Rumah Gadang

Indonesia merupakan negara yang menyatukan berbagai suku bangsa.

Negara yang terdiri dari 33 provinsi ini memiliki banyak keunikan budaya yang berasal dari masing-masing daerah di dalamnya.

Mulai dari bahasa, pakaian adat, tarian adat, nyanyian adat, makanan khas, hingga bentuk rumah yang berbeda dari satu daerah dengan daerah yang lain.

Kali ini yang akan dijadikan topik bahasan adalah Rumah Gadang, yaitu rumah adat yang berasal dari Sumatera Barat.

Rumah Adat Gadang dari Sumatera Barat ini memiliki beberapa sebutan lain, seperti Rumah Gadong, Rumah Adat Minangkabau, Rumah Baanjuang, serta Rumah Bagonjong.

Dari sekian banyak sebutan tersebut, Rumah Gadang adalah istilah yang paling sering dipakai.

Asal usul Rumah Adat Gadang

rumah adat gadang dan keunikannya
Sumber: https://2.bp.blogspot.com/
rumah adat gadang berasal dari mana
Sumber: https://upload.wikimedia.org/

Bentuk Rumah Gadang yang unik sering dikaitkan dengan cerita rakyat “Tambo Alam Minangkabau”.

Kisah tersebut bercerita mengenai kemenangan orang Minangkabau yang melawan orang Jawa dalam pertarungan kerbau.

Oleh karena itu, atap Rumah Gadang dibuat dengan bentuk menyerupai tanduk kerbau.

Kisah lain menyebutkan bahwa Rumah Gadang berasal dari cerita nenek moyang orang Minang.

Konon, bentuk atap ini dianggap mirip dengan bentuk perahu yang digunakan nenek moyang orang Minang untuk berpetualang menyebrangi samudera.

Perahu yang digunakan untuk berlayar disebut dengan lancang.

Filosofi Rumah Adat Gadang

rumah adat gadang berasal
Sumber: https://www.tribunsumbar.com/

Sebagai suku bangsa yang masih menggenggam erat adat istiadat dengan kuat, orang Minangkabau senantiasa melestarikan bentuk bangunan Rumah Gadang hingga saat ini.

Dari dulu hingga sekarang, bentuk Rumah Gadang terlihat serasi dengan alam Sumatera Barat, yaitu Bukit Barisan.

Atap melengkung yang mirip tanduk kerbau dan perahu ini juga dikatakan irip dengan bentuk lengkungan Bukit Barisan.

Atap Rumah Gadang yang lancip berguna untuk membebaskan endapan air pada lapisan ijuk yang digunakan sebagai bahan dasar atap sehingga air hujan yang seeras apapun akan dengan mudah langsung meluncur ke tanah.

Bangunan rumah yang melebar dan luas disebut dengan silek, bentuk bangunan yag lebar dan luas ini berguna untuk menangkal terpaan tampias.

Bangunan yang leluasa juga memberikan efek segar ketika musim kemarau yang panas tiba.

Rumah Gadang yang luas tidak akan terasa lebih sesak.

Secara keseluruhan, setiap bagian dari Rumah Gadang memiliki arti, filosofi, dan fungsi yang saling berkesinambungan.

Hal ini juga menggambarkan keselarasan kehidupan masyarakatnya yang penuh dengan keseimbangan.

Rumah Gadang dikatakan gadang bukan karena bentuknya yang luas dan lebar, akan tetapi karena setiap bagian dari Rumah Gadang memiliki fungsi masing-masing yang beragam.

Fungsi Rumah Adat Gadang

Seperti tempat tinggal pada umumnya, Rumah Gadang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Bedanya, Rumah Gadang juga digunakan suku Minangkabau untuk melakukan kegiatan adat mereka.

rumah adat gadang dan keterangannya
Sumber: https://3.bp.blogspot.com/

Selain sebagai tempat tinggal, Rumah Gadang memiliki fungsi lain dalam kegiatan adat istiadat suku Minangkabau.

Satu Rumah Gadang biasa dimiliki oleh sekelompok masyarakat Minangkabau yang diikat oleh suku tertentu.

Sebagai rumah utama, Rumah Gadang dijadikan tempat untuk melaksanakan kegiatan adat dan kegiatan penting lain dari suku yang bersangkutan.

Contoh kegiatan yang dilakukan suku Miangkabau dalam Rumah Gadang adalah Turun Mandi, Khitan, Perkawinan, Batagak Gala (Pengangkatan Datuak), dan Kematian.

Tetapi, kegiatan-kegiatan tersebut tidak setiap hari dilakukan sehingga disebut dengan fungsi temporer Rumah Gadang.

rumah adat gadang adalah
Sumber: https://2.bp.blogspot.com/

Rumah Gadang digunakan sebuah keluarga besar untuk melakukan kegiatan sehari-harinya.

