Rumah Adat Aceh

Aceh adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki identitas sebagai daerah istimewa.

Mulai dari sumber daya alamnya yang melimpah, agamanya yang taat, masyarakatnya hidup sesuai dengan ajaran agama yang dianut, hingga budayanya yang masih dijaga dengan baik hingga saat ini, semuanya istimewa.

Salah satu warisan budaya di Aceh yang paling menarik untuk dibahas adalah rumah adat Aceh.

Berdasarkan keyakinan masyarakat Aceh, rumah adat di Aceh sangat kaya akan nilai-nilai yang tersirat.

Untuk mengetahui nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, baca informasi berikut ini.

Rumah Adat Aceh

Berikut ini adalah macam-macam rumah adat yang ada di Aceh:

1. Rumoh Aceh (Krong Bade)

rumah adat aceh dibuat sama memanjang dari timur ke barat dengan tujuan
Sumber: Room Decade

Rumoh Aceh memiliki bentuk seperti rumah panggung.

Karena masyarakatnya memegang teguh ajaran-ajaran agama Islam, maka pembangunan rumah adat Aceh ini juga berlandaskan perintah dari kitab suci Al-Quran.

Rumoh Aceh memiliki banyak bagian ruangan yang memiliki fungsi dan makna yang berbeda-beda.

Adapun bagian-bagian rumah, fungsi, dan nilai filosofisnya, akan dibahas sebagai berikut.

Pembagian Ruangan Rumoh Aceh

rumah adat aceh dan keunikannya
Sumber: Borneo Channel

1. Seuramoe Ukeu (Serambi Depan)

Serambi depan adalah ruangan yang berfungsi untuk menerima tamu laki-laki.

Tamu laki-laki juga makan di ruangan ini.

Letaknya berada di bagian depan rumah.

Ruangan ini juga berfungsi sebagai tempat bersantai dan tempat tidur anak laki-laki.

2. Seuramoe Tengah (Serambi Tengah)

Ruangan ini berfungsi sebagai tempat berkumpulnya seluruh penghuni rumah.

Di serambi tengah terdapat kamar tidur.

Selain itu, ruangan serambi tengah ini juga digunakan sebagai tempat untuk memandikan mayat jika ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Ruangan ini adalah ruangan privat bagi keluarga.

Sehingga tamu yang ingin masuk ke mari harus melalui izin dari pemilik rumah.

Agar tamu tidak sembarangan masuk ke ruangan ini, lantai serambi tengah dibuat lebih tinggi dibanding dengan serambi depan dan belakang.

3. Seuramoe Likoot (Serambi Belakang)

Jika serambi depan adalah ruangan yang dikhususkan untuk anak laki-laki, maka serambi belakang adalah ruangannya anak perempuan.

Sama seperti serambi depan, fungsi dari ruangan ini adalah tempat untuk menerima tamu perempuan.

Selain ruangan untuk menerima tamu, serambi belakang juga dipakai untuk ruang makan untuk tamu perempuan.

Satu lagi, serambi belakang juga merupakan ruangan yang digunakan oleh anak perempuan sebagai kamar tidur.

4. Rumoh Inong

Rumoh Inong adalah rumah induk dari seluruh bagian ruangan yang ada di Rumoh Aceh.

Seluruh kegiatan utama di rumah ini, dilakukan di ruangan ini.

Ruangan ini terletak di antara serambi depan dan serambi belakang, dan posisinya lebih tinggi dari kedua ruangan tersebut.

Rumoh Inong terbagi menjadi dua bagian kamar yang dipisahkan oleh sebuah gang yang memisahkan Rumoh Inong dengan serambi depan dan serambi belakang.

5. Rumoh Dapu

Rumoh dapu adalah dapur tempat memasak dan mempersiapkan makanan.

Letaknya dapur pada Rumoh Aceh adalah di bagian belakang rumah, atau lebih tepatnya tersambung dengan serambi belakang.

Untuk membedakannya, permukaan lantai rumoh dapu dibuat lebih rendah daripada permukaan lantai serambi belakang.

6. Seulasa

Seulasa umumnya dikenal dengan nama teras.

Teras terletak di bagian paling depan Rumoh Aceh dan tersambung dengan serambi depan.

7. Kroong-padee

Karena sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani, maka mereka membutuhkan lumbung padi di dalam rumah, yang disebut dengan kroong-pade.

Letaknya bukan di dalam rumah namun di sekitar pekarangan rumah.

Tidak ada aturan khusus di mana lumbung padi harus diletakkan.

Sehingga, lumbung padi pada rumoh Aceh dapat ditemui di bagian belakang, samping, maupun di bagian depan rumah.

8. Keupaleh

Keupaleh adalah gerbang pada Rumoh Aceh.

Namun, tidak semua Rumoh Aceh memiliki gerbang di bagian rumahnya, sehingga tidak semua rumahnya dilengkapi dengan gerbang.

Pada umumnya hanya masyarakat yang berada atau tokoh masyakarat sajalah yang rumahnya dilengkapi dengan gerbang.’

