Rumah Adat Jambi

Rumah adat di setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing.

Di Provinsi Jambi misalnya terdapat tiga bentuk rumah adat yang masih bertahan hingga saat ini.

Rumah adat ini antara lain, Kajang Leko, Batu Pangeran Wirokusumo, dan Merangin.

Jambi merupakan wilayah yang letaknya berada di pesisir Timur Pulau Sumatera.

Provinsi yang telah berdiri sejak tahun 1958 ini terdiri dari beberapa etnis yang menempatinya.

Etnis asli Jambi saat ini berjumlah 44,66%, sedangkan sisanya adalah etnis Jawa, Melayu, Minangkabau, Batak, Banjar, Bugis, dan Sunda.

Simaklah ulasan rumah adat Jambi yang memiliki ciri khasnya sebagai berikut.

Rumah Adat Jambi Kajang Leko

rumah adat jambi berasal dari provinsi
Sumber: http://roni-bae.blogspot.com

Saat ini suku asli yang menempati Jambi seperti Suku Batin masih mempertahankan budaya yang telah diturunkan oleh nenek moyang mereka dari generasi ke generasi.

Salah satunya dalam mempertahankan bentuk tempat tinggal yang telah ada dan berkembang di masyarakat Jambi sejak dahulu kala, yaitu Kajang Leko.

Secara umum, rumah adat ini memiliki bentuk rumah panggung.

Seperti pada rumah adat lain di Indonesia, tempat tinggal ini dibuat lebih tinggi dari lahan landai yang ada.

Kajang Leko ini dibuat dalam bentuk rumah panggung agar penghuninya dapat merasa aman dari serangan binatang buas yang dapat berkeliaran di bawahnya.

Selain itu juga, bentuk rumah panggung akan membuat aman pemilik rumah dari adanya banjir yang bisa datang kapan saja.

Konstruksi Bangunan

rumah adat provinsi jambi beserta penjelasannya
Sumber: http://www.triptrus.com/

Bangunan rumah adat Jambi Kajang Leko memiliki bentuk yang cukup besar.

Ukuran rumah ini biasanya memiliki luar 12 x 9 meter persegi.

Oleh karena itu, rumah ini mempunyai bentuk persegi panjang.

Dapat dikatakan bahwa Kajang Leko merupakan rumah yang memerlukan banyak bahan baku yang digunakan sebagai tiang.

Biasanya satu rumah Kajang Leko memerlukan 30 tiang penyangga berukuran besar.

Tiang-tiang penyangga tersebut pun dibagi fungsinya.

24 tiang utama digunakan sebagai penopang rumah panggung tersebut.

Sementara, 6 tiang sisanya merupakan bentuk dari tiang pelamban.

Jumlah Ruangan

gambar rumah adat jambi beserta namanya
Sumber: http://roni-bae.blogspot.com

Seperti rumah adat pada umumnya, rumah Kajang Leko memiliki beberapa ruangan.

Ruangan-ruangan ini memiliki fungsinya masing-masing bagi penghuni rumah.

Ruangan tersebut antara lain Palemban, Gaho, Masinding, Tengah, Balik Menahan, Balik Melintang, Penteh, dan Bauman.

Berikut ini adalah ruang-ruangan di rumah Kajang Leko.

Palemban

Sumber: http://roni-bae.blogspot.com

Rumah adat Jambi Kajang Leko memiliki bagian khusus untuk menerima tamu.

Bagian ini biasa disebut dengan nama Palemban.

Pelamban adalah bagian depan dari rumah Kajang Leko.

Biasanya letaknya berada di sebelah kiri bangunan induk.

Palemban memiliki lantai yang terbuat dari belahan-belahan bambu yang diawetkan.

Lantai Palemban dari rumah ini menggunakan bambu belah yang diawetkan.

Uniknya, pada lantai palemban ini bambu belah dibuat sedikit berjarak.

Hal ini berfungsi agar tidak ada genangan air pada lantai Palemban karena air akan mengalir ke bawah melalui sela-sela bambu.

Ruang Gaho

Pada bagian kiri rumah Kajang Leko terdapat ruangan khusus bernama Gaho.

Ruang Gaho merupakan tempat khusus untuk keperluan dapur dan urusan di belakang rumah lainnya.

Oleh karena itu, di ruang ini biasanya terdapat dapur untuk memasak.

Selain itu, penghuni Kajang Leko juga menggunakan ruangan ini sebagai tempat air yang atau mencuci.

Di tempat ini juga, penghuni menggunakan area ini sebagai gudang pribadi.

Ruang Masinding

Jika Palemban merupakan tempat terima tamu pertama kali, masinding merupakan ruangan di dalam rumah yang juga digunakan untuk menerima tamu.

Ruangan ini terletak di bagian paling depan dari bangunan Kajang Leko.