Keluarga besar yang dimaksud adalah ayah, ibu serta anak wanita, baik itu yang telah berkeluarga ataupun yang belum berkeluarga, sedangkan anak laki-laki tidak memiliki tempat di dalam Rumah Gadang.

Jumlah kamar dalam Rumah Gadang menyesuaikan jumlah perempuan yang tinggal di dalam rumah tersebut.

Setiap perempuan dalam kelompok tersebut yang telah memiliki suami memperoleh sebuah kamar.

Sementara perempuan yag sudah tua dan anak-anak mendapatkan tempat di kamar dekat dapur.

Gadis remaja mendapat kamar tidur bersama di ujung yang lain.

Fungsi keseharian ini lebih dominan seperti yang terjadi di dalam rumah pada umumnya.

Keunikan Rumah Gadang

Berbicara mengenai bentuknya, Rumah Gadang memiliki beberapa keunikan yang berbeda dengan rumah adat dari daerah lain. Berikut beberapa keunikannya

1. Kondisi ruangan Rumah Gadang

Bagian Rumah Gadang dibagi menjadi linjur dan lepas.

Cara pembagian ruangan ditentukan dari arah banjar tiang, yaitu tiang yang berbanjar dari depan ke belakang menandakan lanjar, sedangkan tiang dari kiri ke kanan menunjukkan ruang.

Jumlah lanjar ini pada umumnya memiliki jumlah ganjil antara 3 hingga 11 ruang, sedangkan untuk ruang lepas biasanya tergantung dari ukuran rumah dan tidak ditentukan jumlahnya.

Rumah Gadang memiliki dua lanjar dan dua gonjok/tanduk yang disebut dengan lipek pandan.

Tapi ada juga Rumah Gadang yang memiliki 3 lanjur dan 4 gonjong, model seperti ini disebut dengan balah bubuang.

Sedangkan Rumah Gadang yang memiliki 4 lanjar disebut dengan gajah maharam atau gajah terbenam.

Di bagian depan rumah, Rumah Gadang biasanya memiliki dua bangunan Rangkiang atau lumbung padi.

Bagian sisi Ruang Gadang juga memiliki Anjuang atau tempat penobatan kepala adat atau pengantin.

2. Dekorasi ukiran

arsitektur rumah adat gadang
Sumber: https://pbs.twimg.com/

Keunikan lain yang dimiliki oleh Rumah Gadang adalah macam-macam ukiran yang ada hampir di seluruh papan.

Dekorasi ukiran ini biasanya berbentuk akar, bunga, daun, bidang segi empat, lingkaran, dan ornamen lain yang saling menyambung.

Dekorasi ukiran Rumah Gadang biasanya terinspirasi dari alam, seperti kaluak paku dan itiak pulang patang.

Warna kombinasi yang sering digunakan dalam pewarnaan ukiran Rumah Gadang adalah merah, hitam, kuning, dan hijau.

Berbagai ukiran yang ada memiliki masing-masing arti dan filosofi.

3. Anti gempa

Pulau Sumatera, yang berada di antara lempeng tektonik rawan gempa, memiliki Rumah Gadang yang dibangun agar memiliki ketahanan terhadap gempa.

Rumah Gadang dipercaya anti gempa karena rumah ini tak menggunakan paku untuk merekatkan kayunya, melainkan menggunakan pasak.

Pasak inilah yang membuat Rumah Gadang ketika terjadi gempa tidak akan roboh, namun justru akan ikut bergoyang mengikuti ritme gempa.

4. Mirip dengan rumah panggung

Masih berada di pulau yang sama, Rumah Gadang dan Rumah Panggung memiliki kemiripan.

Rumah Panggung yang berasal dari Jambi ini juga tidak menggunakan batu bata sebagai temboknya, sama seperti Rumah Gadang.

Atap Rumah Panggung yang mirip dengan perahu juga memiliki kesamaan dengan atap Rumah Gadang yang juga disebut mirip dengan perahu nenek moyang orang Minang.

Selain itu, dinding Rumah Panggung juga dipenuhi dekorasi ukiran yang unik.

Pembedanya dengan Rumah Gadang adalah detail bentuk atapnya.

5. Memiliki 4 tiang utama

ciri rumah adat gadang
https://4.bp.blogspot.com/

Kaki atau tiang yang digunakan untuk menopang Rumah Gadang tidak pernah langsung menyentuh tanah, melainkan dialasi dengan batu sandi.

Tiang ini biasanya berjumlah 4 buah yang menjadi pondasi utama dalam Rumah Gadang.

Batu sandi di bawah tiang Rumah Gadang berfungsi untuk peredam getaran gelombang dari tanah sehingga tidak memengaruhi bangunan di atasnya.

Tiang inilah yang membuat Rumah Gadang bisa anti gempa.

Rumah Adat Gadang dari Sumatera Barat ini memang memiliki banyak keunikan.

Sebagai rumah yang digunakan untuk kegiatan adat serta kegiatan sehari-hari masyarakat Minang, Rumah Gadang memiliki arti tersendiri bagi mereka.