Metode Penelitian

Memasuki tahap akhir dalam jenjang pendidikan, setiap mahasiswa atau murid sekolah tingkat tertentu biasanya harus menyusun tugas dalam bentuk penelitian.

Dalam tahapnya, penelitian itu sendiri memerlukan proses yang cukup panjang, terutama saat mulai merancang metode hingga hasil analisis.

Bab tiga yang notabene berisi metode penelitian adalah proses pengumupulan data secara sistematis, logis, dan ilmiah, yang digunakan peneliti untuk memperkuat teori bahkan hasil simpulan terhadap suatu fenomena atau gejala tertentu dari beberapa variabel.

Di bawah ini akan dijelaskan secara luas apa saja jenis dan contoh suatu metode yang digunakan dalam beragam penelitian.

Pengertian Metode Penelitian

Menurut sejumlah ahli, metode penelitian merupakan suatu cakupan atau unsur penting berupa data-data yang digunakan peneliti dalam melakukan investigasi pada sebuah fenomena atau kasus tertentu.

Sementara itu, pengertian secara luasnya; metode penelitian merupakan proses pengumpulan dan penyajian data sebagai sumber informasi maupun ilmu teori baru yang akan dimanfaatkan oleh penulis dalam langkah penyelidikan terhadap suatu hubungan baik sebab-akibat, perbandingan, ilmiah, dan sejumlah bidang tertentu.

Jenis/Macam-macam metode penelitian

1. Metode Penelitian Kualitatif

Metode penelitian kualitatif adalah sebuah penelitian yang digunakan untuk menggali informasi lebih dalam melalui seorang atau beberapa narasumber, partisipan, atau pihak dengan tujuan menguatkan argumen peneliti.

Biasanya si bakal menelaah seluruh data yang ia dapat usai melakukan investigasi, kemudian disimpulkan oleh sudut pandangnya sendiri.

Misalnya seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi sedang melakukan penelitian tentang seberapa besar dampak hoax dan media terhadap pola pikir masyarakat. Ia pun mencari narasumber dari beberapa bidang seperti jurnalistik, psikolog, dan ahli hukum.

Nah, semua informasi yang telah diperoleh kemudian dikumpulkan dan muncullah gambaran baru untuk membuka pikiran masyarakat dari hasil wawancaranya. Sifatnya deskriptif dan eksploratif melalui narasi dari si peneliti.

Jenis data yang digunakan dalam metode ini bukanlah angka, melainkan sifat.

2. Metode Penelitian Kuantitatif

metode penelitian hukum normatif
sumber ilustrasi foto: Slideshare.net

Berbeda dengan kualiatif, kuantitatif merupakan metode yang dipilih peneliti dalam menganalisis sesuatu secara alamiah. Proses yang digunakan bertumpu pada seberapa banyak data dan alat ukur yang diandalkan.

Biasanya digunakan untuk membandingkan, memperkuat, membantah, atau meneliti ulang teori sebelumnya yang pernah ada.

Misalnya saja, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi meneliti tentang penghindaran pajak dan laba perusahaan yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia), maka ia harus menghitung laba dan beban pajak perusahaan tersebut kemudian dianalisis menggunakan alat seperti SPSS.

Istilahnya yakni mengolah data secara tidak langsung. Apa pun hasilnya harus dilaporkan demi mendukung hipotesis yang diajukan oleh peneliti.

3. Metode Penelitian Deskriptif

Hampir sama dengan metode kualitatif, penelitian yang bersifat deskripsi berarti menggambarkan secara keseluruhan data yang diperoleh atau dimiliki supaya lebih mudah menjelaskan suatu fenomena pada pembaca.

Pada umumnya, metode penelitian deksriptif ini dibuat secara terstruktur atau sistematis, bisa dipertanggungjawabkan, akurat, nyata, serta mengandung informasi yang relevan.

Contohnya seorang anak SMA meneliti tentang khasiat jambu biji. Nah, ia harus memaparkan apa saja manfaat buah tersebut, cara pengolahan yang benar, teori dari para ahli gizi, serta bukti di lapangan yang sudah teruji sebelumnya.

4. Metode Penelitian Skripsi

Menurut beberapa ahli, metode penelitian skripsi adalah menunjukkan berbagai macam metode serta teknik pengumpulan data yang sedang digunakan peneliti dalam tugas akhirnya. Agak mirip dengan metodologi penelitian tetapi berbeda secara konsep.

Misalnya saja, seorang peneliti ingin menganalisis suatu laporan keuangan perusahaan di sebuah kota A.

Nah, ia harus bisa menjelaskan teknik, populasi, dan sampel diikuti teori yang mendukung─mengapa diperbolehkan untuk memanfaatkan teori A atau B (Bisa jadi karena mereplika penelitian sebelumnya atau sudah ada beberapa peneliti yang concern pada kasus serupa tetapi berbeda objek).

5. Metode Penelitian Sosial

Masih asing untuk didengar, poin kelima ini bisa terbilang menarik untuk dibahas.

Ya, dari sebutannya saja sudah mengundang kata ‘sosial’, berarti fenomena yang diteliti juga seputar atau tidak jauh dari kejadian, kasus, aktivitas, maupun peristiwa sosial/umum.

Contoh paling mudah yaitu ketika seorang peneliti ingin menyelidiki fenomena tarian Hakka yang digunakan oleh warga New Zealand sebagai bentuk toleransi atau penghormatan pada mereka yang sudah tiada.

Dari situ akan diperoleh berbagai macam informasi terkait asal-usul atau sisi historis tarian Hakka yang legendaris.

