Kerajaan Kalingga

Pernahkan kamu mendengar sejarah Kerajaan Kalingga?

Iya, Kerajaan Kalingga merupakan salah satu kerajaan kuno yang bercorak Hindu-Buddha yang terletak di Jawa Tengah.

Kerajaan ini pernah berjaya dan berkembang di Nusantara pada sekitar abad ke-6 Masehi hingga 7 Masehi.

Perkembangan Kerajaan Kalingga berada di wilayah Jawa Tengah, sayang tidak ada bukti pasti atau sejarah mengenai lokasi kerajaan tersebut.

Namun para ahli memprediksi dan meyakini jika pusat Kerajaan Kalingga ada di Pekalongan dan Jepara.

Halong (Ho-ling) merupakan sebutan lain dari Kerajaan Kalingga yang diambil dari istilah setempat (Pekalongan) berarti hasil.

Kerajaan ini adalah yang pertama kali muncul di Pantai Utara Jawa Tengah bersamaan dengan Kerajaan Kutai dan Tarumanegara.

Salah satu pemberitaan di China menyebutkan jika Kalingga disebut juga dengan She-Po.

Pendapat lainnya juga menyebutkan jika Kerajaan Kalingga berasal dari Jawa Tengah.

Masyarakat setempat di Kerajaan Kalingga mayoritas menggunakan bahasa sansekerta dan Melayu Kuno.

Untuk urusan kepercayaan, sebagian masyarakat di sana lebih banyak beragama Hindu dan Buddha.

Sedangkan sebagian kecil lainnya memilih untuk memeluk kepercayaan leluhur.

Sejarah Kerajaan Kalingga

ekonomi kerajaan kalingga brainly
Image source: www.sejarahbudayanusantara.weebly.com

Ratu Shima adalah raja pertama yang juga mengenalkan Kerajaan Kalingga pada dunia.

Di bawah kepemimpinannya, ia terkenal sebagai sosok yang tegas dan bijaksana.

Seperti apakah sosok Ratu Shima itu?

Berdasarkan catatan sejarah dijelaskan jika Ratu Shima merupakan karakter yang patuh dan tegas dengan segala aturan.

Saking tegasnya, Ratu Shima bahkan pernah menghukum putranya sendiri yang ketahuan melanggar aturan kerajaan.

Masa jaya Ratu Shima dituliskan memerintah Kerajaan Kalingga sejak abad 674 M – 732 M.

Awal Mula Berdirinya Kerajaan Kalingga

kerajaan kalingga berada di
Image source: www.romadecade.org

Diiperkirakan kerajaan ini telah ada sejak abad ke-6 M hingga ke-7 M.

Nama Kalingga sendiri diambil dari bahasa India kuno Kaling yang berarti tautan antara India dan Indonesia.

Tidak seperti kerajaan lain di Indonesia, sejarah Kerajaan Kalingga sangatlah langka bahkan susah ditemukan.

Namun dari banyak penelitian, Jepara dan Pekalongan-lah yang dicurigai menjadi tempat asal kerajaan tersebut.

Jepara diduga kuat jadi lokasi Kerajaan Kalingga karena di sana ada Kabupaten Keling yang terletak di Pantai Utara.

Sedangkan Pekalongan dicurigai lantaran dulu pertama kali dibangun kerajaan tersebut ada pelabuhan kuno.

Temuan lain juga menyebutkan jika Pekalongan adalah gabungan kata Pe-Kelinga-an.

Catatan sejarah tentang berdirinya Kerajaan Kalingga banyak diperoleh dari kronik berita China dan catatan lokal penduduk Jawa Tengah.

Pada abad ke-7 M, kronik China menceritakan jika saat itu di Jawa tengah berkembang pusat keagamaan Buddha.

Berita itu juga menyebutkan jika Kerajaan Kalingga atau Holing dikelilingi oleh tembok besar yang dibangun dari potongan-potongan kayu.

Penduduknya pun digambarkan mahir memproduksi minuman keras yang saat itu dipimpin oleh Ratu Shima (His-mo).

Ratu Shima yang tegas dan cukup keras itu tertulis beragama Hindu aliran Syiwa.

Di bawah kepemimpinanya Kerajaan Kalingga berada pada masa kejayaan.

Ratu Shima yang disiplin, bahkan tak segan menghukum siapa saja yang kedapatan mencuri di wilayahnya.

Itu mengapa masyarakat di Kerajaan Kalingga menjadi pribadi yang jujur dan berada pada jalur yang benar.

Dalam cerita Parahyangan, Dewi Parwati yang merupakan putri Ratu Shima dituliskan dinikahkan dengan seorang putra mahkota Kerajaan Galuh bernama Rahyang Mandiminyak.

