Kerajaan Hindu Bunda Di Indonesia

Kita telah mengenal adanya kerjaaan hindu-budha dalam buku sejarah.

Kehadiran kerajaan Hindu-Budha ke indonesia tak bisa dipisahkan dari adanya jalur palayaran.

Masuknya aliran Hindu-Budha dibawa pedagang dari China sebab letak geografis nusantara yang strategis membuat para pedangan masuk ke wilayah nusantara.

Setelah masuknya Hindu-Budha ke indonesia, terjadi perubahan yang signifikan di bidang politik berupa hilangnya peran kepala suku untuk memimpin suatu wilayah sebab ajaran hindu-budha yang diterima mulai mengambil ahli.

Kerajaan Bercorak Hindu Budha berkembang pesat di India yakni Pada masa 500 SM yakni dinasti Maurya dengan raja bernama Ashoka.

Tokoh agama budha adalah Sidharta Gautama.

Sidharta adalah putra raja Suddhodana dari Kerajaan Kapilawastu.

Ajaran Budha diperkenalkan oleh  Sidhrata Gautama hal ini yang kemudian membuat ia dikenal sebagai Budha Gautama.
Dalam agama Budha kitab suci agamanya adalah Tripitaka, yang  memiliki artinya tiga keranjang.
Kitab ini terdiri atas;
➢ Vinayapitaka yang berisi aturan-aturan hidup di dunia,
➢ Suttapitaka yang berisi pokok-pokok atau dasar memberi pelajaran kehidupan
➢ Abdidharmapitaka yang berisi falsafah ajaran agama.
Setiap penganut budha diyuntut menjalankan Tridarma(tiga kebaktian):
• Saya berlindung terhadap Budha
• Saya belindung terhadapDharma
• Saya berlindung terhadap Sanggha
Terdapat empat tempat utama yang memiliki tempat sudrata yakni :
  1. Taman Lumbini terletak di daerah Kapilawastu, yaitu tempat kelahiran Sidharta.
  2. Bodh Gaya adalah tempat yang dianggap suci dimana Shidarta menerima Wahyu (penerangan agung)
  3. Benares, adalah tempat Sidharta menyampaikan dan menyebarkan ajarannya untuk pertama kali
  4. Kusinegara, adalah tempat agung yang mana wafatnya Sidharta terjadi.

Dalam sejarah memang tidak disebutkan secara pasti datangnya agama Hindu-Budha ke indonesia.

Namun para peneliti memperkirakan pada tahun  400 M agama Hindu Budha telah berkembang di Indonesia.

Penelitian ini dibuktikan dengan adanya penemuan Yupa di kalimantan Timur.

Dalamn Prasasti Yupa disebutkan bahwa terdapat kerajaan Kutai yang menganut agama Hindu-Budha.

Kerajaan ini telah berdiri pada 400 M sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa agama Hindu Budha telah masuk sebelum tahun tersebut.

Disisi lain, di indiatepatnya di lembah sungai Indus ditemukan dua kota kuno yakni  Mohenjodaro dan Harappa yang dikembangkan oleh bangsa Dravida.

Kemunculan agama Hindu memang tak bisa dilepaskan dari bangsa Arya yang memberikan pengaruh besar pada  pengaruh bahasa, tulisan teknologi, dan juga kepercayaan.

Kepercayaan bangsa Arya inilah yang kemudian dibawa adalah Veda (Weda).

Setelah sampai di India melahirkan agama Hindu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa agama Hindu ini merupakan bentuk percampuran kepercayaan antara bangsa Arya dengan bangsa Dravida.

Agama Hindu mempercayai lebih dari satu dewa ( politeisme).

Namun diantara ratusan dewa tersebut terdapat tiga dewa utama  yang dipuja oleh masyarakat Hindu dengan sebutan  Trimurti yakni dewa yang memiliki kekuatan dan kesaktian lebih dari yang lain.

Dewa yang termasuk Trimurti adalah Dewa Brahmana (dewa pencipta), Dewa Wisnu (dewa pelindung), dan Dewa Syiwa (dewa pembinasa).