Barulah ia menjelaskan pada pembaca. Simpulannya adalah, metode penelitian sosial merupakan proses menemukan sebuah kebenaran dalam perspektif si penulis dalam memecahkan masalah melalui teknik yang ia gunakan.

6. Metode Penelitian Deksriptif Kualitatif

metode penelitian agama
sumber ilustrasi foto: Slideshare.net

Serupa dengan yang telah dibahas sebelumnya, deskriptif kualitatif menggabungkan narasi deksripsi dengan metode kualitatif. Artinya, peneliti tidak menggunakan hitungan numerik, melainkan dalam bentuk pemaparan sifat.

Misalnya seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan Bimbingan Konseling ingin meneliti tentang pengaruh sholat dhuha terhadap mental anak remaja di suatu daerah, maka ia akan memberikan pertanyaan yang mengacu pada sholat dhuha, tidak sholat, sering sholat, kadang-kadang sholat.

Dari hasil tersebut akan diperoleh suatu kesimpulan bahwa anak sekolah di daerah tersebut yang rajin sholat dhuha merasa hidupnya lebih tenang, tidak mudah down, dan spiritualnya bagus.

Sekaligus untuk memperkuat sudut pandang peneliti sebagai instrumennya langsung, maka bisa mewawancarai guru atau kepala sekolah tentang sholat dhuha yang dilakukan siswa di mata mereka.

7. Metode Penelitian Eksperimen

Eksperimen berarti melakukan proses penelitian atau penemuan data yang bertujuan untuk melihat, memahami, dan memperoleh kemungkinan adanya keterkaitan di antara objek yang sedang diteliti. Jadi bisa dikatakan, metode penelitian ini akan memunculkan beberapa pertanyaan di kepala sang peneliti.

Misalnya saja pemanfaatan daur ulang sampah plastik menjadi ecobrick adalah alternatif yang sedang dikerjakan oleh beberapa pecinta alam termasuk pegiat lingkungan.

Nah, ecobrick sendiri disebut sebagai jalan terakhir dalam memperlakukan sampah tanpa menyebabkan polusi udara berbahaya sehingga banyak yang menyarankannya sebagai bahan bangunan.

Namun, sebagai peneliti yang hendak mengaplikasikan ide tersebut pastinya ingin membuktikan dong, apakah benar dan adakah dampak minus-nya? Kemudian peneliti akan berpikir “Kalau kita menggunakan ecobrick sebagai campuran material bangunan, apakah yang terjadi bila kebakaran melanda?” pertanyaan tersebut muncul karena ecobrick adalah plastik dan seluruh isi di dalam botol juga plastik, sehingga tidak bisa tahan panas.

Pun kalau terbakar susah dipadamkan. Kemudian, dilakukanlah penelitian eksperimen guna mencari tahu kebenaran hubungan kausal di antara keduanya.

Dalam penelitian ini tiga unsur yang juga tidak boleh dilupakan adalah aktivitas kontrol, observasi mendetail, dan manipulai secara langsung.

Kontrol di sini dijadikan sebagai standar dalam mengamati perubahan yang terjadi. Setelah itu, manipulasi pun bisa diberlakukan dengan cara mangakali variabel bebasnya. Apakah Anda sudah paham?

8. Metode Penelitian Studi Kasus

Jika menggabungkan beberapa teori dari para ahli, metode penelitan studi kasus mempunyai pengertian, bahwa suatu pengujian yang dilakukan sangat rinci dengan melibatkan latar belakang, subjek, dan objek yang berkaitan dengan penyimpanan arsip penting. Singkatnya, studi kasus lebih berpusat pada subjek/objek yang diteliti seraca mendetail, terarah, dan jelas. Ada beberapa jenis studi kasus yang dikenal seperti analisis keadaan/situasi, unit organisasi mikro atau mikroethnografi, pengamatan, historical view, dan sosial kemasyarakatan. Pada poin ke-8 ini, si peneliti bisa melakukan analisis kasus dengan cara terjun langsung ke lapangan untuk meluhat kondisi real, minimal mengumpulkan banyak bukti sebagai acuan informasi, dan juga bisa berkumpul dengan mereka yang punya inisitaif serupa.

9. Metode Penelitian Hukum

Tidak hanya ekonomi, sosial, dan budaya saja yang menggunakan sebuah metode penelitian. Bidang atau sektor hukum pun juga sama.

Namun agaknya sedikit mirip dengan deksriptif kualitatif karena para peneliti melakukan pengujian berdasarkan studi kepustakaan atau doktriner.

Jadi bisa dibilang dalam mendukung argumentasinya, mereka perlu banyak membaca, menyerap ilmu teori, dan update dengan kasus yang hendak diteliti. Barulah setelah itu dikaji lebih dalam dan dicari implikasinya. Setelah itu buat kesimpulan berdasarkan apa yang telah dipelajari.

Dalam metode ini setidaknya ada dua jenis penelitian yakni hukum normatif yang menitiberatkan pada peraturan secara tertulis dan masih berkaitan erat dengan perpustakaan.

Sementara normatif-empiris yakni menggabungkan antara normatif dan peristiwa yang berkaitan dengan hukum. Sedangkan yang terakhir adalah empiris, yaitu meneliti suatu hubungan subjek-objek dalam masyarakat dengan membawa fakta yang sifatnya faktual dan kredibel.

Tidak lupa melibatkan hukum atau peraturan badan hukum dari pemerintah.

10. Metode Penelitian Sejarah

Tidak jauh berbeda dengan sektor atau bidang sebelumnya, metode penelitian nomor sepuluh ini digunakan oleh peneliti untuk melakukan pengujian terhadap peristiwa masa lampau (sejarah) yang akan diubah ke dalam sebuah alur kisah menarik untuk diteliti kembali secara berulang-ulang.

