Menikmati Pesona Alam di Kota Peristirahatan Bung Karno

Terletak di sebelah selatan provinsi Jawa Timur, Blitar terkenal sebagai tempar dimakamkannya presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Selain memiliki nilai sejarah yang berarti bagi Indonesia, tempat-tempat wisata alam Blitar juga memiliki pesona sendiri yang tidak kalah menarik.

Tujuh tempat wisata berikut ini mewakili ragam wisata alam Blitar, mulai dari pantai, air terjun, sampai perkebunan.

1. Air Terjun Tirto Galuh

Sumber gambar: https://www.instagram.com/jelajahblitar/

Terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Air Terjun Tirto Galuh merupakan tempat mengalirnya aliran sungai yang lebar dan curam.

Bentuk bebatuan di sekitar sungai yang menyerupai kedung (palung) membentuk aliran-aliran air selayaknya air terjun, sehingga tak jarang wisatawan juga mengenal Air Terjun Tirto Galuh dengan nama Air Terjun Kedung Malang.

Selain dapat menikmati suguhan pemandangan dan sejuknya air sungai, wisatawan juga dapat menikmati fasilitas lainnya seperti flying fox dan area khusus yang diperuntukkan untuk wisatawan yang ingin berenang.

Air Terjun Tirto Galuh diibuka setiap hari mulai pukul 8.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Tanpa dipungut biaya tiket masuk, wisatawan yang berkunjung cukup membayar uang parkir sebesar Rp. 2.000 untuk sepeda motor, dan Rp. 5.000 untuk kendaraan roda empat.

2. Pantai Jebring

Sumber gambar: https://www.instagram.com/jelajahblitar/

Pantai yang terletak di desa Ngadipuro, Wonotirto, Kabupaten Blitar ini terkenal sebagai “pantai berpasir hitam.”

Hamparan pasir yang berwarna hitam pekat karena memiliki kandungan bijih besi di dalamnya ini, menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.

Selain hamparan pasir yang pekat, Pantai Jebring merupakan pantai terluas di antara pantai-pantai di wilayah Ngadipuro.

Pada sisi barat pantai ini terdapat muara sungai yang cukup lebar. Muara tersebut memisahkan pantai dengan tebing di sisi barat.

Sementara itu, di sisi timur terdapat tebing yang cukup tinggi dan mampu menaungi area di bawahnya dari teriknya matahari pagi.

Area di sekitar tebing tersebut memang menarik, selain teduh, di sini juga terdapat batu payung yang menarik untuk berswafoto.

Walaupun memiliki pemandangan alam yang menakjubkan, akses menuju Pantai Jebring sulit dijangkau karena melalui perbukitan, serta terkendala kondisi jalanan yang rusak dan berlubang.

Selain itu fasilitas di pantai ini juga terbilang cukup minim.

Oleh karena itu apabila ingin berkunjung ke pantai ini, diusahakan untuk membawa kebutuhan masing-masing seperti bekal atau alas duduk.

3. Kebun Teh Sirah Kencong

Sumber gambar: https://www.instagram.com/jelajahblitar/

Kebun teh ini menjadi perbincangan warganet di media sosial setelah cerita keindahan pemandangan matahari terbitnya menarik perharian sutradara Hollywood, Livi Zhen.

Selain menjual pemandangan asri kebun teh dan keindahan sunrise, Kebun Teh Sirah Kencong juga menawarkan pemandangan asri pegunungan.

Dari kebun teh ini kita dapat melihat Gunung Kelud dari sisi sebelah barat dan Gunung Butak dari sisi timur.

Kebun Teh Sirah Kencong ini terletak di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dari pusat kota Blitar, dibutuhkan waktu kurang lebih satu setengah jam untuk sampai ke lokasi Kebun Teh.

Karena berada di daerah dataran tinggi, wisatawan sangat dianjurkan untuk memakai pakaian yang hangat.

