Rumah Adat Batak Toba

Rumah Adat Batak Toba adalah salah satu kekayaan budaya dan peninggalan sejarah yang berasal dari nenek moyang kita.

Bagi wisatawan yang belum pernah berkunjung ke suatu daerah, infomasi terkait budaya setempat memang kerap dicari.

Rumah Adat Batak Toba menjadi salah satu daya tarik dari Provinsi Sumatera Utara.

Rumah Adat Batak Toba menjadi tujuan wisatawan karena bentuknya yang unik.

Struktur Bangunan Rumah Adat Batak Toba

Bentuk dari Rumah Adat Batak Toba ini mudah dikenali.

Bahan utama pembuatannya berasal dari kayu yang menunjukkan bahwa masyarakat Sumatera Utara hidupnya bergantung pada alam.

Atap rumah ini berbentuk segitiga melegkung, khas model atap rumah adat dari Sumatera.

Struktur bangunan dari rumah ini mengadopsi rumah panggung dengan tiang penyangga yang tinggi.

Kolong di bawah rumah difungsikan sebagai tempat ternak, seperti babi dan ayam.

Rumah Adat Batak Toba umumnya ditinggali oleh tiga hingga empat kepala keluarga.

Namun, untuk tinggal bersama dengan keluarga lainnya, keluarga tersebut harus memiliki hubungan darah.

Filosofi Rumah Adat Batak Toba

artikel rumah adat batak toba
Sumber: https://2.bp.blogspot.com/

Rumah Adat Batak Toba tidak sekadar menjadi tempat tinggal biasa bagi masyarakat Sumatera Utara.

Rumah adat ini mengandung banyak nilai filosofis di dalamnya.

Berbagai pengertian dan nilai luhur yang ada di dalam rumah adat ini dipandang sebagai pandangan hidup dalam tatanan kehidupan sehari-hari, seperti kegiatan berinteraksi dengan sesama.

Pola penataan desa atau lumban huta terdiri dari beberapa ruma dan sopo.

Tata letak ruma dan sopo tersebut dibuat saling berhadapan dan mengacu pada poros utara dan selatan.

Sopo merupakan lumbung yang fungsinya sebagai tempat penyimpanan makanan.

Masayarakat Batak dianggap sebagai manusia yang sangat menghargai kehidupan karena mata pencaharian utama mereka bertani padi.

Penafsiran penataan pola lumbung yang dilindungi dengan pagar yang kokoh dan dua gerbang yang dibangun dengan menghadap utara-selatan menunjukkan bahwa masyarakat Batak memiliki persaingan dalam kehidupan sehari-harinya.

Pembagian Ruangan Rumah Adat Batak Toba

Rumah Adat Batak Toba terkenal karena tidak memiliki sekat atau pembatas di dalam ruangannya.

Rumah Adat Batak Toba terbagi menjadi beberapa bagian, bukan ruangan.

Rumah Adat Batak Toba dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

1. Jabu bona

Bagian pertama adalah jabu bona. Jabu bona adalah bagian yang terletak di sudut kanan belakang pintu masuk rumah.

Bagian ini digunakan sebagai tempat tidur penghuni rumah, tempat menerima tamu, serta melaksanakan upacara adat.

2. Jabu soding

Bagian yang kedua adalah jabu soding. Jabu soding adalah bagian yang terletak di bagian sudut kiri belakang pintu tumah.

Bagian ini digunakan sebagai tempat bagi anak perempuan pemilik rumah.

Bagian ini juga dijadikan sebagai tempat yang disediakan untk instri-istri tamu undangan kegiatan acara adat.

3. Jabu suhat

Bagian yang selanjutnya adalah jabu suhat. Jabu suhat adalah bagian yang terletak di sudut kiri berdekatan dengan pintu masuk.

Bagian ini digunakan oleh keluarga dari anak sulung atau keluarga dari anak bungsu.

4. Jabu tampar piring

Bagian yang selanjutnya adalah jabu tampar piring.

Jabu tampar piring adalah bagian yang terletak di sudut kanan depan dekat pintu masuk.

Bagian ini biasanya digunakan oleh saudara laki-laki dari istri pemilik rumah yang sudah menikah.

Selain itu, bagian ini juga digunakan sebagai tempat bagi saudara semarga yang bungsu dan tempat bagi teman sekampung.

5. Jabu tonga-tonga

Bagian yang terakhir adalah jabu tonga-tonga.

Bagian ini letaknya berada di antara jabu bona dan jabu tampar piring.

Bagian ini digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga dan sebagai dapur.

Macam-macam Rumah Batak Toba

1. Rumah Bolon

rumah adat batak toba vector
Sumber: https://www.panduanrumah.com/

Rumah Bolon sudah terkenal sebagai Rumah Adat Sumatera Utara.