Bisa pula dihubungkan dengan sejarah lainnya apabila mempunyai keterikatan yang semu, artinya masih bisa digali lebih jauh lagi.

Seorang author atau researcher dapat menggunakan konsep 5W+1H yaitu apa, mengapa, siapa, di mana, kapan, dan bagaimana. Setelah itu, penulis bisa mengembangkannya lagi dengan teori yang mendukungnya.

11. Metode Penelitian Observasi

Metode ke-11 ini menggunakan observasi atau bahasa umumnya adalah pengamatan, baik pada subjek maupun objek.

Jadi di sini, kita sebagai peneliti melakukan pengamatan pada subjek atau objek yang sudah jadi target dengan tujuan untuk melengkapi data.

Langkah pertama, peneliti harus menentukan subjek atau objek apa yang hendak jadi sasaran, kemudian mengamati sambil mencatatnya, dan apabila ada perubahan/reaksi yang cukup signifikan maka bisa kembangkan atau bisa juga dinilai.

Kalau sudah, hasil pengamatan tersebut difilter atau dipilah mana yang bisa digunakan dan tidak untuk mendukung penelitian.

12. Metode Penelitian Kuisioner

metode penelitian angket
sumber ilustrasi foto: Slideshare.net

Hampir mirip dengan observasi, pada penelitian kuisioner ini kita harus memanfaatkan tes angket.

So, peneliti harus menyiapkan daftar pertanyaan berisi komponen yang berkaitan langsung dengan subjek atau objek penelitiannya. Nantinya, lembar pertanyaan tersebut diberikan pada responden yang dituju.

Misalnya, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis ingin meneliti tentang pelayanan kantor pajak di suatu kota. Kemudian, ia menyebarkan angket yang berisi beberapa pertanyaan soal kepuasan dalam menjadi Wajib Pajak.

Sembari mengantri di dalam kantor pajak, mereka bisa mengisi lembaran-lembaran yang diberikan. Sertakan tagline ‘jujur dan dari hati’ agar para Wajib Pajak memberikan respon yang baik dan menjawab tanpa rasa tekanan, dengan kata lain secara tidak langsung mengutarakan opininya selama menjadi WP.

Perlu diperhatikan bahwa angket dikategorikan ke dalam beberapa jenis, seperti; terbuka, tertutup, dan campuran.

Angket terbuka yaitu peneliti memberikan kertas berisi daftar pertanyaan yang akan dijawab langsung oleh para responden secara blak-blakan atau terbuka.

Angkat tertutup, peniliti menyodorkan kertas berisi pertanyaan tetapi responden dibatasi dengan sederet pilihan, artinya hanya perlu menjawab dengan menyilang jawaban benar, membubuhkan tanda centang, dan sebagainya. Bukan dengan kalimat.

Sedangkan yang terakhir adalah angket campuran, yakni menggabungkan jenis terbuka dan tertutup secara bersamaan atau peneliti bisa membaginya ke dalam dua sesi yakni pilihan ganda dan kolom pertanyaan.

13. Metode Penelitian Pendidikan

Metode penelitian pendidikan adalah sebuah tahapan-tahapan atau proses kegiatan yang dilakukan, kemudian dilaksanakan secara terstruktur, tersistem, terencana, dan memenuhi beragam syarat dibarengi suatu metode yang digunakan dalam memecahkan masalah di bidang pendidikan.

Pengertian secara khususnya, metode ini menitiberatkan pada penelitian yang bersifat sistematis, ilmiah, akurat, terkendali, dan tidak menyalahi pelbagai aturan yang telah ditetapkan.

Dalam praktiknya pun, peneliti dapat menggunakan data kualitatif atau kuantitatif, tergantung dengan masalah yang hendak akan diinvestigasi/diselidiki.

Misalnya, seorang mahasiswa pendidikan Jurusan Olahraga meneliti tentang manfaat perpaduan gerakan volly dengan futsal, maka ia perlu menguasai teknik-teknik di dalamnya untuk menguatkan teori dan penelitian.

Bisa juga mereplika peneltian sebelumnya tetapi dengan data yang berbeda atau bisa dikatakan mengikuti keadaan saat ini (terbaru).

14. Metode Penelitian Survey

metode penelitian bahasa
sumber ilustrasi foto: Slideshare.net

Penelitian survey ini bisa masuk kuantitatif, tetapi juga dapat dikategorikan kualitatif karena peneliti menggunakan kemampuan dan kesanggupannya untuk mencari atau kroscek informasi terhadap subjek maupun objek yang disasar secara langsung.

Menurut beberapa teori, survey mempunyai definisi bahwa peneliti memberikan pertanyaan melalui daftar kuisioner, baik secara online maupun offline atau on desk. Sampel yang telah terkumpul dari jumlah populasi akan disaring dan dilakukan pengujian secara sistematis.

Dalam hal ini, metode survey masuk kategori sebagai data primer karena bersifat langsung dari lapangan atau sumbernya meskipun antara peneliti dan responden tidak selalu bertatap muka langsung.

Tidak hanya berlaku bagi responden perseorangan, tetapi juga bisa untuk kelompok, organisasi, maupun sifatnya kenegaraan sehingga peneliti bisa memperluas jangkauan hasil analisisnya.

15. Metode Penelitian Studi Literatur

Literatur dimaknai sebagai pedoman ringkas, sumber, acuan, dan informasi yang berbentuk tulisan.

Seseorang yang memutuskan untuk memilih metode penelitian studi literatur, berarti ia akan menggunakan beberapa jenis sumber seperti jurnal, koran, buku, artikel, dan dokumentasi disertai penjelasan, dan sejenisnya.