Sedangkan untuk Kitab suci agama Hindu adalah Weda. Kitab Weda  memiliki empat bagian diantaranya:

  1. Reg-Weda, yakni kitab yang berisikan pujian terhadap Dewa.
  2. Sama-Weda,yakni kitab yang berisikan berisi nyanyian-nyanyian suci;
  3. Yazur-Weda,yakni kitab yang berisikan berisi mantra-mantra; dan
  4. Atharwa-Weda,yakni kitab yang berisikan berisi doa-doa untuk pengobatan.

Selain kitab Weda, dalam agama hindu juga dikenal kitab Brahmana dan Upanisad.

Dalam masyarakat Hindu dikenal yang namanya kasta (kelas sosial) yang terbagi dalam empat golongan yakni kasta Ksatria, kasta Brahmana,  kasta Waisya, dan kasta Sudra.

Sedangkan masyarakat hindu menyebut masyarakat diluar dolongan mereka sebagai kelompok Paria, patria tidak diterima dalam kasta agama hindu.

Pembagian kasta dalam agama Hindu :

  1. Kaum Brahmana adalah kasta tertinggi dalam sistem kasta agama hindu. Para Brahmana bertugas memimpin jalannya upacaya keagamaan.
  2. Kasta Ksatria adalah kasta yang berada ditambuk kepemimpinan. ia berisikan keluarga raja dan para bangsawan.
  3. Kasta Waisya adalah kasta yang berisikan rakyat biasa. kasta ini seringkali berisikan para petani dan pedagang.
  4. Kasta Sudra adalah kasta terendah dalam sistem kasta. kasta ini berisikan golongan hamba sahaya atau para budak.

Daftar Nama Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia

1. Kerajaan Salakanagara (Sunda Tertua)

Pada 130 Masehi, Dewawarman mendirikan sebuah kerajaan bernama salakanegara yang terletak di jawa barat.

Inilah adalah kerajaan pertama di nusantara dan dibuktikan dengan adanya naska wangsekerta.

Kisah dibangunnya kerajaan ini dimulai ketika Dewawarman ingin memperluas kerajaannya dengan menikahi dewi Pwahaci Larasati yakni putri dari Datu Tilem yang menguasai Teluk Lada.

Saat Datu Tirem meninggal dunia yakni pada 130 Masehi, Dewawarman kemudian memulai perang untuk mengambil ahli kekuasaan Teluk Lada.

Ditahun inilah Dewawarman mendirikan sebuah negara bernama Salakanegara dan menobatkan diri sebagai raja pertama.

Dewawarman kemudian mendapat gelar Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapuran sedangkan  istrinya juga mendapat gelar istrinya mendapat gelar Dewi Dwani Rahayu.

2. Kerajaan Sriwijaya

carilah kerajaan hindu budha di indonesia
sumber : misterpangalayo.com

Pada abad ke 9-10 SM berdiri kerajaan Sriwijaya yang kemudian membangun kejayaannya di bidang maritim.

Asal nama Sriwijaya berasal dari bahasa Sanskerta yakni sri (bercahaya atau gemilang) sedangkan wijaya (kemenangan, kejayaan) sehingga  nama Sriwijaya bermakna “kemenangan yang gilang-gemilang”.

Sriwijaya dikenal dengan kerajaan maritimnya sebab ia berhasil menguasai jalur perdagangan maritim Asia Tenggara yakni jawa barat, jawa tengah, sumatera,  Semenanjung Malaya, Kamboja, Thailand Selatan.

Semua kekuatan itu dibangun oleh Sriwijaya dari pulau sumatera yang menjadi basisnya.

Raja-raja yang terkenal saat memerintah kerajaan sriwijaya, antara lain:

  1. Raja Sri Jayanaga (pendiri Kadatuan Sriwijaya)
  2. Raja Balaputradewa yang memiliki gelar Wirawairimathana (penumpas musuh perwira).
  3. Raja Sri Sangrawijayatunggawarman.
  4. Raja Guru agama Buddha yang populer merupakan Sakyakirti

3. Kerajaan Melayu

contoh kliping kerajaan hindu budha di indonesia
sumber : misterpangalayo.com

Munculnya kerajaan Melayu sekitar abad 10 SM,  tetapi pada tahun 692 kerajaan ini telah dikuasai Sriwijaya.

Nama kerajaan Melayu berasal dari bahasa Tionghoa ditulis Ma-La-Yu .

Kerajaan Melayu berlokasikan di Pulau Sumatera.

Sumber informasi adanya kerajaan Melayu bisa dilihat dari prasasti dan berita dari Cina.