Rumah Bolon adalah salah satu jenis rumah adat yang ada di Sumatera Utara.

Rumah Bolon memiliki nama lain Rumah Gorga.

Rumah ini adalah gambaran kehidupan adat istiadat masyarakat Sumatera Utara.

Rumah Bolon memiliki banyak ornamen di sepanjang dindingnya.

Ornamen ini digunakan masyarakat Sumatera Utara sebagai penolak bala.

Rumah Bolon digunakan sebagai simbol Rumah Adat Sumatera Utara. Rumah ini menjadi rumah adat yang paling terkenal di Sumatera Utara karena ukurannya yang besar.

Biasanya masyarakat Batak menjadikan Ruah Bolon sebagai ajang pamer antar huta karena dalam satu huta hanya ada satu Rumah Bolon.

2. Jabu Parbale-balean

rumah adat batak toba samosir
Sumber: https://febelutiyan.files.wordpress.com/

Rumah adat yang kedua berbeda dengan keterkenalan Rumah Bolon karena ukurannya yang kecil.

Rumah dengan jenis ini jumlahnya ada banyak di huta-huta.

3. Rumah Gorga Sarimunggu

rumah adat batak toba wallpaper
Sumber: http://2.bp.blogspot.com/

Rumah Gorga Sarimunggu adalah rumah adat yang memiliki gorga paling lengkap.

Rumah ini memiliki nama lain, yaitu Jabu Batara Guru.

Rumah ini menjadi salah satu rumah adat yang membutuhkan banyak biaya dalam pembangunannya karena gorga yang lengkap.

4. Jabu Ereng

arsitektur rumah adat batak toba
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/

Jabu Ereng memiliki nama lain, yaitu Batara Siang.

Pembangunannya relatif cepat sehingga cocok bagi keluarga yang menginginkan rumah dalam waktu dekat.

5. Rumah Adat Batak Simalungun

atap rumah adat batak toba
Sumber: http://2.bp.blogspot.com/

Struktur bangunan rumah adat ini adalah rumah panggung.

Bahan baku utama pembangunan rumah yang digunakan adalah kayu yang keras dan kuat. Lantainya juga dibuat dengan kau, sedangkan dindingnya dibuat dengan tepas.

Kolong di bawah rumah ini digunakan sebagai tempat memelihara ternak karena ukurannya yang cukup besar.

6. Rumah Adat Batak Karo

rumah adat batak toba bolon
Sumber: Pinterest

Rumah adat lain yang berasal dari Sumatera Utara adalah Rumah Karo.

Rumah Karo memiliki nama lain, yaitu Siwaluh Jabu.

Nama lain ini mempunyai arti rumah yang didiami oleh depalan keluarga.

Meskipun sama-sama berasal dari Sumatera Barat, Rumah Karo mempunyai perbedaan dengan rumah adat suku lainnya.

Bentuknya sangat megah dan memiliki bentuk seperti tanduk.

Mulai dari proses pembangunan, rumah ini sudah dibuat berdasarkan adat istiadat yang ada di Suku Karo sehingga diberi nama Rumah Adat Karo.

Rumak Karo dibagi menjadi beberapa bagian ruangan.

Pertama, jabu bena kayu, yaitu ruangan yang berada di depan sebelah kiri dan didiami oleh pihak marga tanah dan pemilik kampung.

Masih satu tempat dengan jabu bena kayu, terdapat ruangan jabu sedapur bena kayu yang ditinggali oleh pihak senina sebagai wakil dari para pemimpin kampung.

Ruangan jabu ujung kayu ditinggali oleh Anak Beru Toa yang bertugas menyelesaikan permasalahan apapun.

Kemudian, jabu sedapur ujung kayu yaitu ruangan yang ditinggali oleh anak beru dari jabu Sungkun Berita.

Jabu lepan bena kayu, yaitu ruangan yang bersebrangan dengan jabu bena kayu dan ditinggali oleh Biak Senina.

Kemudian, ruangan jabu sedapur lepan bena kayu, yaitu ruangan yang dijadikan tempat tinggal oleh Senina Sepemeren atau Separiban.

Jabu lepan ujung kayu adalah ruangan yang ditinggali oleh Kalimbuh atau pihak pemberi gadis.

Terakhir, ada ruangan jabu sedapur lepan ujung kayu yang ditinggali oleh Jabu Simalungun minum dan Puang Kalimbuh.

Rumah Adat Batak Toba memiliki macam-macam jenis yang masing-masing memiliki keunikannya.

Masyarakat Batak Toba senantiasa melestarikan adat istiadat terkait rumah adat mereka masing-masing.

Nilai filosofis yang melekat di dalam rumah juga selalu mereka patuhi.

Masyarakat Batak Toba memiliki keinginan kuat untuk mejaga rumah adat mereka supaya anak cucunya masih bisa menikmati adat dari masa lalu.