Bentuknya pun terbagi menjadi dua yakni soft dan hardcopy, yang bisa dimanfaatkan secara fleksibel.

Oleh sebab itu, penelitian ini mengandung maksud bahwa peneliti melakukan studi dengan cara menggunakan literatur yang diambil dari buku maupun sumber internet tepercaya sehingga posisinya dalam penelitian ini dianggap sebagai sumber data yang valid guna memperjelas hasil analisis.

16. Metode Penelitian Karya Ilmiah

Kebiasaan metode penelitian karya ilmiah lebih sering digunakan mereka yang fokus di bidang pendidikan, ekonomi, bahasa, dan sebagainya. Sebab, pada suatu karya ilmiah diperlukan riset kepustakaan (library research) sebagai metode dalam pengumpulan data.

Peneliti juga bisa menambah jenis informasi yang dibutuhkan dengan mendatangi suatu narasumber di sebuah tempat tertentu apabila yang dituju adalah subjek.

Contoh yang sudah pernah diteliti oleh Mahasiswa Pecinta Alam yakni fenomena meningkatnya para pendaki Gunung Lawu dan perjuangan mengembalikan kondisi ekonomi masyarakat lokal.

Mereka meneliti tentang seberapa banyak dan sering para pendaki datang dibarengi dengan omset penjualan makanan atau minuman ringan oleh para pedagang di sekitar kaki gunung.

Walaupun terkesan seperti kuantitatif, tetapi dari hasil observasi tersebut akan diperoleh data-data akurat untuk menyusun suatu karya ilmiah yang deskriptif, sistematis, logis, serta menarik.

17. Metode Penelitian Bisnis

Mahasiswa bisnis mana suaranya nih? Nah, kalau sudah tiba waktunya menyusun tugas akhir, pasti akan bertemu dengan ‘metode penelitian’.

Berkaitan dengan dunia ekonomi, metode penelitian bisnis diartikan sebagai langkah ilmiah yang ditempuh melalui serangkaian proses sistematis, konkrit, pengumpulan bukti, penyaringan, pencatatan, dan analisis tepat demi membuat keputusan bisnis sebaik mungkin.

Keputusan itulah yang nantinya akan dijadikan referensi atau acuan bagi peneliti dalam mengembangkan atau bahkan memecahkan permasalahan bisnisnya. Entah itu manajerial, sumber daya manusia, keuangan, pendanaan, pemasaran, dan masih banyak lagi.

18. Metode Penelitian Sosiologi

Menyangkut dengan pembahasan, metode penelitian sosiologi dijabarkan sebagai langkah yang cukup rumit karena berkaitan dengan banyak sisi seperti sejarah, budaya, politik, organisasi, masyarakat, studi kasus, dan sebagainya.

Bahkan sederet tokoh juga menganggap kalau sosiologi sendiri sudah dapat dikategorikan metode penelitian karena melibatkan substansi kemasyarakatan.

Namun, sejumlah teori punya pandangan yang berbeda. Metode penelitian sosiologi pun punya pengertian bahwa proses pemecahan masalah atau analisis data dilakukan untuk hal-hal yang berkaitan erat dengan sosial. Hanya saja metode yang diadopsi berbeda.

Mulai dari kualitatif (komparatif, historis, dan studi kasus) serta kuantitatif (statistik & sosiometri). Tiga lainnya adalah deduktif, induktif, dan pendekatan empiris.

19. Metode Penelitian Wawancara

metode penelitian administrasi
sumber ilustrasi foto: Slideshare.net

Wawancara digolongkan sebagai cara paling mudah dalam menggali informasi karena sifatnya lebih dipercaya dan responden pun mampu memegang dua posisi yakni sebagai narasumber serta saksi (apabila penelitian berkaitan dengan sejarah dan budaya).

Maka dari itu secara luasnya, metode penelitian wawancara ialah pengumpulan, penggalian, dan penghimpunan data yang dilakukan baik secara langsung pada responden.

Kesulitan dalam metode ini adalah menentukan waktu dan tempat atau membujuk calon informan itu sendiri karena tidak semua orang bersedia untuk dimintai keterangan bahkan sekadar bercerita.

Misalnya, seorang mahasiswa ingin Ilmu Komunikasi ingin meneliti tentang kebenaran dari demo 22 Mei 2019, maka ia pun berlaku objektif dengan menanyai dua pihak terkait yakni pendemo dan pihak kepolisian. Nantinya hasil wawancara dapat dijadikan pusat informasi yang mendukung survey atau proses penelitian.

20. Metode Penelitian Komunikasi

Metode penelitian komunikasi pada umumnya menggunakan teknik analisis isi karena nantinya hasil dari penelitian bisa digunakan kembali untuk penelitian selanjutnya (dalam artian direplika kembali dengan menggunakan sumber yang berbeda), ditambah lagi keabsahan data pun terjaga karena segala hal yang berakitan dengan konteks pembahasan bakal mampu diterima.

Nah, analisis isi juga bisa dipraktikkan dengan metode baik kualitatif maupun kuantitatif, tergantung si peneliti itu sendiri dengan jenis permasalahan.

21. Metode Penelitian Sistem Informasi

Di perkuliahan ekonomi, sistem informasi juga diperkenalkan dengan bahasan yang lebih spesifik. Metode ini merupakan tahapan atau proses yang dilakukan secara terencana, sistematis, logis, akurat, dan kredibel mengenai sistem informasi.

Tergantung jenis bidang yang digeluti.

Jika si peneliti adalah anak akuntansi, maka akan menjadi sistem informasi akuntansi, apabila ia bagian dari manajemen maka akan beralih menjadi sistem informasi manajemen.