Kerajaan ini mengalami beberapa pergolakan kepemimpinan sehingga lokasi kerajaan berpindah-pindah dari 3 lokasi utama yakni dimulai pada abad ke-7 yang berpusat di Minanga dan pada abad ke-13 yang berpusat di Dharmasraya dan diawal abad ke 15 berpusat di Suruaso.

4. Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di indonesia, kerajaan ini berdiri pada tahun 400 M.

Kerajaan kutai berlokasikan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Bukti bahwa kerajaan kutai adalah kerajaan tertua bisa dilihat dari Tugu Yupa yang bertuliskan bahasa sansekerta dengan huruf pallawa yang menjelaskan bahwa kerajaan kutai telah ada sejak 5 Masehi.

Kerajaan kutai dikenal beberapa nama raja-raja besar yang memerintah pada masa kerajaan kutai, antara lain:

  1. Kudungga (raja pertama).
  2. Aswawarman.
  3. Mulawarman.

Kerajaan Tarumanegara

candi kerajaan hindu budha di indonesia
sumber : situsbudaya.id

Kerajaan Tarumanegara berdiri pada tahun 450 M ini adalah kerajaan Hindu tua yang ada di nusantara.

Nama Tarumanagara berasal dari bahasa sansekerta yakni kerajaan di sungai tarum, citarum-jawa barat.

Kerajaan ini dipimpin oleh Purnawarman yang mana pada 417 ia malakukan pengorbanan 1000 ekor sapi untuk kaum brahmana.

Hal ini ia lakukan setelah berhasil  melakukan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga  sepanjang 6112 tombak atau sekitar 11 km.

5. Kerajaan Kalingga (Holing)

kerajaan hindu budha dan islam di indonesia
sumber : situsbudaya.id

Pada tahun 674 di Jepara, Jawa tengah didirikan sebuah negara bercorak hindu bernama Kerajaan Kalingga

Keberadaan Kerajaan ini berasal dapat diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Namun lokasi kerajaan ini belumlah jelas.

Beberapa ahli hanya mampu memperekdiksi di antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang.

Sumber utama informasi keberadaan kerajaan ini didapatkan dari catatan China, Kebiasaan bertutur dan Cerita parahyangan yang disusun pada abad ke 16.

Pemimpi yang paling terkenal ialah Ratu Shima, ia adalah pemimpin yang begitu tegas terhadap pencurian dimana siapa saja yang mencuri akan dipotong tanganya.

Bahkan ia pernah menerapkan hukum ini pada anak kandungnya yang mengambil barang di jalan.

6. Kerajaan Galuh

kerajaan hindu budha pertama di indonesia 2
sumber : situsbudaya.id

Kerajaan galuh berasal dari bahasa sansekerta yang berarti “permata”.

Kerajaan ini berdiri pdaabad 8 masehi dan berlokasikan di Ciamis.

Raja pertama dan paling terkenal adalah Rahiangan Sri Medangjati yang menjabat tahta kerajaan Galuh selama 15 Tahun.

Setelah menjelang wafat ia kemudian mewariskan kepada putra mahkota yakni  Sang Wretikandayun.

Ada 3 wangsa (dinasti) yang berkembang di kerajaan Galuh yakni wangsa kalingga, wangsa sanjaya dan wangsa sailendra.

7. Kerajaan Mataram Kuno

contoh makalah kerajaan hindu budha di indonesia
sumber : situsbudaya.id

Kerajaan Mataram kuno berdiri pada abad ke 8 masehi dan berlokasikan di Jawa Tengah dengan ibukota Medang Kamulan pada abad ke 8 Masehi.

Kerajaan mataram Kuno memiliki seorang raja pertama bernama Raja Sanna.

Pada masa kerajaan mataram kuno, dibangunlah  Candi Dieng dan Candi Prambanan.

Di kerajaan ini terdapat prasasti Canggal yang terdapat kata-kata “mendang i bhumi Mataram” dimana prasasti ini menceritakan tentang pendirian lingga (lambang siswa) di desa kunjaranja oleh sanjaya.

8. Kerajaan Wangsa Isyana

Kerajaan wangsa Isyana adalah kerajaan bercorak hindu.

Kerajaan ini adalah sebuah dinasti penerus dari dinasti Sanjaya.

