Rumah Adat Kalimantan Utara

Kalimantan adalah pulau terbesar di Indonesia yang sangat kaya akan busaya dan adat istiadat.

Salah satu keragaman yang ada di Kalimantan adalah rumah adatnya yang beragam.

Kalimantan Utara adalah salah satu provinsi di pulau Kalimantan yang memiliki kekayaan upacara adat.

Rumah Adat Kalimantan Utara bernama Rumah Baloy, rumah ini memiliki banyak keunikan.

Masyarakat Kalimantan Utara sangat bangga dengan keunikan yang terdapat pada Rumah Baloy.

Provinsi Kalimantan Utara

Provinsi Kalimantan Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang letaknya berada pada bagian paling utara Pulau Kalimantan.

Provinsi ini berbatasan langsung dengan Negara Malaysia.

Dengan luas lebih dari 75.000 km persegi, Provinsi Kalimantan Utara memiliki total jumlah penduduk sebanyak 691.000 jiwa.

Provinsi Kalimantan Utara atau yang disingkat dengan Kaltara ini adalah provinsi termuda di Indonesia yang disahkan pemerintah pada 25 Oktober 2012.

Karena adanya program transmigrasi pemerintah, ada 40% suku Jawa yang menjadi penduduk Provinsi Kalimantan Utara.

Sedangkan sisanya adalah berbagai macam suku asli Kalimantan Utara, seperti Suku Dayak, Suku Banjar, Suku Bulungan, Suku Tidung, serta Suku Kutai.

Sebagai provinsi pecahan dari Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Utara memiliki adat dan kebudayaan yang mirip dengan Provinsi Kalimantan Timur.

Misalnya dalam hal rumah adat, Rumah Baloy strukturnya mirip dengan Rumah Lamin yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur.

Rumah Baloy

sejarah rumah adat kalimantan utara
Sumber: https://backpackerjakarta.com/

Rumah Baloy adalah rumah adat dari Provinsi Kalimantan Utara, provinsi termuda di Indonesia.

Rumah Baloy memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh rumah adat dari provinsi lain.

Rumah Baloy adalah perpaduan kebudayaan seni arsitektur Suku Tidung.

Rumah Baloy berbahan dasar kayu ulin, yaitu kayu khas masyarakat setempat yang bagus dan kuat untuk bahan rumah.

1. Struktur Bangunan

nama rumah adat kalimantan utara
Sumber: https://folksofdayak.files.wordpress.com/

Rumah Baloy biasanya dibangun menghadap utara, sedangkan pintu utamanya dibuat menghadap ke arah selatan.

Karena sama-sama berasal dari Pulau Kalimantan, struktur bangunan Rumah Baloy hampir sama dengan Rumah Lamin dari Kalimantan Timur.

Rumah Baloy adalah rumah adat yang menggunakan desain rumah panggung.

Semua bahan dasar pembuatan Rumah Baloy menggunakan kayu ulin yang kuat. Kayu ulin adalah kayu khas dari Pulau Kalimantan yang struktur seratnya sangat kuat, tidak seperti jenis kayu lain yang mudah lapuk jika terkena air.

Jika terkena air, kayu ulin ini justru menjadi semakin kuat.

Karena lingkungan tempat diberdirikannya Rumah Baloy ini adalah daerah pesisir, ukiran yang menghiasi dindingnya juga menggambarkan kearifan lokal daerah pesisir.

2. Fungsi

pakaian adat rumah adat kalimantan utara
Sumber: http://tanatidungkab.go.id/

Rumah Baloy sebenanarnya tidak difungsikan sebagai tempat tinggal, melainkan tempat dilaksanakannya kegiatan adat.

Selain itu, Rumah Baloy juga digunakan untuk tempat tinggal kepala adat.

Rumah Baloy juga digunakan untuk pertemuan atau musyawarah terkait masalah-masalah yang terkait dengan adat dan masyarakat.

Masyarakat Tidung sangat cinta damai sehingga setiap permasalahan yang berhubungan dengan adat dan masyarakat akan diselesaikan secara musyawarah.

Musyawarah yang melibatkan banyak masyarakat ini dilakukan di dalam Rumah Baloy, rumah adat mereka.

3. Ciri Khas

Rumah Baloy memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang dapat menggambarkan karakter dan pola kehidupan masyarakat Suku Tidung.

Ciri khas yang pertama adalah ukiran laut pada risplang.

Ukiran ini berupa kekayaan flora fauna yang berhubungan dengan daerah pesisir, seperti pohon kelapa dan ikan laut.

4. Filosofi

Beberapa bagian yang ada di dalam Rumah Baloy memiliki arti dan makna yang mendalam bagi masyarakat Suku Tidung.

Atap Rumah Baloy menggambarkan bahwa masyarakat Suku Tidung mrupakan masyarakat yang mata pencahariannya adalah nelayan dan pelaut.

Beberapa ruangan dalam Rumah Baloy memiliki fungsi yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyaraatnya.