Setelah menikah, Mandiminyak diberi kepercayaan untuk menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh.

Mereka akhirnya dikaruniai seorang anak yang merupakan cucu Ratu Shima.

Cucu Ratu Shima bernama Dewi Sannaha kemudian menikah dengan raja ketiga dari Kerajaaan Galuh bernama Prabhu Bratasenawa.

Sanjaya adalah buah cinta Dewi Sannaha dan Prabu Bratasenawa yang selanjutnya mendapat tahta.

Setelah Ratu Shima meninggal pada abad 732 M, Kerajaan Kalingga akhirnya berpindah tahta ke Sanjaya.

Sanjaya pun menjadi Raja Kalingga dan memimpin kerajaan bagian utara.

Kemudian Kerajaan Kalingga bagian utara ini dikenal dengan nama Bumi Mataram.

Bumi Mataram dalam Bahasa Sansekerta berarti Bumi Ibu Pertiwi.

Raja Sanjaya pun kemudian mendirikan Wangsa Sanjaya (Dinasti Sanjaya) di Kerajaan Mendang alias Kerajaan Mataram Kuno.

Selain itu, Sanjaya juga merupakan pewaris tunggal Kerajaan Sunda Galuh dari sang ayah Prabhu Bratasenawa dan juga Kerajaan Kalingga dari sang ibu Dewi Sannaha.

Raja Sanjaya memimpin Kerajaan Mataram Kuno pada abad 732 M.

Namun kemudian kekuasaanya dialihkan ke putranya dari Tejakencana, Tamperan Barmawijaya atau Rakeyan Panaraban.

Tepatnya kekuasaan yang ada di Jawa Barat.

Memang catatan sejarah Kerajaan Kalingga sangat minim dan beberapa berhasil didapatkan dari prasasti dan catatan China.

Abad 752 M, Kerajaan Kalingga pun ditaklukkan oleh Kerajaan Sriwijaya karena menjadi kerajaan dari jaringan perdagangan yang bekerja sama dengan Kerajaan Dharmasraya dan Tarumanegara.

Letak Kerajaan Kalingga

corak kerajaan kalingga
Image source: www.sejarah.id

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, belum ada yang tau pasti di mana letak dari Kerajaan Kalingga.

Tidak ada bukti yang pasti, berdasarkan catatan Tiongkok, Pekalongan dan Jepara lah yang memiliki bukti kuat pusat kerajaan Kalingga.

Atau tepat berada di dekat Pantai Utara. Kerajaan kuno ini juga dikelilingi oleh tembok besar dari tonggak kayu.

Jepara disebut sebagai pusat pemerintaan Kerajaan Kalingga sedangkan Pekalongan sebagai wilayah kekuasaanya.

Dan berikut catatan zaman Dinasti Tang pada abad 618 M – 906 M

  • Ho-ling atau Jawa terletak di Lautan Selatan sebelah utaranya ada Ta Hen La alias Kamboja sedangkan dibagian timur ada Po-Li alias Bali dan sebelah barat adalah Pulau Sumatera. Ibukota kerajaan ini dikeliling oleh tembok besar yang dibuat dari kayu.
  • Pemimpin Kerajaan tinggal di bangunan besar bertingkat, beratap daun palem dan diketahui singgahsananya dibuat dari gading gajah.
  • Penduduknya di sana terampil membuat minuman keras dari bunga kelapa.
  • Wilayah kerajaan menghasilkan kulit penyu, emas, perak, cula badak, dan gading gajah.

Pendiri Kerajaan Kalingga

penguasa di kerajaan kalingga adalah
Image source: www.budayajawa.id

Kerajaan kono yang punya wilayah cukup besar ini dikenal karena kepemimpinan Ratu Shima yang telah memerintah sejak abad 674 M hingga ia meninggal dunia pada 732 M.

Ini adalah sosok ratu legendaris yang dikenal di pesisir Pantai Utara Jawa Tengah.

Sayang tidak ada informasi jelas bagaimana awal mula didirikannya Kerajaan Kalingga ini.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kalingga

peninggalan di kerajaan kalingga
Image source: www.kerisku.id

Karena hasil alam dan pertaniannya yang melimpah ruah, mayoritas pertumbuhan ekonomi di Kerajaan Kalingga bertumpu pada sektor perdagangan.

Hal ini juga ditunjang karena Kerajaan Kalingga tidak jauh dari pesisir Pantai Utara Jawa Tengah.

Jadi masyarakatnya mudah mengakses dan diakses oleh pedagang luar negeri.