Gerbang ini terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan payung di atasnya.

9. Tamee

Tamee yang memiliki arti tiang adalah komponen utama yang wajib ada pada Rumoh Aceh.

Tiang ini berfungsi sebagai tumpuan utama bangunan rumah adat ini.

Bentuknya bulat dengan diameter 20-35 cm dan memiliki tinggi sekitar 150-170 cm.

Masing-masing rumah memiliki jumlah tiang yang berbeda-beda, seperti 16, 20, 24, atau 28 batang.

Selain menopang rumah, tiang ini juga berfungsi untuk memudahkan proses pindah rumah tanpa harus membongkar seluruh isi rumah.

Motif Bangunan Rumoh Aceh

rumah adat provinsi aceh darussalam
Sumber: Notepam

1. Motif Agama

Motifnya berupa ukiran-ukiran yang berasal dari kitab suci keagamaan, seperti ayat-ayat Al-Quran.

2. Motif Flora

Motif yang digunakan seperti bentuk akar pohon, ranting, batang, tumbuh tumbuhan dan juga bunga selain warna merah dan hitam.

Biasanya motif ini diletakkan pada tangga, tulak angen, dinding, balok untuk bagian kap, jendela rumah serta kindang.

3. Motif Fauna

Motif fauna dapat ditemukan pada bagian dalam rumah adat.

Biasanya motif yang digunakan adalah binatang yang paling disukai atau paling sering dilihat.

4. Motif Alam

Menggunakan gambar awan, bintang, bulan, laut dan lain sebagainya yang memiliki nilai tersendiri.

Alasannya, masyarakat adat Aceh percaya bahwa ketika membangun sebuah rumah, mereka juga membangun kehidupan.

Filosofi Rumoh Aceh

rumah adat provinsi aceh
Sumber: ttnotes

Unsur keagamaan yang terkandung dalam proses pembangunan rumah adat ini menunjukkan bahwa masyarakat Aceh adalah masyarakat yang religius dan taat kepada sang pencipta.

Misalnya, rumoh Aceh yang dibangun berbentuk persegi panjang dengan bagian depan menghadap ke arah barat.

Hal tersebut menandakan bahwa rumah yang menghadap ke arah kiblat merupakan cermin bahwa masyarakat Aceh tidak pernah lupa akan Tuhan yang menciptakan.

Unsur keagamaan juga terlihat dari jumlah anak tangga di setiap rumah yang selalu berjumlah ganjil.

Keberadaan gentong air yang ada di depan rumoh Aceh juga memiliki makna tersendiri.

Gentong diletakkan di depan rumah agar tamu-tamu yang datang dapat mencuci kaki mereka.

Masyarakat Aceh percaya bahwa ketika kaki para tamu bersih ketika hendak memasuki rumah, mereka memiliki niat yang baik terhadap pemilik rumah.

Ukiran dan lukisan yang dapat ditemukan di seluruh bagian dinding rumah mencerminkan masyarakat Aceh yang menyukai keindahan.

Namun, tidak semua rumoh Aceh dilengkapi dengan ukiran dan lukisan.

Hanya masyarakat yang berada yang mempunyai ukiran dan lukisan pada dinding rumahnya.

2. Rumoh Santeut (Tampong Limpong)

rumah adat aceh animasi
Sumber: Ibnudin
rumah adat aceh apa
Sumber: Dekoruma

Rumoh Santeut adalah salah satu rumah adat Aceh.

Biasanya, rumah ini dimiliki oleh masyarakat Aceh yang memiliki penghasilan rendah.

Tinggi ruangan di dalam rumoh Santeut ini sama, tidak seperti tinggi ruangan di rumoh Aceh yang berbeda-beda.

Sebenarnya, dari segi bentuk dan fungsi, rumoh Santeut sama seperti rumoh Aceh.

Namun, rumoh Santeut bisa dikatakan rumoh Aceh yang lebih sederhana karena hanya memiliki ketinggian sekitar 1,5 meter.

3. Rumah Rangkang

rumah adat alas aceh tenggara
Sumber: Adat Nusantara
nama rumah adat aceh adalah
Sumber; Alathiyah Dayah

Bentuk rumah Rangkang sama seperti rumoh Aceh dan rumoh Santeut, yaitu berbentuk rumah panggung.

Namun, tidak seperti keduanya, rumah Rangkang hanya memiliki satu ruangan saja.

Biasanya, ruangan dalam bangunan tersebut digunakan sebagai tempat istirahat para petani yang sedang menggarap lahan mereka.

Bahan bangunan yang digunakan untuk membuat bangunan ini juga sangat sederhana yakni terbuat dari kayu biasa untuk kerangka serta daun rumbia yang dipakai sebagai penutup atap.

Kalau melihat rumah adat Aceh ini secara langsung, pasti kamu akan kagum akan keunikan dari ragam corak yang dimiliki setiap rumah.

Memang banyak sekali hal yang harus kita syukuri sebagai bagian dari bangsa Indonesia, salah satunya kekayaan alam dan budaya yang kita miliki.