Rumah Adat Kalimantan Selatan

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki berbagai macam kebudayaan.

Indonesia terbentuk dari hasil gabungan dari beberapa pulau sehingga setiap pulau memiliki keunikannya masing-masing.

Bahkan, di pulau yang sama pun terdapat beberapa adat istiadat dan budaya yang berbeda.

Hal ini membuat Indonesia semakin berwarna dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap sesama.

Kalimantan sebagai salah satu pulau besar di Indonesia juga memiliki kebudayaan yang beragam, misalnya rumah adat kalimantan selatan.

Provinsi Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi di Pulau Kalimantan yang ibu kotanya Banjarmasin.

Dengan luas mencapai lebihdari 37.000 km, Kalimantan Selatan dihuni oleh 3,7 juta jiwa.

Provinsi ini memiliki sebelas kabupaten dan dua kota.

Mayoritas penduduk Kalimantan Selatan adalah Suku Banjar yang terdiri dari 3 kelompok, yaitu Banjar Kuala, Banjar Pahuluan, dan Banjar Banyu. Selain itu, di Kalimantan Selatan juga terdapat Suku Jawa sebanyak 14,51%.

Filosofi Rumah Adat Kalimantan Selatan

rumah adat kalimantan selatan rumah banjar
Sumber: https://gpswisataindonesia.files.wordpress.com/

Rumah Adat Kalimantan Selatan memiliki beberapa maknayang terkandung di dalamnya.

Makna filosofis ini terkait dengan kepercayaan dan kehidupan Suku Banjar yang menjadi mayoritas di Kalimantan Selatan.

Pertama adalah nilai filosofi dwitunggal semesta. Pada bagian atas rumah terdapat ukiran naga yang artinya alam bawah, sedangkan pada bagian atas rumah terdapat ukiran elang gading yang artinya alam atas.

Suku Banjar percaya bahwa rumah merupakan tempat sakral yang juga ditinggali oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Kedua adalah nilai filosofis payun dan pohon hayat. Atap Rumah Adat Kalimantan Selatan berbentuk seperti payung.

Hal ini melambangkan kekuasaan dan tingkat kebangsawanan.

Selain bentuk segitiga, atap Rumah Adat Kalimantan Selatan juga membumbung tinggi seperti pohon hayat.

Sedangkan pohon hayat dipercaya sebagai cerminan dari berbagai aspek yang menyatukan dunia.

Ketiga adalah nilai filosofis tubuh manusia. Suku Banjar mengibaratkan rumah seperti badan manusia.

Bagian atap adalah kepala, badan rumah seperti badan, tiang penyangga sebagai kaki, serta anjung seperti tangan kanan dan kiri.

Terakhir adalah nilai filosofis dari ruangan yang bersusun.

Setiap memasuki satu ruangan maka akan menaiki satu anak tangga karena letak ruangan yang semakin dalam semakin tinggo kemudian rendah ketika memasuki bagian belakang rumah.

Hal ini melambangkan tata krama Suku Banjar yang sangat kental menghormati si pemilik rumah.

Pembagian Ruangan Rumah Adat Kalimantan Selatan

Pembagian ruangan dalam Rumah Adat Kalimantan Selatan dibagi menjadi ruang terbuka, ruang setengah terbuka, dan ruang dalam.

Ruang dalam terdiri atas pacira, panampik kecil, panampik tengah, panampik besar, paapura atau padu, palindang atau ambin dalam, serta panampik dalam atau panampik bawah.

Pacira sendiri terdiri dari pacira luar dan pacira dalam.

Pacira luar terletak setelah pintu depan, sedangkan pacira dalam merupakan tempat untuk menyimpan alat-alat pertanian, alat penangkap ikan, dan alat pertukangan.

Panampik kacil dapat ditemukan setelah lawang hadapan yang merupakan ruang tamu dengan lantai yang lebih tinggi daripada lantaipanampik kacil.

Panampik besar merupakan ruang tamu bagian dalam dengan lantai yang lebih tinggi daripada lantai panampik tengah.

Padapura terletak di bagian belakang rumah yang digunakan sebagai tempat untuk kegiatan masa-memasak dan kegiatan rumah tangga lainnya.

