do’a.

Sedangkan ketika sedang berdo’a kepada Allah, seseorang diperintahkan untuk mengangkat kedua tangan.

Maka, hal ini sangat dianjurkan agar hikmah dan keutamaan dari shalat Shubuh bisa Anda peroleh.

4. Saat Shalat Munfarid, Bacaannya Dibaca Sendiri

Ketika kebetulan Anda shalat sendiri atau munfarid, maka bacaan Qunut harus dibaca sendiri.

Adapun cara membacanya adalah dengan suara biasa, tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan.

5. Jika Jama’ah, Imam Mengeraskan Bacaan Qunut dan Makmum Mengamininya

Adapun tata cara membaca Qunut untuk shalat jama’ah adalah dengan mendengarkan bacaan imam.

Karena imamlah yang akan membaca Qunut dengan suara yang keras.

Untuk makmumnya harus mengamini setiap bacaan Qunut yang mengandung do’a.

Untuk bacaan Qunut yang tidak mengandung do’a tidak perlu mengamini.

Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami makna dari setiap bacaan Qunut.

Rahasia Do’a Qunut

doa qunut berjamaah
Sumber Gambar: pinterest.com

Setiap ajaran Islam kepada umatnya, akan selalu ada rahasia yang tersimpan.

Dan rahasia di balik ajaran tersebut tidak lain adalah untuk kebaikan umat manusia.

Berikut ini adalah beberapa rahasia dari bacaan do’a Qunut yang sangat penting di dalam kehidupan manusia.

1. Berisi Permohonan akan Petunjuk dan Hidayah Allah

Rahasia pertama dari do’a Qunut adalah berisi permohonan akan petunjuk dari Allah SWT.

Permohonan akan petunjuk ini diungkapkan di awal bacaan do’a Qunut.

Maksud dari permohonan ini adalah seseorang dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk dalam kehidupan ini.

Karena awal dari semua amal dan kebaikan pada diri manusia adalah ketika hatinya sudah terbuka dan mendapatkan petunjuk.

2. Berisi Permohonan Terhadap Keselamatan Kehidupan

Makna dari do’a Qunut pada kalimat kedua adalah permohonan atas keselamatan sebagaimana umat yang telah mendapatkan keselamatan.

Keselamatan yang diperoleh dari bacaan do’a Qunut ini tidak hanya keselamatan secara raga atau fisik.

Namun juga keselamatan dari berbagai keburukan sikap dan suasana hati.

Tujuannya agar di akhirat atau kehidupan setelah mati, manusia dapat selamat dari ancaman siksaan dan mendapatkan kenikmatan.

3. Permohonan Menjadikan Allah sebagai Wali

Allah senantiasa menjadi wali bagi siapapun yang Dia kehendaki.

Namun, tidak semua orang diperlakukan layaknya walinya.

Sehingga, dengan Allah berkehendak menjadi wali seseorang, maka tentu saja Allah akan semakin mengasihi dan menyayanginya.

Tidak hanya itu, wali juga akan memberikan petunjuk dan jalan di saat kesulitan dan kesusahan.

Sehingga, semuanya akan menjadi mudah.

4. Permohonan Atas Keberkahan atas Semua Nikmat yang Ada

Rahasia selanjutnya yang tersimpan di dalam do’a Qunut adalah suatu permohonan agar Allah memberikan berkah.

Berkah terhadap semua karunia dan nikmat yang telah diberikan kepada hambaNya.

Berkah sendiri merupakan suatu kebaikan yang senantiasa mengalir dan dalam keadaan yang berlimpah.

Sehingga, kehidupan seseorang menjadi semakin tertata dan lancar.

Serta senantiasa mendapatkan ketenangan di dalam kehidupan.

Melalui ungkapan yang terdapat di dalam do’a Qunut ini, maka semua harga, jabatan, ilmu, pekerjaan dan semua hal yang dimiliki akan menjadi berkah.

Semuanya akan mendatangkan suatu kebaikan dan juga manfaat tersendiri bagi orang lain.

Ilmu yang dimiliki juga akan mendorong seseorang untuk senantiasa mengamalkan dan memperbaiki diri agar menjadi orang yang terbaik di sisiNya.

5. Permohonan untuk Dilindungi dari Keburukan

Selain itu, di dalam do’a Qunut ternyata juga terkandung rahasia agar seseorang mendapat perlindungan Allah dari semua keburukan yang ada.

Hal ini sesiai dengan salah satu lafal di dalam do’a Qunut yang intinya adalah memohon suatu perlindungan kepada Allah dari keburukan yang telah ditakdirkan kepada seorang hamba.

Sehingga, keselamatan dan keamanan akan didapatkan seseorang, kapanpun dan dimanapun.

6. Pengakuan Atas Semua Ketetapan dari Allah dan Tidak Ada yang Bisa Membatalkannya

Adapun rahasia berikutnya dari do’a Qunut adalah adanya pengakuan dari seorang hamba atas ketetapan atau takdir dari Allah.