Pusat pemerintahan dinasti ini terletak di Watuguluh, antara gunung Sumeru dan gunung Wilis.

Mpu Sindok adalah pendiri Kerajaan Wangsa Isyana,  Mpu Sindok  kemudian mendapat gelar Sri Maharaja Rakai Hino sri Isyana Wikrama dharmat tungga dewa dan menjadi Raja Mataram dari tahun 929-947 M.

Mpu sindok merupakan keturunan dinasti Sanjaya yang memindahkan kekuasaan dari Jawa tengah ke Jawa Timur.

Perpindahan inilah yang mengakhiri dinasti Sanjaya dan melahirkan Dinasti Isyana.

Perpindahan  ibukota Mataram Kuno ke Jawa Timur disebabkan karena :

1.     Hilangnya Kewibaan kerajaan (Hilang Tuah) karena sering terjadi perebutan kekuasaan (suksesi)
2.     Mataram Kuno tidak memiliki pelabuhan sehingga sulit berhubungan dengan dunia luar
3.     Ibukota sebelumnya berada di dataran rendah sering dilanda bencana alam akibat letusan gunung berapi.
4.     Terjadi serangan kerajaan Sriwijaya yang menganggu Keselamatan kerajaan wangsa Isyana.

Karya yang paling terkenal dari wangsa Isyana adalah kitab suci agama Budha Tantrayana yang berjudul Sang Hyang Kamahayanikan.

9. Kerajaan Pajajaran (Sunda Galuh)

Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan bercorak hindu yang berlokasi di Jawa Barat dan berpusat di Bogor. Kerajaan Pajajaran berdiri sekitar tahun 932 dan 1579 Masehi dan di dirikan Sri Jayabuphati.

Hal ini berdasarkan sumber sejarah berupa prasasti dan naskah-naskah berbahasa Sunda Kuno.

Bila bicara tentan kerajaan besar di Tanah Sunda yang saling terkait erat, yaitu kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh.

Kedua kerajaan ini adalah pecahan dari Kerajaan Tarumanagara.

Ibu kota kerajaan galuh bertempat di kota kawali di kabupaten Ciamis.

10. Kerajaan Singasari

Pada tahun 1222 Masehi berlokasi di kawasan Singosari, Malang, berdiri kerajaan Singasari oleh Ken Arok.

Kerajaan ini berdiri ketika sebelumnya terjadi perseteruan antara Raja Kediri yakni kertajaya yang merasa cemburu akibat ulah panglimanya yakni ken arok yang jatuh cinta pada selir kertajaya yakni Kendedes.

Ken arok jatuh cinta pada ken dedes dan berkeinginan untuk memperistrinya.

Suatu hari, Ken arok mencuri keris mpu tantular untuk membunuh Kertajaya, setelah kertajaya meninggal, Ken arok mengangkat dirinya menjadi raja singasari.

Ken Arok singasari dengan baik, ia kemudian mewariskan tahta pada anak-anaknya.

Dalam Kepemimpinan Kerajaan singasari banyak terjadi intrik balas dendam sebab kerajaan in juga didirikan dengan muslihat.

Kertanegara adalah Raja terakhir sekaligus terbesar di Singasari.

Namun ia tak memimpin lama sebab pada tahin 1929 M Jayakatwan, keturunan Kertajaya melakukan kudeta dan membunuh Kertanegara sehingga berakhir pula perjalanna kerajaan singasari.

11. Kerajaan Majapahit

kerajaan hindu budha di indonesia dari yang tertua
sumber : situsbudaya.id

Sekitar tahun 1293 M, berdiri kerajaan majapahit dipimpin oleh Raja hayam Wuruk.

Hayam Wuruk memiliki Patih yang sangat terkenal yakni Gajah Mada yang membuat sumpah palapa sekitar tahun 1293 sampai 1500 M.

Patih Gaja Mada dikenal dengan sumpah palapa yang memiliki makna ” Patih Gajah Mada tidak akan memakan makanan enak hingga ia berhasil menguasai wilayah disekitar dengan  kekuasaan Majapahit dan membangun sebuah kemaharajaan.

Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran pada abad 14 M, dengan puncaknya pada tahun 1405-1406 M terjadi perang saudara yang membuat kestabilan politik rusak.

12. Kerajaan Bali

contoh kerajaan hindu budha di indonesia
sumber : situsbudaya.id

Keberadaan Kerajaan diketahui dari Prasasti yang berangka 881 M.

