Rumah Adat Kalimantan Timur

Provinsi Kalimantan Timur adalah salah satu provinsi di Kalimantan.

Seperti provinsi lain di Kalimantan, di Provinsi KalimantanTimur juga terdapat sungai besar yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari masyarakat.

Oleh karena itu, beberapa rumah adat di Provinsi Kalimantan Timur berada di daerah sungai.

Sungai menjadi jalur transportasi utama bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Timur.

Provinsi Kalimantan Timur

nama rumah adat di kalimantan timur adalah
Sumber: https://i1.wp.com/
macam macam rumah adat kalimantan timur
Sumber: https://www.coinaphoto.com/

Provinsi Kalimantan Timur adalah salah satu provinsi di Pulau Kalimantan yang letaknya di bagian paling timur dan berbatasan langsung dengan Malaysia.

Provinsi ini biasa dikenal dengan Provinsi Kaltim.

Dengan luas mencapai 127.000 km, Kalimantan Timur memiliki populasi sebanyak 3.500.000 jiwa.

Kalimantan Timur termasuk salah satu provinsi dengan tingkat kepadatan penduduk yang rendah.

Oleh karena itu, Kalimantan Timur sering dijadikan tujuan para perantau dari Jawa.

Dulunya Kalimantan adalah pulau yang mayoritas daerahnya berupa hutan hujan tropis.

Seiring berjalannya waktu, mulai ada penduduk yang membangun tempat tinggal di sekitaran sungai-sungai yang ada di Kalimantan.

Sumber daya alam utama di Kalimantan Timur adalah hutan tropisnya.

Namun, kini hutan di Kalimantan banyak ditebang untuk berbagai keperluan sehingga hutan hujan tropis alami di Kalimantan Timur perlahan mulai berkurang.

Nilai Filosofis Rumah Adat Kalimantan Timur

ciri khas rumah adat lamin dari kalimantan timur adalah
Sumber: http://4.bp.blogspot.com/

Rumah Adat Kalimantan Timur memiliki panjang mencapai 300 meter, dengan lebar 15 meter, dan tingginya mencapai 3 meter.

Rumah ini mampu menampung orang sebanyak 100 jiwa.

Bahan baku pembuatan rumahnya berupa kayu ulin.

Rumah Adat Kalimantan Timur merupakan salah satu rumah adat yang ukurannya besar dan luas.

Rumah adat yang besar memiliki nilai filosofis bahwa masyarakat Dayak hidup dengan cara gotong royong dan bersosialisasi dengan keluarga lain yang tinggal di rumah yang sama.

Keunikan Rumah Adat Kalimantan Timur

gambar rumah adat lamin dari kalimantan timur
Sumber: https://upload.wikimedia.org/

Rumah Adat Kalimantan Timur memiliki beberapa keunikan yang membuatnya menjadi berbeda dibandingkan dengan rumah adat lainnya.

Salah satu ciri khasnya adalah ukiran etnik di sekeliling dindingnya yang memiliki makna mendalam.

Ukiran dan ornamen yang digunakan biasanya bermotif makhluk hidup, seperti wajah manusia, tumbuhan, hewan, dan lain-lain.

Ukiran tersebut dipilih karena dipercaya bisa menjaga anggota kelurga di dalam rumah tersebut.

Warna yang digunakan dalam pembuatan Rumah Adat Kalimantan Timur adalah kuning, merah, hitam, biru, dan putih.

Warna-warna tersebut dipilih karena memiliki makna tertentu. Merah melambangkan keberanian, kuning adalah kewibawaan, putih berarti kebersihan jiwa, serta hitam sebagai simbol keteduhan.

Pembagian Ruangan Rumah Adat Kalimantan Timur

Rumah Adat Kalimantan Timur dibagi menjadi beberapa ruangan, yaitu ruang tamu, ruang tidur, dan dapur.

Ruang tamu adalah sebuah ruangan kosong yang luas dan panjang yang digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu maupun pertemuan masyarakat untuk membahas kegiatan adat.

Ruang tidur dalam Rumah Adat Kalimantan Timur dipisahkan sesuai jenis kelamin.

Namun, terdapat ruangan khusus bagi pasangan yang sudah menikah.

Di bawah Rumah Adat Kalimantan Barat ini terdapat kolong yang biasanya digunakan untuk menyimpan hewan ternak, seperti sapi, kambing, dan kuda.

Macam-macam Rumah Adat Kalimantan Timur

1. Rumah Lamin

keterangan rumah adat kalimantan timur
Sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Rumah Lamin memiliki struktur bangunan yang sama dengan rumah panggung dengan tinggi kolong mencapai 3 meter.

Rumah ini dibuat menggunakan kayu ulin yang terkenal sangat kuat.

Kayu ulin dipilih karena jika ia terkena air justru seratnya akan menjadi semakin kuat.

Beberapa totem yang ada di depan Rumah Lamin juga dibangun dengan menggunakan kayu ulin.

