Rumah Adat Jawa Tengah

Ada banyak sekali jenis rumah adat di Indonesia.

Salah satu design rumah adat yang paling sering muncul di televisi adalah rumah adat Yogyakarta.

Coba anda tengok episode FTV yang menampilkan rumah adat.

Disana akan ada banyak sekali jenis-jenis rumah adat yang bisa anda jumpai.

Rumah Adat Jawa Tengah, gambar dan penjelasanya

Sebagian besar dari anda pasti belum mengerti tentang ciri dan nama rumah adat di Jawa Tengah.

Nah, dari pada berkubang dalam kebingungan, berikut ini kami beberkan beberapa penjelasan mengenai rumah adat di Jawa Tengah.

Berikut ini ada beberapa jenis rumah adat Jawa Tengah beserta sejarah yang terjadi di dalamnya.

Berbagai Jenis Rumah Adat di Jawa Tengah

Jika kita mau mengulik lebih dalam, kita akan tahu bahwa rumah adat di jawa tengah banyak sekali macamnya.

Tak hanya rumah Joglo, kamu juga akan mendapat beberapa nama rumah adat Jawa Tengah lainnya bila kamu rajin mencari refrensi melalui buku maupun website secara lebih luas.

Nah, berikut ini beberapa nama rumah adat Jawa Tengah yang wajib kamu ketahui:

1. Rumah Adat Joglo

rumah adat jawa tengah berbentuk
sumber:https://www.instagram.com/besarhadibri/

Rumah Joglo memiliki empat tiang ditengah yang dinamakan Saka Guru.

Bentuk rumah Joglo juga mirip dengan bujur sangkar. Namun, seiring dengan modernisasi, Rumah Joglo memiliki tambahan-tambahan ruangan.

Kesemua ruangan dan bagian dalam rumah Joglo berasal dari Kayu Sengon, Jati, dan Pohon Kelapa.

Itulah mengapa, pada zaman dahulu, rumah adat Joglo hanya bisa ditinggali oleh kalangan bangsawan dan raja.

Beberapa orang juga berfikir bahwa rumah Joglo pada saat itu sangat mahal karena biaya Kayu Sengon, Jati, dan Pohon Kelapa yang tidak murah membuat rumah adat ini hanya mampu di dirikan oleh kalangan konglomerat.

Masyarakat miskin pada saat itu  hanya mampu untuk membuat rumah Panggangpe, Limasan, atau Kampung yang lebih murah.

Saat ini rumah Joglo sudah dapat didirikan oleh beberapa kalangan dengan bahan-bahan yang lebih terjangkau sehingga lebih hemat biaya.

Kayu yang digunakan juga tidak harus memakai Kayu Sengon, Jati, dan Pohon Kelapa.

Asalkan memenuhi standar bentuk dan ruangan maka sudah bisa dikatkan rumah adat Joglo.

2. Rumah Adat Panggang Pe

rumah adat jawa tengah dan penjelasannya
sumber:https://situsbudaya.id/128-2/

Mayoritas penduduk jawa tengah pada zaman dahulu mendirikan rumah adat panggang Pe sebagai rumah mayoritas penduduk Jawa Tenga pada zaman itu.

Rumah adat Panggang Pe juga digunakan sebagai warung, tak hanya digunakan sebagai rumah tempat berteduh saja. Rumah adat panggang Pe masih ditemukan mayoritas di daerah Yogyakarta.

Rumah adat ini terbuat dari kayu dan genting dengan beberapa penyangga yang dinamakan jagak.

Jumlah Jagak rumah adat panggang pe terdiri dari 4 hingga 6 buah.

Rumah adat ini mempertahankan warna aslinya yaitu warna kayu coklat sehingga tidak butuh proses pengecatan.

3. Rumah Adat Tajug

  1. rumah adat jawa tengah apa
    sumber:https://www.instagram.com/jovipermata/

Penggunaan rumah adat tajug masih sering kita jumpai pada bangunan masjid maupun pondok pesantren.

Bentuk rumah adat tajug yaitu persegi dengan beberapa saka atau tiang penyangga.

Rumah adat ini memiliki ujung atap yang runcing mirip bujur sangkar.

Beberapa contoh penggunaan design rumah adat tajug yakni seperti terlihat pada masjid agung demak.

Selain masjid agung demak, sebagian besar design rumah adat tajug masih di temui di banyak masjid dan pondok pesantren lainnya.

Bila diperhatikan dengan seksama, tidak ada lagi atap atau bentuk masjid di belahan dunia lain dengan design rumah adat tajug selain di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Hal ini menjadi suatu keunikan tersendiri.