Kulit penyu, emas, perak, cula badak, dan gading gajah merupakan hasil paling banyak menyumbang perekonomian masyarakat Kalingga.

Enggak heran jika singgahsana sang ratu terbuat dari gading gajah.

Selain itu, penduduk sentempat pun mahir membuat minuman keras dari bunga kelapa dan aren.

Pun begitu, minuman kerasnya juga ikut diperdagangkan.

Kehidupan Sosial Kerajaan Kalingga

kerajaan kalingga dimana
Image source: www.indonesia.go.id

Di bawah kepemimpinan Ratu Shima yang tegas dan taat pada aturan, penduduk Kerajaan Kalingga pun hidup dengan amat teratur.

Bahkan penduduk di sana dikenal jujur karena penegakan hukum Ratu Shima tak pernah pandang bulu.

Baik rakyat kecil mau pun anaknya sendiri mendapatkan hukuman yang sama saat melakukan kesalahan.

Untuk membuktikkan ketegasan hukum di Kerajaan Kalingga, seorang Raja yang bernama T-shin dari kaum muslim arad dan persia pernah menguji.

Rata T-shin mengutus praturitnya menaruh jebakan berisi sekantong emas di jalanan wilayah Kerajaan Kalingga.

Dan setelah 3 hari, kantong tersebut masih utuh bersama dengan emas di dalamnya.

Namun pada satu kejadian kantong tersebut tak sengaja terinjang putra Ratu Shima hingga isi emasnya berceceran.

Selentingan kabar itu pun didengar sang ratu dan membuatnya marah hingga memerintahkan prajuritnya untuk menghukum mati putranya.

Beruntung para menteri meminta pengampunan hingga sang puta mahkota tak jadi diesekuti mati.

Betapa tegasnya Ratu Shima?

Untuk darah dagingnya sendiri saja ia bahkan tak memberi ampun.

Kehidupan Politik Kerajaan Kalingga

ciri kerajaan kalingga
Image source: www.salamadian.com

Kerajaan Kalingga di bawah kepemimpinan Ratu Shima berlangsung cukup lama hingga dia memiliki seorang cucu bernama Sannaha.

Sannaha kemudian menikah dengan Raja Brantasenawa yang merupakan raja ketiga Kerajaan Galuh.

Dari pernikahannya ia dikaruniai seorang anak bernama Sanjaya yang kemudian meneruskan tahta Kerajaan Kalingga usai Ratu Shima wafat.

Tak lama berselang, Sanjaya kemudian mendirikan Kerajaan Mataram Kuno.

Namun sayang, masa kejayaanya tidak lama kerena Kalingga berhasil diserang Kerajaan Sriwijaya.

Bahkan sejak Sanjaya memimpin, mulai terlihat tanda-tanda kehancuran.

Puncaknya saat Kerajaan Sriwijaya mulai menyerang dan mengambil alih.

Akhirnya perniagaan direbut rakyat pun diam-diam mengungsi di pedalaman Pulau Jawa.

Secara garis besar kehidupan politik, pemerintah tertinggi diserahkan pada beberapa 4 orang menteri.

Keempatnya mengatur penguasaan atas 28 kerajaan kecil di Jawa tengah dan kemungkinan juga Jawa Timur.

Menariknya, penduduk setempat bahkan sudah mengenal lembaga masyarakat dengan segenap fungsi dan tugas yang jelas dilihat dari aspek sosial dan budaya.

Kaidah-kaidah kedisiplinan di terapkan di sana beserta aturan hukumnya.

Masa Kejayaan Kerajaan Kalingga

kerajaan kalingga beserta gambarnya
Image source: www.salamadian.com

Pada abad 674 M – 732 M Kerajaan Kalingga terlihat begitu berjaya. Di bawah kepemimpinan Ratu Shima, Kalingga berhasil berada pada masa keemasan.

Dan pada saat itulah Kerajaan Kalingga berada pada masa emas.

Raja-raja kerajaan lain pun sampai segan dan hormat dengan Kerajaan Kalingga.

Pada masa itu pula agama Hindu dan Buddha mulai berkembang harmonis di wilayah Kerajaan Kalingga.

Runtuhnya Kerajaan Kalingga

kerajaan kalingga di jawa tengah
Image source: www.historyofcirebon.id

Semenjak Kerajaan Kalingga tak lagi dipimpin oleh Ratu Shima, tanda-tanda keruntuhan pun mulai tercium.

Puncaknya terjadi ketika Kerajaan Kalingga diserang oleh Kerajaan Sriwijaya.

Sejak itu pemerintahan di sana mengalami kemunduran.

Bahkan Pemerintakan Kerajaan Kalingga mulai menyingkir ke Pulau Jawa bagian timur.