22. Metode Penelitian Pengembangan

Development research method atau metode penelitian pengembangan menurut sederet teori terbagi ke dalam dua definisi.

Pertama, menurut Gay (1990) metode ini bukan terfokus untuk menguji keberadaan teori yang ada, melainkan pengembangan dari teori-teori sebelumnya terutama di Instansi sekolah.

Sedangkan Borg dan Gall (1938:772) memiliki pandangan yang berbeda bahwa DRM atau R & D (Research and Development) berfungsi sebagai instrumen untuk memperluas dan mengkonfirmasi kebenaran suatu produk maupun sistem pendidikan.

Nah, tinggal kamu nih yang mau melakukan penelitian, bisa memilih salah satu di antara dua pengertian di atas.

23. Metode Penelitian Kesehatan

Yang dimaksud dengan metode penelitian kesehatan adalah teknik, proses, serta tahapan dalam proses pegumpulan data yang diimplementasikan secara terstruktur atau sistematis, ilmiah, sesuai prinsip dan kaidah berlaku, serta dapat dipertanggungjawabkan dalam bidang kesehatan.

Untuk masalah penelitian di bidang ini, peneliti tidak boleh sembarangan mengambil dokumentasi apabila dilakukan secara online atau merujuk pada sumber internet karena keilmuan yang menyangkut kualitas hidup subjek atau kelompok wajib dilaksanakan secara hati-hati.

Harus benar-benar memperhatikan etika dan moral, karena tentunya di sini melibatkan kehidupan sosial.

24. Metode Penelitian PTK

Metode PTK atau Penelitian Tindakan Kelas juga terkenal dengan sebutan “Classrom Action Research” di negara lain.

Diartikan sebagai beberapa tindakan yang dilaksanakan untuk mengimprovisasi serta menumbuhkan minat praktik suatu pembelajaran kelas yang dilakukan secara bertanggung jawab dan profesional.

Tindakan kelas sendiri digolongkan ke dalam empat model atau bentuk, antara lain; guru sebagai peneliti, administrasi sosial eksperimental, penelitian tindakan kolaboratif (bersifat kolaborasi), dan simultan integrasi.

Sedangkan, dari sisi pengembangannya, model PTK didesain dengan beberapa teknik yakni model John Elliot, Kurt Lewin, Kemmis & Mc. Taggart, dan Hopkins. Dalam praktiknya, peneliti dapat menentukan terlebih dahulu lokasi penelitian, subjek, jadwal pelaksanaan, dan sebagainya.

Bagaimana, sudah siapkah untuk penelitian? Cari tahu lebih banyak ya!

25. Metode Penelitian Kepustakaan

Mendengar sebutan kepustakaan pastinya akan mengarahkan pikiran kita pada studi literatur, karena sumbernya masih berkaitan langsung.

Nah, metode penelitian kepustakaan atau library research sendiri didefinisikan sebagai teknik atau tahapan pengumpulan data serta bahan teori yang diperoleh dari kamus, jurnal, artikel, buletin, monograph, essay, ensiklopedia, buku, dokumen lawas maupun baru, majalah, skrip, dan sejenisnya.

Agak-agak mirip kan ya? Dalam proses pelaksanannya pun, peneliti juga harus banyak dan rajin membaca bahkan berulang-ulang agar mampu memahami segala informasi yang nanti bakal digunakan sebagai pedoman penelitiannya.

Sementara itu, objek yang biasanya menjadi bidang penelitian adalah kewahyuan, sejarah, dan pemikiran (point of view).

26. Metode Penelitian Akuntansi

Dipandang sebagai salah satu jurusan dengan grade tinggi, ilmu akuntansi serta metode penelitiannya tidak bisa disepelekan begitu saja.

Dalam pengertiannya, metode ini dimaksudkan untuk memproses data akuntansi yang sudah dikumpulkan lalu diolah dengan teknik analisis sesuai alur pendekatannya.

Hampir seluruh studi ilmu akuntansi, penelitiannya menggunakan data yang bersifat kuantitatif dan berjenis sekunder.

Sebab, lebih efektif dan efisien serta bisa memanfaatkan instrumen statistik yang ada seperti SPSS, STATA, Eviews, Minitab, dan sebagainya.

27. Metode Penelitian Psikologi

Dalam dunia psikologi metode penelitiannya pun hampir persis dengan yang lain, tetapi bidang ini sangat lekat dengan subjek daripada objek, karena melibatkan kehidupan seseorang dengan lingkungannya atau hanya dari sudut pandang sekelompok saja kemudian dikembangkan lebih lanjut guna menemukan akar permasalahan serta solusinya.

Garis besarnya, metode penelitian psikologi yaitu penelitian yang melibatkan unsur kejiwaan atau mental dari subjek dengan teknik analisis lebih dalam untuk mengenali, memahami, dan mencari jawaban dari responden atas investigasi oleh si peneliti.

28. Metode Penelitian Komparatif

Komparatif berarti sifatnya membandingkan atau dalam penelitian biasa disebut expost facto (lawan dari pre facto), yakni mengumpulkan data setelah peristiwa atau fenomena terjadi sehingga masih hangat untuk dikaji ulang.

Jenis penelitian ini pun sifatnya juga deskriptif, yakni instrumen yang dimanfaatkan bisa dengan wawancara maupun survey.

Rata-rata, peneliti akan membandingkan subjek maupun objek dalam sebuah keterlibatan pada peristiwa tertentu sehingga diperolehlah jawaban atau paling tidak, pengaruh yang menanungi variabel-variabel di dalamnya.