Hal ini menunjukkan bahwa Suku Tidung adalah masyarakat yang mengutamakan musyawarah dan cinta damai dalam penyelesaian masalah.

5. Pembagian Ruangan

rumah adat baju adat kalimantan utara
Sumber: https://backpackerjakarta.com/

Di dalam Rumah Baloy terdapat 5 pembagian ruangan.

Pertama, ambir kiri atau alad kait, yaitu ruangan atau tempat yang dijadikan untuk menerima masyarakat yang ingin mengadukan perkara atau pembahasan permasalahan adat.

Kedua, ambir tengah atau lamin bantong, yaitu tempat utama pemuka adat bersidang untuk memutuskan perkara sebuah permasalahan adat.

Ketiga, ambir kanan atau ulad kemangt, yaitu bagian bangunan yang digunakan untuk beristirahat atau ruangan yang digunakan untuk berdamai setelah selesainya oerkara adat.

Keempat, lamin dalom, yaitu tempat yang digunakan oleh kepala adat besar Dayak Tidung.

Terakhir, lubung kilong, yaitu bangunan yang berada di tengah kolam.

Bangunan ini adalah sebuah tempat yang digunakan untuk menampilkan kesenian Suku Tidung, seperti Tarian Jepen.

Suku Tidung

gambar rumah adat kalimantan utara
Sumber: https://2.bp.blogspot.com/
rumah adat provinsi kalimantan utara
Sumber: https://2.bp.blogspot.com/

Suku Tidung adalah salah satu suku asli di Provinsi Kalimantan Utara.

Suku ini awalnya kurang terdengar karena mereka mayoritas berada di Sabah dan daerah Malinau.

Suku Tidung mulai didengar oleh masyarakat ketika terjadi konflik di Tarakan antara Suku Tidung dengan salah satu suku pendatang.

Konfik ini dimulai karena penyebutan Suku Tidung dengan nama Suku Dayak.

Setelah ditelurusilebihdalam, terkuak bahwa Suku Tidung adalah suku asli yang berada di Sabah dan cenderung tinggal di pesisir.

Tidung sendiri memiliki arti dataran tinggi atau bukit, maka kemungkinan suku ini awalnya tinggal di dataran tinggi dan akhirnya bermigrasi ke pesisir.

Terdapat salah satu legenda yang menceritakan Suku Tidung. Pada zaman dahulu, salah seorang putra dari Sultan Sulu bernama Datu Jamalulkarim berlayar bersama beberapa orang menuju Pulau Kalimantan.

Setelah sampai di daerah pantai, mereka masuk ke kawasan Sungai Pegagu dan memutuskan untuk menetap di sana.

Dalam kisah ini, Datu Jamalulkarim menikah dengan Putri Sunting dari Kayangan dan dikaruniai 3 orang putra dan seorang putri.

Setelah Datu Jamalulkarim meninggal, salah satu putranya yang bernama Datu Empat Mata menggantikannya.

Dalam cerita tersebut, Datu Empat Mata dikisahkan sebagai seorang yang kejam dan menjadi penguasa Tidung.

Pada suatu hari, terjadi bencana kekeringan di Tidung dan saudara dari Datu Empat Mata ini pergi ke luar desa untuk mengumpulkan bahan makanan.

Karena Datu Empat Mata berpikir bahwa yang menyebabkan semua kesialan tersebut adalah saudara perempuannya, ia akhirnya membakarnya hidup-hidup.

Masyarakat yang mengetahuinya marah dan berniat membunuh Datu Empat Mata.

Akhirnya Datu Empat Mata terbunuh dengan rencana yang dibuat oleh saudara-saudaranya.

Setelah Datu Empat Mata meninggal, terjadi perebutan kekuasaan yang akhirnya membentuk beberapa kesultanan, yaitu Solok, Bulungan, sebagian Bulungan dan Kutai, serta beberapa di bawah kekuasaan Sultan Bulungan.

Suku Tidung memiliki sejarah yang sangat panjang. Tercatat dalam sejarah, para bangsawan Suku Tidung telah memerintah Kerajaan Tidung yang berkedudukan di Pulau Tarakan dan Salim Batu, serta Kesultanan Bulungan yang berkedudukan di Tanjung Palas.

Berdasarkan silsilah yang ada, di pesisir timur Pulau Tarakan sudah ada Kerajaan Tidung Kuno.

Kerajaan ini akhirnya mulai diketahui keberadaannya pada tahun 1076. Setelah itu kerajaan ini berpindah ke pesisir selatan Pulau Tarakan di kawasan Tanjung Batu.

Meskipun Provinsi Kaliman Utara menjadi provinsi paling muda di Indonesia, namun provinsi tersebut sudah berkembang dengan baik dalam hal adat dan kebudyaan.

Walaupun usianya baru mencapai 7 tahun di tahun 2019 ini, Provinsi Kalimantan Utara telah berhasil mengembangkan masyarakatnya dengan baik.

Adat dan kebudayaan yang cinta damai membuat kehidupan masyarakatnya lebih teratur dan harmonis.