Rumah Lamin memiliki lebar sepanjang 25 meter dan panjangnya mencapai 250 meter.

Tangga yang digunakan sebagai jalan masuk ke dalam rumah diletakkan di depan dan belakang.

Bagian depan rumah digunakan sebagai tempat menerima tamu, pertemuan masyarakat, dan kegiatan adat.

Satu ruangan dalam Rumah Lamin bisa ditinggali sebanyak lima keluarga. Hiasan ornamen yang ada di Rumah Lamin memiliki makna filosofis tertentu. Atapnya dihiasi ukiran yang mengandung makna kewibawaan, keberanian, loyalitas, dan kebersihan jiwa.

Di bagian depan Rumah Lamin, terdapat tiang patung kayu yang digunakan untuk mengikat hewan kurban yang akan digunakan untuk upacara adat.

Di salah satu bagian patung tersebut ada bagian terbesar yang menonjol yang disebut dengan sambang lawing.

2. Rumah Bulungan

rumah adat kalimantan timur disebut
Sumber: https://situsbudaya.id/

Rumah Bulungan memiliki model arsitektur yang mengadopsi gaya kolonial.

Rumah ini digunakan sebagai tempat pertemuan masyarakat. Atap rumah ini berbentuk limas dan segitiga, sedangkan atap belakangnya dibuat mirip dengan model Belanda.

Pengaruh model rumah Belanda ini disebabkan karena adanya kegiatan perdagangan Hindia Belanda di Bulungan pada saat itu.

Atap Rumah Bulungan berbetuk dormer, bentuk bangunan yang mewah sekaligus simetris dan memiliki motif bunga.

Bagian depan bangunan Rumah Bulungan berbentuk segitiga dengan tiga atap limas.

Atap samping kanan dan kirinya dibuat dengan sentuhan gevel yang khas dengan bangunan Belanda.

Salah satu bagian yang menggambarkan kebudayaan Suku Bulungan adalah bentuk rumah tanduk.

3. Rumah Betang

rumah adat kalimantan timur brainly
Sumber: http://infopromodiskon.com/

Selain sebagai tempat tinggal, Rumah Betang mempunyai nilai adat yang kaya makna.

Rumah Betang dibangun dengan struktur rumah panggung untuk menghindari banjir dan hewan buas.

Rumah ini bisa menampung hingga 150 orang.

Rumah Betang dibangun dengan hulu menghadap ke timur dan hilir menghadap barat yang menjadi ciri khas masyarakat Dayak.

Rumah Betang memiliki nilai filosofis yang tinggi, yaitu rumah yang besar bertujuan untuk mengeratkan hubungan setiap anggota keluarga di dalam rumah tersebut.

Selain itu, rumah yang digunakan bersama-sama bisa memudahkan komunikasi serta saling membantu antar sesama.

Dalam Rumah Betang, hulu yang menghadap timur memiliki makna kerja keras sejak kecil supaya bisa merasakan sulitnya untuk hidup.

Sedangkan hilir yang menghadap ke barat memiliki makna pantang pulang sebelum matahari terbenam.

Hal tersebut menggambarkan bahwa masyarakat Dayak adalah pekerja keras.

4. Rumah Paser

rumah adat kalimantan timur dan keterangannya
Sumber: http://4.bp.blogspot.com/

Rumah Paser dibuat dengan bahan dasar kayu. Rumah ini biasa ditemukan di pinggir sungai karena masyarakat setempat menganggap sungai memiliki banyak sumber kehidupan.

Rumah Paser juga mengadopsi struktur bangunan rumah panggung. Rumah Paser dibuat tanpa diberi sekat di dalamnya.

Atapnya dibuat menggunakan daun nipah dan kulit kayu sungkai.

Lantainya dibuat dengan pohon niung atau bambu yang dipecah-pecah dan dijalin dengan rotan serta anak-anak kayu yang bundar.

Dulunya pembuatan rumah ini tidak menggunakan paku karena memang belum ada produksi paku sehingga rotan digunakan sebagai pengikat.

5. Rumah Adat Suku Wehea

artikel rumah adat kalimantan timur
Sumber: https://pbs.twimg.com/

Suku Wehea adalah suku di Kalimantan yang pertama mendiami daerah di sekitar Sungai Wehea.

Rumah ini memiliki struktur bangunan yang mirip dengan Rumah Lamin dan Rumah Betang.

Rumah ini merupakan rumah panggung yang saling terhubung dengan jembatan.

Dulunya rumah ini disebut dengan nama Eweang yang artinya rumah panggung tinggi yang saling terhubung dengan jembatan yang dinamakan teljung.

Kalimantan Timur memiliki kekayaan rumah adat yang masing-masing memiliki keunikan.

Masyarakat Dayak yang terkenal sebagai pekerja keras ini senantiasa melestarikan rumah adat mereka supaya tidak termakan oleh model rumah modern.

Peninggalan rumah adat seperti ini sudah seharusnya dijaga agar bisa dinikmati oelh anak cucu kita nanti.