Tidak sama dengan penelitian lain, pada metode ini variabelnya pun tidak bisa dimanipulasi karena sudah terlanjur terjadi di waktu lampau.

29. Metode Penelitian Antropologi

Sarat dengan ilmu budaya dan adat istiadat, antropologi masih menjadi suatu bahasan menarik di tengah himpitan modernisasi yang makin menunjukkan esistensinya.

Di beberapa belahan negara yang setia memegang teori sosial, metode penelitian antropologi pun tetap dimanfaatkan untuk melakukan beragam pendekatan.

Pengertiannya sendiri dimaknai sebagai proses pengembangan model, konsep, jenis teori, dan wilayah umum dalam kaitannya dengan hubungan manusia & kebudayaan di wilayah tertentu.

Instrumen berupa observasi adalah suatu langkah yang sering dipraktikkan guna mendapatkan sudut pandang lebih luas serta dibantu wawancara efektif.

30. Metode Penelitian Tesis

Metode penelitian yang digunakan untuk membuat tesis bisa saja kualitatif maupun kuantitatif, tergantung instrumen dan jenis data yang dimiliki.

Secara umum, metode yang khusus dimaksudkan untuk melengkapi thsis bertujuan utuk menggambarkan lebih nyata dan luas dari apa yang dikemukakan di dalam abstraksi, sehingga mampu menjawab penelitian dengan menyeluruh.

31. Metode Penelitian Sdlc

System Development Life Cycle atau SDLC yang dalam bahasa Indonesia juga disebut siklus hidup pengembangan sistem sepertinya kurang familiar, tetapi bagi anak IT yang suka mengotak-atik software atau berjibaku dengan PC atau laptop, keilmuan ini tak akan asing.

Ya, metode penelitian SDLC metodologi untuk membangun atau mengembangkan sejumlah sistem dalam rekaya software serta poin-poin di dalamnya.

Pola ini menggunakan skema beruntun yang dilakukan secara sistematis, mulai dari perencanaan, tahap analisis, mendesain, aplikasi/implementasi, masa uji coba, dan pengelolaan melibatkan kontrol.

Jadi, simpulannya adalah metode ini bermaksud untuk memberikan gambaran mengenai cara atau langkah dalam pembuatan bahkan pengembangan sistem informasi secara terstruktur dalam skala, baik besar maupun menengah.

32. Metode Penelitian Fenomenologi

Fenomenologi merupakan ilmu atau bisa juga disebut dengan studi yang menggabungkan pendekatan psikologis dengan filosofis.

Artinya, praktik dilakukan terhadap subjek individual maupun kelompok demi mengungkap kesamaan manfaat, hubungan, atau bahkan pengalaman dari apa yang mereka alami sendiri.

Misalnya, seorang peneliti melakukan wawancara, survey, atau observasi lebih dalam tentang para penduduk yang tinggal di pemukiman dekat dengan rel kereta api, yang diketahui sering menyaksikan tragedi kecelakaan atau bunuh diri.

Kebanyakan dari mereka mengaku sering mendengar suara bahkan penampakan wujud dari para korban yang sudah meninggal.

Nah, pengumpulan data oleh peneliti pun dilakukan dari hasil wawancara atau suvernya, kemudian diungkap dalam narasi deskriptif yang menarik.

33. Metode Penelitian Dokumentasi

Siapa sih yang tidak suka dengan sesi dokumentasi? Metode penelitian ini dianggap sebagai serangakaian tindakan dalam mengumpulkan, mencari, memilah, dan mempelajari beragam hal berupa artikel, catatan, buku, koran, majalah, notulen, agenda, transkrip, dan sejenisnya.

Oleh karena itu, sifatnya juga deskriptif atau eksploratif karena data yang bersangkutan akan sangat match digunakan untuk memberikan pesan-pesan, menambahkan opini, menyingkap fakta, sekaligus menghasilkan teori baru.

34. Metode Penelitian Bahasa

Metode penelitian bahasa kebanyakan menggunakan model kualitatif yang naturalistik. Apa itu? yakni cenderung bertumpu pada proses yang dilaksanakan dalam menggali informasi dari para responden.

Selain itu, penelitian juga dapat dilengkapi dengan instrumen lain seperti wawancara atau survey yang selanjutnya akan digabungkan untuk menguatkan sumber teori informasi bagi peneliti sendiri.

Secara kasatmata, dari sisi linguistik, metode ini punya sejumlah manfaat bagi pembaca, terutama kalangan dewasa yang sedang mengumpulka literatur dalam bidang tata bahasa.

Tidak hanya itu, peneliti juga bisa memasukkan sudut pandangnya sebagai pihak yang turut berpartisipasi dalam pemecahan masalah atau peristiwa yang sedang dikaji.

Apabila sekiranya enggan dalam melakukan metode penelitian bahasa secara kualitatif, maka peneliti masih bisa menggunakan data sekunder dengan memanfaatkan sifat kuantitatif atau bahkan gabungan.

Terpenting dalam prosesnya tepat dan akurat karena tidak jauh berbeda dari metodologi lain.

35. Metode Penelitian Korelasi

metode penelitian antropologi
sumber ilustrasi foto: Slideshare.net

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), korelasi diartikan sebagai timbal balik atau sebab-akibat.

Sama halnya dengan metode penelitian korelasi, yang didefiniskan sebagai metodologi dalam pengumpulan data yang berfungsi untuk mencari keterkaitan, hubungan timbal balik, korelasi, dan kausal terhadap dua variabel.

Peneliti tentunya akan mencari ada tidaknya, signifikan atau lemahnya dan baik atau tidaknya hubungan di antara variabel yang sedang diteliti.