4. Hutan Pinus Gogoniti

Sumber gambar: https://www.instagram.com/jelajahblitar/

Hutan Pinus Gogoniti terletak di Desa Kemrigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar ini baru dibuka sejak tahun 2017.

Walaupun baru dua tahun dibuka untuk umum, hutan pinus ini sudah mampu menarik perhatian banyak wisatawan baik dari Blitar sendiri maupun dari luar pulau.

Selain menyuguhkan pemandangan hamparan pohon pinus yang estetik serta kesejukan iklim di sekitarnya, hutan pinus Gogoniti juga menyediakan berbagai tempat khusus untuk aktivitas wisatawan.

Mulai dari tempat berswafoto, piknik keluarga, hingga penyediaan fasilitas berkuda juga dapat kita temukan di sini.

Selain membayar uang parkir, wisatawan tidak dipungut retribusi apapun apabila berkunjung ke hutan pinus Gogoniti.

5. Pantai Pangi

Sumber gambar: https://www.instagram.com/jelajahblitar/

Terletak di ujung barat Kabupaten Blitar atau tepatnya di Desa Dusun Krajan, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, pantai ini dapat ditempuh dengan durasi perjalanan sekitar 90 menit dari kota Blitar.

Jika Pantai Jebring terkenal dengan keindahan pasir hitamnya yang menarik perhatian, Pantai Pangi terkenal sebagai tempat memancing dan berkemah para wisatawan.

Di pantai ini terdapat area datar yang cukup luas untuk mendirikan tenda, khususnya di kerimbunan pohon pinus.

Untuk dapat menikmati keindahan Pantai Pangi, wisatawan hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 8.000-, per-orang.

Tiket parkir di pantai ini dibanderol seharga Rp. 2.000-, untuk motor dan Rp. 5.000-, untuk mobil.

6. Gunung Kelud

Sumber gambar: https://www.instagram.com/jelajahblitar/

Destinasi wisata alam ini bukan hanya terkenal di kalangan masyarakat Blitar, namun juga seluruh Indonesia.

Gunung yang masih aktif dan sempat mengalami letusan besar pada tahun 2014 ini, masih menjadi destinasi alam favorit wisatawan.

Gunung Kelud berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, dengan ketinggian 5679 kaki atau 1731 meter di atas permukaan air laut.

Terhitung sejak tahun 1000 M, Gunung Kelud sudah meletus lebih dari 30 kali.

Saat ini Gunung Kelud masih menjadi salah satu gunung favorit para pendaki dan wisatawan.

Salah satu rute favorit yang menjadi andalan para pendaki adalah rute pendakian via Desa Tulungrejo, Blitar.

7. Goa Luweng

Sumber: https://travelingyuk.com/air-terjun-goa-luweng/150637/

Memiliki rute yang searah dengan Air Terjun Tirto Galuh, Goa Luweng juga menawarkan kekayaan alam yang tidak kalah indah.

Goa Luweng secara geografis terletak di Desa Ngrejo, Bakung, Kabupaten Blitar.

Tidak hanya keindahan bebatuan yang membentuk goa, Goa Luweng juga memiliki daya tarik ciri khas berupa air terjun yang tersembunyi di dalamnya.

Nama “luweng” sendiri berasa dari Bahasa Jawa yang berarti “tungku”.

Hal ini dikarenakan bentuk Goa Luweng yang menyerupai tungku dengan bagian tengah yang berlubang dan dialiri air terjun.

Selain disuguhkan dengan keindahan tempat, kita juga akan disuguhkan dengan keramahan para penduduk sekitar.

Karena wisata ini masih dikelola secara penuh oleh warga lokal, mereka sangat mengandalkan pemasukan dari para wisatawan.

Untuk itu mereka menyediakan layanan penunjang ekonomi wisata seperti mengantarkan wisatawan ke pusat air terjun dan berjualan kudapan ringan.

Related post:

Tinggalkan komentar