Nama, Struktur, dan Gambar Rumah Adat Kalimantan Selatan

1. Rumah Bubungan Tinggi

rumah adat kalimantan selatan dan keunikannya
Sumber: https://upload.wikimedia.org/

Rumah Adat Bubungan Tinggi merupakan rumah adat yang cukup unik bila dilihat dari segi arsitekturnya.

Karena bentuknya unik, rumah ini juga dibagi menjadi beberapa bagian.

Rumah Bubungan Tinggi memiliki struktur seperti rumah panggung.

Rumah ini juga memanjang lurus dari depan ke belakang.

Bangunan yang menempel di sebelah kiri dan kanan rumah ini disebut dengan anjung.

Desain atap yang meruncing disebut dengan bubungan tinggi, seperti nama rumahnya.

Bubungan atap yang memanjang dari bubungan tinggi ke depan dinamakan atap sidang langit, sedangkan bubungan atap yang memanjang dari bubungan tinggi ke belakang dinamakan atap hambin awan.

2. Rumah Gajah Baliku

rumah adat kalimantan selatan beserta gambarnya
Sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/g

Rumah Gajah Baliku memiliki ciri-ciri yang mirip dengan Rumah Bubungan Tinggi.

Tetapi, ada sedikit perbedaan pada ruangan paluaran atau ruang tamu. Pada Rumah Bubungan Tinggi, keadaan lantainya berjenjang.

Hal ini dikarenakan Rumah Bubungan Tinggi berfungsi untuk bangunan keraton atau ndalem sultan yang memiliki tata nilai ruang yang bersifat hirarkis.

Sedangkan pada Rumah Gajah Baliku, atap di atas ruang paluaran atau ruang tamu memakai konstruksi kuda-kuda dengan atap perisai yang disebut dengan atap gajah dengan keadaan lantai yang datar sehingga menghasilkan bentuk bangun ruang yang disebut dengan ambin sayup.

Pada kedua anjung sama-sama memakai atap pisang sasikat atau atap sengkuap.

3. Rumah Gajah Manyusu

rumah adat provinsi kalimantan selatan adalah
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/

Rumah Gajah Manyusu adalah nama kolektif bagi semua jenis rumah adat Suku Banjar dengan ciri khasnya pada rumah induknya menggunakan atap perisai buntung.

Rumah induk menggunakan atap perisai buntung yang disebut juga atap gajah hidung bapicik dengan tambahan atap sengkuap pada emper hadapan yang disebut dengan atap sidang langit.

Sedangkan anjungnya memakai atap sengkuap yang disebut dengan atap anjung pisang sasikat atau dapat pula menggunakan atap perisai atau yang disebut dengan atap anjung ambin sayup.

4. Rumah Palimasan

nama rumah adat kalimantan selatan adalah
Sumber: https://3.bp.blogspot.com/

Rumah Adat Palimasan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Rumah Palimasan dengan anjung serta Rumah Palimasan tanpa anjung.

Rumah Palimasan dengan anjung memiliki beberapa ciri-ciri.

Pertama, terdapat ujung dengan atap perisai yang disebut ambin sayup.

Kedua, tubuh bangunan induk memakai atap perisai yang menutupi serambi pamedangan.

Ketiga, terdapat 4 buah pilar yang menyangga emper depan yang memakai atap sengkuap yang disebut atap sidang langit pada serambi sambutan.

Keempat, pada dinding tawing hadapan terdapat 1 hingga 3 pintu depan dan terasnya menggunakan kandang rasi.

Terakhir, tangga hadapan kembar ke kanan dan ke kiri. Sedangkan Rumah Palimasan tanpa anjung memiliki 1 ciri-ciri yang berbeda dengan Rumah Palimasan dengan anjung.

Perbedaan tersebut adalah tubuh bangunan induk memakai atap perisai yang menutupi serambi pamedangan.

5. Rumah Balai Laki

rumah adat adat kalimantan selatan
Sumber: https://www.kanalkalimantan.com/

Rumah Balai Laki memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis rumah adat lainya.

Rumah Balai Laki menggunakan tebar layar yang disebut dengan tawing layar.

Tubuh bangunan induk dari Rumah Balai Laki menggunakan pelana atau sering disebut dengan atap balai laki yang menutupi serambi pamedangan.