Nantinya, penelitian korelasi akan dikatakan tepat sasaran jika peneliti tidak melakukan manipulasi data dan mampu mengontrol variabel kompleks, karena pada umumnya ditemukan error.

36. Metode Penelitian Literatur

Karena berhubungan dengan ranah sosial, maka metode penelitian literatur diyakini sebagai praktik pengumpulan data yang berguna untuk menyingkap atau meneliti hubungan dari variabel-variabel di bidang kemsyarakatan seperti isu pemerintah, kebudayaan, swasta, organisasi, dan sebagainya.

Perbedaan penelitian literatur dengan studi literatur terletak pada tujuan atau fungsi yang akan digunakan.

Studi literatur biasanya baru memasuki proses atau tahap awal, sementara penelitian literatur mencakup keseluruhan bukan hanya sekadar informasi.

37. Metode Penelitian Manajemen

Metode penelitian manajemen merupakan suatu langkah atau tahapan yang dilakukan secara runtut, terstruktur, sistematik, akurat, kredibel, dan objektif dalam menginvestigasi permasalahan manajerial atau berkaitan langsung di bidang manajemen.

Bisa berupa gejala ekonomi, sifat bisnis, fenomena pasar, kesenjangan tenaga kerja, dan sebagainya.

Pada metode ini, seorang peneliti bisa melakukan sinkronisasi atau pencocokan antara teori dengan fenomena lapangan yang menjadi bagian dari sumber data, sehingga akurasi informasi bisa diperoleh lebih padat dan cenderung eksplisit.

Contoh Metode Penelitian

1. Contoh Metode Penelitian Kuantitatif

Metode penelitian kuantitatif biasanya sarat dengan angka dan penghitungan menggunakan alat ukur untuk menemukan hasil hopotesis yang dikembangkan. Misalnya contoh di bawah ini

BAB III

Metode Penelitian

Pendekatan Penelitian

Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, karena data yang disajikan yaitu sekunder dengan mengumpulkan ratusan daftar perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2017 hingga 2018.

Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan penyelidikan yang dilakukan secara sistematis, logis, akurat, apa adanya, dan dimaksudkan untuk mengungkap hubungan variabel dalam “Pengaruh Perusahaan Manufaktur Terhadap Pendapatan Pajak Negara Tahun 2017-2019”.

Hubungan kausal antara dua bahkan tiga variabel pada penelitian kali ini hanya menjelaskan tentang pengaruh atau gejala yang ditimbulkan apabila hasil positif signifikan maupun negatif.

Peneliti memilih mengembangkan uji analisis ini dikarenakan terjadi perbedaan pada penemuan-penemuan sebelumnya, sehingga menarik untuk dikaji ulang. Bukan hanya itu, peneliti berharap hasil yang diperoleh mampu menjadi rujukan atau sudut pandang bagi perusahaan lain sebagai faktor pembuat keputusan internal.

Teknik Analisis

Teknik penelitian yang digunakan peneliti menggunakan metode statistik yakni program STATA versi 19 tanpa melakukan manipulasi.

2. Contoh Metode Penelitian Kualitatif

BAB III

Metode Penelitian

Pendekatan Penelitian

Ditinjau dari instrumen dan teknik analisis, pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, yakni proses pengumpulan data dari beberapa responden sebagai informasi untuk menguatkan teori serta pedoman dalam memperkuat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, logis, serta sistematis.

Menurut Hagel (2009) penelitian kualitatif bertujuan untuk mengungkap dan menguak fenomena hingga memunculkan sudut pandang dari berbagai kelas subjek yang nanti mampu digunakan oleh peneliti dalam mengembangkan hipotesis-hipotesis baru, yang relevan plus reliabel.

Penggunaan metode deskriptif dimaksudkan agar pembaca bisa mengeksplor lebih jauh dan menggabungkannya dengan beragam teori lanjutan di penelitian berikutnya, sehingga diperoleh hasil memuaskan, berkembang, serta bisa dimanfaatkan di bidang lain.

Ada pun jenis tujuan pokok dalam penelitian ini adalah agar memperoleh informasi terbaru atau yang sedang berkembang di tengah kehidupan masyarakat tentang pengaruh Sekolah Menengah Pertama Pakuwu 098 yang bertaraf internasional terhadap beban psikologi orang tua dan siswa.

Tempat dan Waktu Penelitian

Proses pengumpulan data dari responden pada penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Pakuwu 098, Jl. Marahanta, 98, Dukuhturah, Kecamatan Luntoh, kkapiKabuu

Kabupaten Luntoh Barat, Sulawesi Selatan.

Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian ini ialah siswa Sekolah Menengah Pertama Pakuwu 098 kelas satu A hingga C dan Para wali murid. Sedangkan objek penelitian adalah Sekolah Menengah Pertama Pakuwu 098 serta Komplek Pedaringan, Luntoh nomor 16.

Responden

Responden berjumlah 68 anak yang sudah satu semester belajar aktif di Sekolah Menengah Pertama Pakuwu 098.

3. Contoh Metode Penelitian Skripsi

Pada contoh kali ini, kami akan mengambil pendekatan kuantitatif yang sering digunakan oleh mahasiswa Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, serta Perpajakan.

Berikut alur lengkapnya (ini hanya gambaran saja ya, sehingga perlu disikapi dengan bijak dengan tidak mengcopy paste seluruh isi dan hanya jadi acuan saja)

BAB III

Metode Penelitian

Populasi dan Sampel

Pengujian dua hipotesis dalam penelitian ini berfungsi untuk menguji pengaruh Aset dan Laba Bersih terhadap kewajiban perusahaan yang sudah go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Menurut Thomasen (2010), populasi adalah kumpulan orang yang menjadi tujuan penelitian oleh peneliti dalam mengembangkan analisisnya. Populasi pada penelitian ini diisi oleh seluruh perusahaan retail yang sudah masuk dalam daftar Bursa Efek Indonesia periode tahun 2016-2018.