Semua yang terjadi dalam diri makhluk ini adalah keputusan Allah.

Tidak ada satu orang pun yang dapat membatalkannya.

Dan hanya Allah yang bisa membatalkan keputusan tersebut.

Sehingga, semua yang telah ditetapkan Allah dalam kehidupan ini harus benar-benar diterima dengan ikhlas dan sabar.

7. Memuji Kepada Allah Bahwa Orang yang Menjadi WaliNya Tidak Akan Hina

Selain beberapa rahasia yang telah disebutkna di atas, rahasia lain dari do’a Qunut adalah adanya pujian tersendiri.

Pujian tersebut isinya adalah bahwa siapapun orang yang mejadi wali dari Allah tidak akan menjadi orang yang hina.

Bahkan, ia akan menjadi sosok yang mulia dan memiliki jiwa yang memancar indah.

Namun, tentu dengan cara yang terpuji dan senantiasa berusaha menjadi seorang hamba yang baik dan memiliki ibadah yang berkualitas.

8. Adanya Pengakuan Bahwa Musuh Allah Tidak akan Mendapat Kemulyaan

Rahasia lain dari doa Qunut adalah sebuah pengakuan bahwa siapapun yang menjadi musuh Allah tidak akan menjadi orang yang mulia.

Musuh Allah sendiri adalah orang kafir.

Hal ini sebagaimana yang diungkap di dalam QS Al-Baqarah: 98. Sehingga, orang kafir tidak akan pernah mendapatkan kemulyaan atau dimulyakan sampai kapanpun.

Bahkan, manusia pun tidak diperkenankan untuk menyanjung orang kafir.

9. Adanya Pujian Bahwa Allah Maha Tinggi dan Mulia

Di samping itu, do’a Qunut juga mengandung rahasia bahwa hanya Allah Dzat yang Maha Tinggi dan Mulia.

Sehingga, ia adalah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah.

Dengan kesadaran yang demikian, maka seseorang akan semakin takut dan tunduk kepada Allah.

Selain itu, ia juga akan senantiasa terdorong untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Kapanpun dan dimanapun.

10. Adanya Kepasrahan kepada Allah Semata

Tidak hanya itu, di dalam do’a Qunut, ternyata terkandung suatu bentuk kepasrahan kepada ketentuan dan takdir Allah semata.

Sehingga, dalam setiap masalah yang dihadapi, ada Allah yang menjadi tempat untuk mengadu dan meminta.

Orang tidak akan bisa bergantung kepada selain Allah.

Karena hanya Allah yang memberikan nikmat dan pertolongan kepada sekalian makhluk.

Hukum Do’a Qunut

doa qunut bangla
sumber gambar: panduanramadhan.com

Setiap syari’at dan ajaran Islam tentu tidak terlepas dari hukum ajaran tersebut. Hukum diambil dari dalil yang ada, baik itu di dalam Al-Qur’an maupun Sunnah.

Sehingga, semua harus berdasar.

Berikut adalah pembahasan mengenai hukum do’a Qunut menurut empat madzhab Fiqh yang wajib Anda ketahui.

Secara umum, umat Islam di Indonesia menggunakan satu dari empat madzhab dalam fiqh.

Empat madzhab yang dimaksud adalah madzhab Syafi’i, madzhab Maliki, madzhab Hanafi dan Madzhab Hambali.

Ke empat madzhab tersebut telah melakukan ijtihad secara mandiri dan memiliki dalil yang mendukung pendapatnya.

Oleh karena itu, setiap orang berhak memilih madzhab sesuai dengan yang diyakini terkait dengan hukum do’a Qunut ini.

Menurut ulama’ Syafi’iyah bacaan do’a Qunut hanya ada di dalam shalat Shubuh. Hukummya adalah sunnah ab’ad.

Sehingga, saat melaksanakan ibadah shalat Shubuh, maka seseorang wajib membaca Qunut.

Dan bacaan ini tidak ada pada sholat-sholat yang lain.

Selain itu, bacaan Qunut menurut ulama’ Syafi’iyah wajib dibaca saat melaksanakan witir di separuh akhir dari puasa Ramadhan.

Ada juga syari’at membaca Qunut ketika sedang mendapatkan musibah tertentu.

Sedangkan menurut ulama’ Hanafiyah, do’a Qunut hanya disyari’atkan pada saat melaksanakan shalat witir dan saat seseorang atau umat muslim terkena musibah tertentu.

Akan tetapi, Qunut Nawazil ini hanya diperbolehkan untuk dibaca ketika melaksanakan shalat Shubuh.

Dan syaratnya adalah shalat tersebut dijalankan secara berjama’ah dengan dibaca oleh imamnya.

Selain itu, jika shalat sendiri, maka tidak ada Qunut.

Adapun hukum do’a Qunut menurut ulama’ malikiyyah adalah wajib saat melaksanakan shalat Shubuh saja.

Sehingga, bacaan ini hanya dibaca saat shalat shubuh.

Tidak pada jenis shalat yang lain, baik itu shalat witir ataupun shalat yang lain.