Raja yang terkenal adalah Raja Wangsa Warmadewa.

Bahasa yang digunakan adalah Bali Kuno tapi ditemukan pula prasasti berbahasa Sanskerta.

Memasuki abad ke 11 ditemukan berita dari tiongkok yang menjelaskan tentang tanah Po-Li (bali) yang menyebutkan bahwa penduduk tanah Po-Li hampir sama dengan penduduk kerajaan Ho-ling(Kalingga).

Diantaranya penduduk biasa menulis di daun lontar, adanya adat Ngaben yakni bila ada orang yang meningal, mulut mayat akan dimasukan emas kemudian dibakar.

13. Kerajaan Buleleng

artikel kerajaan hindu budha di indonesia
sumber : situsbudaya.id

Pada abad ke 17, I Gusti Anglurah Panji Sakti dari Wangsa Kepakisan (panji sakti) mendirikan kerajaan Buleleng yang sekaligus menjadi Kerajaan Hindu-Budha tertua di Bali.

I Gusti Anglurah Panji Sakti telah berhasil menyatukan wilayah bali utara (Den Bukit).

Wilayah kerajaan ini berlokasikan di Buleleng, Bali bagian utara yang merupakan pesisir pantai membuat kerajaan ini sering disingahi kapal-kapal.

Hal ini yang membuat kerajaan buleleng terkenal sebab keindahan alamnya yang disingahi pedagang.

14. Kerajaan Tulang Bawang

pada abad VII, I Tsing seorang peziara Budha menulis pernah datang ke To-Lang P’o-Hwang (“Tulangbawang”), suatu kerajaan di pedalaman Chrqse (Pulau Sumatra).

Kerajaan ini pernah mengalami kejayaan pada abad VII M.

Kerajaan Tulang Bawang menganut adat Pepadun yakni setiap orang memiliki hak untuk berkuasa disini.

Terlihat bahwa status sosial dalam masyarakat pepadun tidak semata-mata ditentukan oleh garis keturunan. Sehingga pemimpin adat yang berkuasa selalu berganti trah.

Kerajaan Tulang bawang berlokasi di sekitar Kabupaten Tulang Bawang atau yang lebih kita kenal dengan Lampung.

Sistem pemerintahan di kerajaan ini memfasilitasi siapa saja jadi pemimpin hal ini dikenal dengan pepadun.

Pepadun adalah adat Upaca adat untuk menjadi penguasa sehingga kerajaan ini tidak dipimpin dinasti (garis keturunan), siapa saja bisa jadi pemimpin.

Dalam kerajaan ini tidak dikenal kasta sosial.

Status sosial di dapat selama orang tersebut dapat menyelenggarakan upacara adat Cakak Pepadun yakni upacara adat untuk memberikan gelar adat kepada seseorang.

Cakak Pepadun merupakan cara untuk memperoleh Gelar atau status sosial seperti gelar Suttan, Raja, Pangeran, dan Dalom.

15. Kerajaan Kota Kapur

Kerajaan Kota Kapur berkuasa sebelum munculnya sriwijaya. Pada tahun 1994 penelitian arkeologi dilakukan di kota kapur.

Dalam penelitian ini kemudian ditemukan  sisa-sisa sebuah bangunan candi Hindu (Waisnawa) bersama dengan arca-arca batu, di antaranya dua buah arca Wisnu dengan gaya seperti arca-arca Wisnu yang ditemukan di Lembah Mekhing, Semenanjung Malaka, dan Cibuaya, Jawa Barat, yang berasal dari masa sekitar abad ke-5 dan ke-7 masehi.

Suatu kali ditemukan inskripsi batu dari Kerajaan Sriwijaya yang berangka tahun 608 Saka (=686 Masehi) di situs kota kapur, penemuan itu berupa peninggalan-peninggalan yang lain seperti arca Wisnu dan sebuah arca Durga Mahisasuramardhini.

Dari peninggalan arkeologi tersebut menyebutkan kekuasaan di Pulau Bangka bercorak Hindu-Waisnawa.

16. Kerajaan Kediri

runtuhnya kerajaan hindu budha di indonesia
sumber : situsbudaya.id

Kerajaan kediri didirikan pada tahun 1042 Masehi dengan corak Budha.