Selain itu, terdapat serambi sambutan 4 buah yang menyangga emper depan atau karbil yang memakai atap sengkuap yang disebut atap sindang langit.

6. Rumah Balai Bini

rumah adat pakaian adat kalimantan selatan
Sumber: https://www.kanalkalimantan.com/

Rumah Balai Bini adalah salah satu jenis Rumah Adat Kalimantan Selatan yang dahulu digunakan sebagai tempat tinggal para putri.

Bangunan induk Rumah Balai Bini memakai perisai yang disebut dengan atap gajah.

Sedangkan sayap bangunan atau anjung memakai atap sengkuap atau atap anjung pisang sasikat.

7. Rumah Tadah Alas

apa pengertian dari rumah adat kalimantan selatan
Sumber: https://www.kanalkalimantan.com/

Rumah Tadah Alas adalah salah satu jenis Rumah Adat Kalimantan Selatan yang merupakan pengembangan dari Rumah Balai Bini.

Pengembangannya berupa penambahan satu lapis atap perisai sebagai kanopi paling depan.

Atap kanopi itu disebut dengan tadah alas, yang kemudian dijadikan nama dari rumah adat ini.

Bangunan induk rumah ini memiliki konstruksi berbentuk segi empat yang memanjang dari depan ke belakang yang ditutupi pada bagian depannya dengan menggunakan atap gajah.

Atap bagian depan tersebut ditumpangi lagi  dengan sebuah atap perisai.

Atap perisai ini menutupi seluruh bagian mulai dari serambi pamedangan.

8. Rumah Lanting

rumah adat kalimantan selatan banjar
Sumber: https://muhammadirhammi.files.wordpress.com/

Rumah Lanting adalah salah satu jenis Rumah Adat Kalimantan Selatan yang dibangun terapung di atas air.

Pendirian rumah ini bisa dilakukan di sungai maupun rawa-rawa.

Rumah Lanting sarat akan budaya air yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Banjar.

Konstruksi Rumah Lanting berbentuk segi empat dengan atap pelana.

Pondasi yang digunakan berupa pelampung batang kayu besar dan gelagar ulin sebagai penyangga lantai papan.

Ruangan dalam rumah ini dibagi menjadi 2, yaitu ruang keluarga dan kamar tidur. Kawat digunakan sebagai pengikat beberapa bagian di dalam Rumah Lanting.

9. Rumah Bangun Gudang

deskripsi rumah adat kalimantan selatan rumah banjar
Sumber: https://www.kanalkalimantan.com/

Rumah Bangun Gudang adalah salah satu Rumah Adat Kalimantan Selatan yang dulunya digunakan sebagai tempat tinggal para pedagang kebanyan yang berasal dari Tionghoa.

Salah satu lokasi yang bisa dikunjungi untuk menemukan rumah ini adalah di daerah Kelurahan Sunagi Jingan, Kota Banjarmasin.

Perbedaan yang paling terlihat dari Rumah Bangun Gudang adalah terdapat 3 pintu masuk ke dalam rumah, yaitu depan, samping kanan, serta samping kiri.

Perbeaan lain adalah tidak adanya 4 pilar yang biasanya ada pada teras Rumah Adat Kalimantan Selatan.

10. Rumah Palimbangan

contoh rumah adat kalimantan selatan
Sumber: https://www.kanalkalimantan.com/

Rumah Palimbangan termasuk salah satu Rumah Adat Kalimantan Selatan yang ukurannya besar dan megah.

Rumah Palimbangan dibangun dengan megah karena rumah tersebut dijadikan tempat tinggal oleh saudagar kaya maupun ulama.

Rumah Palimbangan memiliki ciri khas pada bentuk atap dan ornamen ukiran daripada rumah adat lainnya.

Pada bagian luar Rumah Palimbangan terdapat atap pelana dengan hiasan layang-layang di bagian gunungannya.

Kalimantan Selatan termasuk salah satu provinsi yang memiliki berbagai jenis rumah adat.

Masing-masing rumah adat tersebut dibangun sesuai dengan fungsinya.

Meskipun terdapat banyak jenis, namun masyarakat Kalimantan Selatan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Justru keberagam membuat mereka semakin kaya akan kebudayaan.