Tak sedikit yang memilih lari ke pelosok Jawa bagian tengah.

Hal itu terjadi mulai abad 742 -755 M.

Tak hanya Kerajaan Sriwijaya, Kalingga bahkan juga diserang oleh jaringan perdagangan lainnya yakni Kerajaan Melayu dan Tarumanegara.

Bukti Peninggalan Kerajaan Kalingga

kerajaan kalingga politik ekonomi sosial budaya
Image source: www.made-blog.com

Meski catatan sejarahnya susah untuk ditemukan, namun Kerajaan Kalingga memiliki beberapa peninggalan yang masih tersisa.

Berikut ini adalah beberapa bukti peninggalan Kerajaan Kalingga;

1. Prasasti Tuk Mas

kerajaan kalingga adalah
Image source: www.romadecade.org

Adalah prasasti yang dipahatkan dari batu alam berukuran besar.

Ditemukan di dekat lereng Gunung Merapi tak jauh dari mata air, Prasasti Tuk Mas ini pertama kali didapatkan di dusun Dakawu, Desa Lepak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Di dalam prasasti tersebut kita dapat melihat tulisan huruf Pallawa yang diukir menggunakan bahasa Sansekerta.

Isi dari prasasti ini menceritakan jika ada sebuah sungai berair jernih dekat lereng Merapi.

Saking jernihnya sampai-sampai disebut mirip dengan sungai suci dari India yakni Sungai Gangga.

Di prasasti itu pula terdapat gambar kendi, trisula, cakra, bunga teratai, kapak, dan kalasangka.

Banyak dugaan jika ada hubungan spesial antara Kerajaan Kalingga dengan kebudayaan Hindu (India) terutama setelah melihat ada ciri sungai Gangga di dalam prasasti tersebut.

2. Prasasti Sojomerto

kerajaan kalingga akan mencapai puncak kejayaan pada masa
Image source: www.pikniktoday.com

Sedikit berbeda dengan prasasti sebelumnya, prasasti Sojomerto ini lebih bersifat keagamaan Siwais.

Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah adalah lokasi awal penemuan prasasti ini.

Batu yang diukir ini ditulis dengan aksara Kawi dari bahasa Melayu Kuno yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-7 M.

Prasasti ini berisi keluarga tokoh utama Dapunta Salendra yang merupakan ayah dari Santanu dan ibunya Bhadrawati lalu istrinya Sampula.

Dapunta Selendra adalah calon raja dari keturunan Wangsa Sailendra yang akan berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu.

3. Candi Angin

kerajaan kalingga lengkap
Image source: www.muttaqin.id

Tak hanya prasasti, Kerajaan Kalingga juga meninggalkan bangunan candi.

Adalah Candi Angin.

Bangunan kuno tersebut dapat ditemukan di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

Mengapa dinamakan Candi Angin? Sebab letak candi tersebut cukup tinggi.

Makanya terpaan anginnya terasa kencang setiap harinya.

Meski begitu bangunan ini masih kokoh dan bisa dikunjungi.

Menurut sejarah candi in ibahkan dibangun lebih dulu dari pada Candi Borobudur yang ada di Magelang, begitu pendapat para ahli.

Diperkirakan candi ini mulai dibangun sebelum masuknya kebudayaan Hindu Buddha di Jawa.

4. Candi Bubrah

kerajaan kalingga aspek politik
Image source: www.pikniktoday.com

Terletak tidak jauh dari Candi Angin, terdapat Candi Bubrah.

Awalnya candi ini ditemukan dalam keadaan bangunan sudah luluh lantak alias bubrah dalam bahasa Jawa.

Itu mengapa nama candi ini menjadi Candi Bubrah.

Dan benar saja, dari bangunannya candi ini memang memiliki desain yang kurang beraturan.

Candi bubrah diprediksi mulai dibangun pada abad ke 9 M berdasarkan gaya arsitekturnya..

Hal ini diperkuan dengan tampilan candi yang bercorak kebudayaan Buddha.

***

Itu tadi sekilas sejarah dan peninggalan dari Kerajaan Kalingga yang diperkiraakn berada di Pekalongan dan Jepara.

Peninggalannya pun hingga kini masih terjaga meski keadaan alam seringkali membuat bangunan tak sekokoh masa pembangunan.

Jadi buat kamu yang ingin tau lebih dalam tentang Kerajaan Kalingga, bisa langsung datang ke peninggalan kunonya agar ilmu sejarah bisa makin update.

Seorang yang suka mengisi waktu luang dengan hal produktif, salah duanya membaca dan menulis.

Tinggalkan komentar