Kerajaan ini merupakan pecahan dari kerajaan Airlangga dan terletak di kota Daha (Kediri) Jawa Timur.

Asal mula kerajaan kediri ini ketika raja Airlangga meninggal kemudian keturunan raja yakni pengeran Mapanji Gerasakan dan Pangeran Janggala sampai kemudian dibaginya wilayah.

Pangeran Mapanji Garasakanlah yang kemudian mendirikan kerajaan Kediri di wilayah yang ia kuasai.

Kediri diambil dari bahasa Sanskerta yakni Khadri yang berarti pohon mengkudu.

Raja yang pernah memerintah kerajaan Kediri:

  1. Raja jayabaya
  2. Raja Sarweswara
  3. Raja Kameswara
  4. Raja Kertajaya

Kerajaan Kediri dikenal dengan kekayaan akan sastranya. Berikut beberapa peninggalan kerajaan Kediri diantaranya:

kerajaan hindu budha di indonesia
sumber : ebay.com
  1. Arca Buddha Vajrasattva
  2. Ghatotkachasraya ditulis oleh Mpu Panuluh
  3. Kakawin Bhratayuddha ditulis oleh Mpu Sedah
  4. Kakawin Harinwangsa ditulis oleh Mpu Panuluh
  5. Kakawin Smaradahana ditulis oleh Mpu Dharmajaya
  6. Kresnayana ditulis oleh Mpu Triguna
  7. Sumansantaka ditulis oleh Mpu Monaguna

17. Kerajaan Wijayapura

Kerajaan Wijayapura didirikan pada abad ke-7 di sekitar sungai Renjang, Kalimantan Barat.

Dugaan ini berdasarkan dengan temuan benda kuno seperti patung atau gerabah bercorah Hindu.

Di zaman dahulu perang sangat gencar dilakukan untuk menguasai wilayah kerajaan lain.

Oleh sebab itu kerajaan Wijayapura pernah berkoalisi dengan Kerajaan Bakulapura, kemudian tak lama setelah itu menjadi koalisi Kerajaan Tanjungpura, yaitu Kerajaan bawahan Majapahit di Pulau Kalimantan.

Di dalam kitab Negarakertagama disebutkan bahwa Kerajaan Majapahit menguasai hampir seluruh Nusantara tak terkecuali kerajaan-kerajaan di Pulau Kalimantan.

Kerajaan Kanjuruhan

hubungan kerajaan hindu budha di indonesia
sumber : aremamedia.com

Kerajaan Kanjuruhan berdiri sejak abad ke 7 atau sekitar 760 Masehi.

Kerajaan ini bercorak hindu dan termasuk kerajaan tertua.

Gajayana adalah pendiri kerajaan kanjuruan, hal ini berdasarkan prasasti dinoyo yang menceritakan kehidupan masyarakat kerajaan kanjuruhan.

Prasasti Dinoyo mengunakan bahasa sansekerta dan aksara jawa kuno.

Kerajaan ini terletak di desa Dinoyo, Malang Jawa Timur.

Prasati paling terkanal adalah Candi badut.

18. Kerajaan Janggala

kerajaan hindu budha di indonesia beserta rajanya
sumber : syaifulnurhakam.blogspot.com

Kerajaan Janggala didirikan oleh Pangeran Airlangga pada tahun 1032 dan terletak di  Kahuripan, sungai Brantas yang diperkirakan kini menjadi bagian kota Surabaya.

Berdasarkan catatan China, nama kerajaan Janggala diambil dari kata Hujung Galuh (Jung-ya-lu).

Kerajaan Janggala merupakan pelabuhan  yang disebut Hujung Galuh yakni pelabuhan penting sejak zaman kerajaan besar seperti majapahit dan kediri.

Peninggalan-peninggalan Masa Hindu di Indonesia:

Demikian beberapa kerajaan yang bercorak ajaran Hindu-Budha di indonesia. Ajaran Hindu Budha telah memberikan perubahan yang signifikan dalam membangun peradaban di nusantara.

Mahasiswa jurusan Sastra Arab asal malang yang memiliki hobby jalan-jalan mulai menulis sejak tahun 2015. aktif dikegiatan kemuslimahan dan biasa disebut aktifis karena suka ikutan “aksi kamisan”. ingin kenal lebih dekat dengan dia? yuk kepoin di instagramnya.

Tinggalkan komentar