Kriteria yang digunakan harus memenuhi syarat adalah

  1. Perusahaan retail yang masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2016-2018.
  2. Perusahaan masih menggunakan kewajibannya dalam menerbitkan laporan keuangan (financial report) yang sudah melewati tahap audit untuk periode 31 Desember 2018.
  3. Perusahaan menyajikan dan mengungkap laporan keuangan dalam mata rupiah sehingga relevan dan lebih transparan.

Operasionalisasi Variabel

Variabel independen (bebas) adalah variabel yang punya atau bisa mempengaruhi/mempunyai hubungan sebab-akibat/kausal dan menimbulkan reaksi terhadap variabel dependen Agneczh, 2018.

Penelitian ini menggunakan variabel bebas berupa total aset dan laba bersih. Sementara variabel terikat adalah kewajiban perusahaan (liabilities).

Teknik Analisis

Dalam proses analisis, peneliti menggunakan data sekunder bersifat kuantitatif yang dipresentasikan ke dalam angka. Pengukuran dan perhitungan dilakukan dengan alat uji statistik SPSS 21.

4. Contoh Metode Penelitian Karya Ilmiah

BAB III

Metode Penelitian

Waktu dan Tempat

Penelitian ini dilakukan pada pukul 09.20 – 14.25 WIB di Dusun Karangguna Banyuanyare, Sulipan, Menara Selatan, Karangwates, Jawa Tengah.

Metode Penelitian

Penelitian dengan judul “Pengaruh Religiositas warga kaki gunung Gede terhadap Pendapatan Lokal pada Kurun Waktu Tiga Tahun” menggunakan metode kualitatif dengan sifat data primer.

Peneliti ingin mengetahui seberapa banyak pemasukan warga sekitar kaki gunung Gede pada tahun 2015 hingga 2018. Hal ini dikarenakan para penduduk yang bermayoritas hindu kerap merayakan hari besar dan festival budaya di sekitar gunung dan pelataran candi sehingga mampu mengundang keingintahuan wisatawan. Ditambah lagi aktivitas religius tersebut sudah berulang kali masuk ke dalam agenda bulanan bahkan tahunan yang diipromosikan oleh pemerintah provinsi di laman resmi mereka.

Untuk menambah teori-teori yang relevan,  penulis melakukan wawancara pada beberapa sesepuh, pamong desa, dan pemimpin adat guna melengkapi narasi deskriptif pada pengembangan analisis kali ini.

Langkah Penelitian

Langkah penelitian yang ditempuh peneliti antara lain melakukan melakukan survey terlebih dahulu, mengurus perizinan wilayah, kemudian wawancara, mengadakan observasi ditambah dengan memberikan angket pertanyaan pada para pedagang lokal yang aktif berjualan di sekitar lokasi wisata. Peneliti juga menelusuri kawasan-kawasan wisata di sekitar kaki gunung Gede untuk mendapatkan informasi berimbang yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya meskipun berbentuk opini secara subjektif dari masyarakat setempat.

Pengumpulan Data

Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan survey memerlukan tahapan sebagai berikut

Alat

  1. Alat rekam berupa smartphone atau recorder
  2. Buku catatan
  3. Lembaran angket yang berisi pertanyaan dan sudah disiapkan jauh hari dari rumah sebanyak 40.
  4. Perlengkapan lain-lain

5. Contoh Metode Penelitian Deskriptif

BAB III

Metode Penelitian

Jenis dan Pendekatan Penelitian

Pada penelitian ini, peneliti memilih untuk menggunakan pendekatan deskriptif, yang mana akan menjelaskan gejala atau pengaruh hubungan antara fenomena sosial di antara masyarakat pemilih capres 01 dan capres 02 sehingga tidak dilakukannya pengujian hipotesis seperti metode kuantitatif.

Tujuan penelitian adalah penulis ingin memberikan gambaran-gambaran baik dari segi positif maupun negatif dari adanya pergesekan sosial akibat berbeda pandangan dan pilihan soal kepemimpinan negara. Jadi peneliti akan memaparkan secara objektif, berimbang, mengambil beragam sudut pandang, dan sesuai dengan fakta di lapangan.

Objek, Subjek, dan Lokasi Penelitian

Objek penelitian dalam penelitia ini adalah di Dusun Karangguna Banyuanyare, Sulipan, Menara Selatan, Karangwates, Jawa Tengah, sedangkan lokasinya berada di kawasan kaki gunung Gede. Sedangkan subjeknya adalah pamong desa, pemimpin adat, sesepuh, dan sejumlah pedagang di lokasi kaki gunung Gede yang berasal dari masyarakat dusun tersebut.

Dari contoh di atas, tentunya kita sudah mulai bisa membedakan antara pendekatan kualitatif maupun kuantitaif. bukan? Nah, sebelum melakukan penelitian ada baiknya konsultasi ke guru atau dosen pembimbing supaya mudah dalam pelaksanannya.

Siapa tahu diajak untuk melakukan penelitian payung lho!

Selain itu, pastikan bahwa penelitian yang memerlukan budget bisa diatasi atau disiasati dengan cara meminta bantuan teman dan sahabat seperjuangan dalam menempuh tugas akhir.

Semoga berhasil dan lulus dengan hasil yang baik ya.

Mahasiswa yang bertanggung jawab adalah mereka yang menyelesaikan studinya hingga akhir.Penulis

Leave a Comment