Rumah adat tajug sering dipakai sebagai masjid atau tempat belajar agama orang-orang dahulu.

Maka tidak heran bila susunan rumah adat tajug memiliki Mikrab, liwan, serambi atau emper, Ruang wudhu, dan Pekiwan.

Semua bagian rumah adat tersebut mirip dengan bagian masjid dimana terdapat:

  1. mikrab (tempat imam berkhotbah dan memimpin jamaah)
  2. Liwan (ruangan untuk sholat)
  3. serambi (lantai tambahan yang berada diluar rumah adat yang berfungsi untuk menampung Jamaah yang tidak kebagian tempat di Liwan)
  4. Ruang wudhu (tempat untuk mensucikan diri)
  5. Pekiwan (Kamar mandi untuk buang hajat sebelum melaksanakan ibadah dalam keadaan suci)

4. Rumah Adat Kampung

  1. nama rumah adat jawa tengah adalah
    sumber:https://www.instagram.com/salgucan/

Bila anda pernah melihat rumah adat Panggang Pe, maka anda pasti tidak akan bingung lagi dengan bentuk rumah adat kampung.

Rumah adat kampung memiliki bentuk yang hampir mirip dengan rumah adat panggang pe.

Bedanya, rumah adat kampung memiliki bentuk seperti dua buah rumah adat Tajug yang disatukan.

Pada bagian tengah rumah adat ini terdapat wuwung yang berfungsi untuk menyangga struktur utama atap dan sudut kemiringan atap serta dua buah tutup keong pada sisi kiri dan kanan.

Rumah adat kampung memadukan material kayu dan batu dimana kayu digunakan untuk bagian utama rumah adat ini.

Sementara itu, bagian pondasi rumah adat ini menggunakan batu yang bernama umpak.

Jumlah tiang penyangga rumah adat kampung begitu unik.

Semua jumlah tiang adalah kelipatan dari angka 4. Oleh karena itu, terkadang rumah adat kampung memiliki tiang berjumlah 8, 12, hingga 16.

5. Rumah Adat Limasan

rumah adat jawa tengah berbentuk apa
sumber:https://www.instagram.com/limasanjati/

Rumah adat limasan memiliki bentuk atap mirip limas. Rumah adat ini memiliki bentuk yang simple dan bisa dibongkar pasang.

Sekilas, rumah adat limasan mirip  dengan rumah adat Joglo. Yang membedakan hanya design atap berbentuk limas.

Pembagian ruangan rumah limasan juga mirip dengan rumah joglo.

Rumah adat limasan merupakan rumah dengan sambungan-sambungan yang masih sederhana.

Kayu-Kayu yang bersambung ini dapat dibongkar pasang tanpa harus merombak bentuk rumah adat dari awal.

Sebenarnya model rumah adat limasan tak hanya ada di Jawa Tengah.

Provinsi di Jawa Timur, Jawa Barat dan Bali juga memiliki model rumah adat limasan.

Filosofi Rumah Joglo

Sedikit tambahan mengenai filosofi rumah Joglo, Rumah adat joglo sendiri memiliki filosofi yang unik.

Semakin kita masuk ke dalam rumah adat joglo, semakin pribadi pula ruangan di dalam rumah adat tersebut.

Sebaliknya, semakin suatu ruangan menuju keluar, semakin public juga ruangan-ruangan tersebut.

Rumah adat joglo juga memiliki suatu peraturan tidak tertulis bahwa anggota-anggota keluarga tidak bisa sembarangan masuk ke suatu ruangan.

Fungsi dari Bagian bagian Ruangan di Rumah Joglo

Ada 3 bagian rumah adat Joglo:

  1. Pendapa

Pendapa merupakan bagian depan rumah adat Joglo yang biasa digunakan untuk menerima tamu. Biasanya dalam pendopo terdapat tikar.

  1. Pringgitan

Pringgitan adalah tempat diadakannya pertunjukan wayang. Masyarakat Jawa Tengah menyukai wayang untuk hiburan maupun sarana menyebarkan agama.

  1. Ruang utama keluarga

Ruang utama keluarga sering disebut sebagai ‘dalem’. Bagian ini memiliki beberapa kamar.

Keluarga laki-laki menempati kamar pertama sementara keluarga perempuan menempati kamar ke tiga.

Sementara itu, kamar ke dua justru kosong. Kamar kedua ini adalah tempat untuk memuja dewi sri.

Didalam kamar kedua tetap diisi dengan tempat tidur beserta perlengkapannya.