Ruangan ini berkaitan dengan kegiatan musyawarah adat.

Dalam hierarki status sosial, biasanya orang-orang yang menempati ruangan ini adalah rakyat biasa.

Selain itu, tempat ini dikhususkan untuk tamu laki-laki saja.

Ruang Tengah

Sumber: http://roni-bae.blogspot.com

Ruang tengah berada di tengah bangunan Kajang Leko.

Ruangan ini adalah sebagai pembatas antara ruang balik menahan dengan masinding.

Pada bagian dalam Kajang Leko, ruang tengah dan Masinding tidak dibatasi oleh adanya pembatas seperti tembok.

Sehingga, membuat kesan rumah yang tampak besar.

Namun, pada saat pelaksanaan upacara adat, ruangan ini juga bisa ditempati oleh perempuan.

Ruang Balik Menahan

Kajang Leko memiliki bagian yang khusus digunakan bagi keluarga beraktivitas.

Bagian rumah ini disebut Ruang Balik Menahan.

Ruang balik menahan terdiri dari beberapa ruang seperti ruang makan, ruang tidur orang tua, dan ruang tidur anak perempuan yang belum menikah.

Ruang Balik Melintang

Ruang balik melintang berada di ujung sebelah kanan bangunan.

Lokasi menghadap ke ruang tengah dan ruang masinding.

Luas ukuran ruang balik melintang ini sekitar 2 x 9 meter pesegi.

Pada lantai ruangan balik melintang dibuat lebih tinggi daripada ruang lainnya.

Dengan begitu, ruangan ini dianggap sebagai ruang utama pada rumah adat Jambi Kajang Leko.

Oleh karena itu, ruang ini tidak boleh ditempati oleh orang sembarangan.

Penteh (Ruang Atas)

Penteh atau ruang atas merupakan ruang yang ada di atas bangunan.

Dalam rumah modern, panteh merupakan sebuah plafon.

Fungsinya adalah untuk membatasi antara bagian atap rumah Kajang Leko dengan bagian bawah.

Penteh memiliki fungsi untuk menyimpan barang bagi pemiliknya.

Bauman (Ruang Bawah)

Bauman atau ruang bawah rumah Kajang Leko tidak memiliki lantai dan tidak berdinding.

Pada kegiatan atau acara tertentu bauman digunakan untuk menyimpan alat atau bahan memasak.

Selain itu, dapat juga digunakan sebagai dapur untuk pesta dan kegiatan adat.

Ornamen

Sumber: http://roni-bae.blogspot.com

Rumah adat Jambi Kajang Leko mempunyai ornamen yang khas.

Ornamen ini menjadi ciri khas unik dan sekaligus hiasan yang menambah estetika cantik dari rumah tersebut.

Oranamen pada Kajang Leko menggunakan beberapa motif hias dengan bentuk ukiran.

Motif yang paling sering digunakan pada rumah adat Jambi ini adalah motif flora dan fauna.

Motif flora yang digunakan umumnya adalah motif bungo tanjung, tampuk manggis dan bungo jeruk.

Bungo tanjung diukirkan pada bagian depan masinding, sehingga dapat terlihat dari kejauhan.

Sementara itu, motif bungo jeruk pada belandar dan atau di atas pintu.

Motif flora pada rumah adat ini memiliki sebuah filosofi sendiri bagi keadaan alam di Jambi.

Maksud dari motif flora adalah menunjukkan bahwa banyak tanaman yang dapat tumbuh di Jambi.

Selain itu, flora pada ukiran rumah merupakan lambang bahwa hutan memiliki peran penting bagi masyarakat Jambi.

Motif flora ini dibuat dengan berwarna sehingga bagus dipandang.

Selain motif flora ada juga motif fauna.

Motif binatang yang sering digunakan adalah hewan laut atau ikan.

Ikan merupakan lambang bahwa masyarakat Jambi kebanyakan adalah nelayan.

Namun, motif ini dibuat tidak memiliki warna.

Motif fauna sering diukir pada ruang Gaho serta ruangan balik melintang.

Motif ikan ini sudah dimodifikasi ke dalam bentuk dedaunan dan dilengkapi bentuk sisik ikan.

Susunan Rumah

contoh rumah adat jambi
Sumber: http://roni-bae.blogspot.com

Rumah-rumah kejang leko di Jambi biasanya dibangun dalam satu kompleks.

Rumah-rumah tersebut dibuat berderet memanjang.

Sedangkan pada sisi jalan lainnya, rumah dibuat saling berhadapan.

Rumah ini memiliki jarak sekitar 2 meter antar rumah.

Bagian belakang rumah biasanya mememiliki bangunan khusus untuk menyimpan hasil panen.

Bangunan disebut sebagai bilik atau lumbung.