Bagi ulama’ madhab Maliki, hukum bacaan Qunut dalam shalat ini adalah mustahab.

Amalan ini dianjurkan, akan tetapi Nabi tidak melaksanakannya secara terus menerus.

Sementara itu, ulama’ Hanabillah berpendapat bahwa membaca do’a Qunut hanya diperintahkan ketika pelaksanaan shalat Witir.

Selain itu, juga pada saat seseorang terkena musibah atau bencana.

Sehingga, tidak disyari’atkan pada shalat yang lainnya.

Ketika sedang terkena bencana atau musibah, seseorang harus melakukan Qunut selama lima waktu dalam shalat kecuali untuk shalat Jum’at.

Adapun seseorang yang lupa tidak membaca do’a Qunut saat shalat Shubuh, maka berdasarkan kepada madzhab Syafi’i ia harus menjalankan sujud syahwi.

Sujud ini harus dilakukan sesudah melaksanakan tahiyat akhir.

Manfaat dan Keutamaan Do’a Qunut

doa qunut biasa
sumber gambar: mukminun.com

Ajaran Islam selalu memberikan manfaat dan hikmah tersendiri kepada yang mengamalkannya.

Termasuk ketika membaca do’a Qunut dengan baik dan benar.

Ada beberapa keutamaan dan manfaat yang didapatkan.

Salah satu faktornya adalah karena di dalam do’a ini terdapat ucapan-ucapan permohonan untuk kebaikan di dalam kehidupan.

Berikut ini adalah beberapa keutamaan dan manfaat do’a Qunut.

1. Mendapat Perlindungan dari Allah

Manfaat dan keutamaan dari membaca do’a Qunut yang pertama adalah agar seseorang memperoleh perlindungan dari Allah.

Terlebih, Allah adalah satu-satunya dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk.

Dengan membaca do’a Qunut secara tepat dan penuh penghayatan, seseorang akan semakin dilindungi dari mara bahaya apapun.

2. Mendapatkan Pahala di Sisi Allah

Manfaat dan keutamaan do’a Qunut yang kedua adalah mendapatkan pahala di sisi Allah.

Pahala tersebut didapatkan lantaran lafal yang diucapkan dalam do’a Qunut tersebut adalah bagian dari Sunnah yang diajarkan oleh Nabi.

Sehingga, membaca do’a ini sama dengan meneladani sunnah Nabi dan memperoleh pahala tersendiri di sisi Allah sesuai dengan yang ada dalam Hadis.

3. Mendapatkan Petunjuk dari Yang Maha Kuasa

Seseorang yang membaca do’a Qunut akan memperoleh petunjuk secara khusus dari Allah Swt.

Karena sejatinya orang yang membaca Qunut pada akhir shalatnya sedang bertawasul secara khusus supaya Allah memberikan petunjuk yang benar dalam kehidupannya.

Hal ini juga dibuktikan oleh salah satu isi dari do’a Qunut sendiri, “Allahummahdinii fii man hadaiit”.

4. Mendapatkan Berkah dari Nikmat Kehidupan

Selain itu, seseorang yang membaca do’a Qunut juga akan memperoleh keberkahan di dalam kehidupan ini.

Keutamaan ini bukanlah tanpa alasan, karena di dalam do’a Qunut sendiri terdapat lafal yang berbunyi “Wabaariklii fii man a’toiit”.

Maksud dari bacaan ini adalah permohonan kepada Allah agar semua nikmat yang telah diberikan olehNya menjadi berkah bagi manusia.

5. Dapat Terhindar dari Berbagai Jenis Penyakit

Adapun keutamaan yang berikutnya dari membaca do’a Qunut adalah seseorang menjadi terhindarkan dari aneka jenis penyakit.

Baik itu penyakit yang ringan atau penyakit yang mematikan.

Keutamaan dan manfaat ini didapatkan dari lafal “wa’aafinii fii man ‘aafait”.

Penyakit yang dimaksud di sini tidak hanya penyakit fisik, namun juga penyakit hati manusia.

6. Semakin Mendekatkan Diri kepada Allah

Selain beberapa manfaat yang telah disebutkan di atas, masih ada lagi manfaat dari do’a Qunut yang akan diperoleh.

Yaitu mendorong seseorang untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Karena bacaan di dalamnya memberikan kesadaran bahwa semua yang ada di dunia ini adalah kuasa Allah.

Manusia hanya bisa meminta dan mendapatkan nikmat hanya dariNya semata.

Do’a Qunut harus dipraktikkan secara benar sesuai syari’at yang ada.

Lafadznya juga sangat penting untuk dihafalkan.

Agar ibadah shalat Anda diterima oleh Allah dan dicatat sebagai bentuk ibadah yang sesungguhnya.

Beberapa lafadz dan uraian mengenai do’a Qunut di atas bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran.

*Artikel ini dibuat bukan oleh ahli agama, oleh karena itu untuk keterangan dan penjelasan lebih lanjut, silakan tanyakan ustad/ustadzah.

Leave a Comment