Rumah Adat Kalimantan

Kalimantan adalah pulau terbesar di Indonesia yang memiliki lima provinsi.

Masing-masing provinsi di Pulau Kalimantan memilikiadat istiadat dan kebudayaan yang beragam bentuknya.

Salah satunya adalah bentuk-bentuk rumah adat. Masing-masing rumah adat memiliki keunikan yang membuatnya menarik untuk dipelajari.

Meskipun pemerintah menentukan hanya satu rumah adat untuk setiap provinsi, di balik itu masih banyak rumah adat yang menarik yang tidak terlalu diekspos.

Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat

1. Rumah Betang Radakng

rumah adat kalimantan timur
Sumber: http://infopromodiskon.com/

Rumah Betang memiliki arti rumah yang pajang.

Rumah Betang Radakng memiliki luas yang bisa dihuni oleh 600 orang.

Biasanya Rumah Betang Radakng ini panjangnya mencapai 138 m dengan tinggi sekitar tujuh meter.

Jenis rumah ini menjadi bangunan yang paling mewah dan megah di daerah perkotaan.

Karena ukurannya yang sangat besar ini, Rumah Adat Radakng mendapatkan rekor MURI sebagai rumah adat terbesar.

2. Rumah Betang

rumah adat kalimantan selatan
Sumber: https://lelungan.net/

Rumah Betang memiliki keunikan masing-masing tergantung keinginan pemilik rumah.

Biasanya Rumah Betang dibuat dengan panjang mencapai 150 meter dengan lebar sekitar 30 meter.

Tujuan pembuatan rumah yang tinggi adalah untuk menghindari ketika banjir datang.

Rumah ini biasanya ditinggali secara turun temurun. Masing-masing keluarga/rumah tangga tinggal dalam ruangan yang telah disekat-sekat.

Selain tinggal di Rumah Betang, biasanya masyarakat Dayak juga memiliki rumah tunggal yang ditinggali saat mengurus ladang.

Tangga dalam Rumah Betang ada di bagian depan, sedangkan di bagian belakang terdapat ruangan yang digunakan untuk menyimpan alat dan hasil pertanian.

3. Rumah Baluk

rumah adat kalimantan timur adalah
Sumber: https://bombasticborneo.com/

Rumah Baluk adalah rumah adat yang digunakan oleh Suku Dayak Bidayuh untuk melaksanakan kegiatan ritual tertentu.

Bentuknya lingkaran dengan diameter mencapai 10 meter dan tinggi sekitar 10 meter.

Rumah ini dibuat dengan tiang penyangga sejumlah 20 buah.

Rumah ini dibuat tinggi dengan tujuan memberikan gambaran bahwa kedudukan Kamang Triyuh harus dihormati.

4. Rumah Adat Melayu

rumah adat kalimantan utara dan penjelasannya
Sumber: https://www.brothertrans.com/

Rumah ini bentuk atapnya mendapatkan pengaruh dari model atap rumah adat di Jawa.

Atap berbentuk segitiga berfungsi untuk asirkulasi udara.

Kolong di bawah rumah ini digunakan untuk memarkir kendaraan.

Rumah adat ini biasanya terdiri dari balai kerja yang digunakan untuk sekretariat pertemuan balai rakyat, taman bermain, serta kios berjualan.

Setiap ruangan di rumah ini memiliki fungsinya masing-masing, seperti acara adat, penginapan, pengobatan, serta pertunjukan.

5. Rumah Panjang

rumah adat kalimantan barat beserta penjelasannya
Sumber: https://upload.wikimedia.org/

Rumah Panjang merupakan rumah adat yang digunakan sebagai pusat kehidupan masyarakat Suku Dayak.

Rumah yang terbuat dari kayu ini panjangnya bisa mencapai 180 meter dengan ruangan sebanyak 50 buah.

Rumah ini memiliki teras yang disebut dengan pante dan ruang tamu yang disebut dengan samik.

Di daam ruang tamu terapat pene yang gunanya untuk menerima tamu.

Pene ini bentuknya lingkaran yang digunakan untuk meletakkan makanan.

Di bagian belakang rumah ini, setiap keluarga memiliki dapur mereka masing-masing.

Rumah Adat Provinsi Kalimantan Selatan

1. Rumah Bubungan Tinggi

rumah adat kalimantan brainly
Sumber: https://upload.wikimedia.org/

Rumah Bubungan Tinggi mempunyai bentuk bangunan seperti rumah panggung.

Rumah ini juga memanjang lurus dari depan ke belakang.

Bangunan yang menempel di kiri dan kanan rumah ini disebut dengan anjung.

Desain atap yang meruncing disebut dengan bubungan tinggi, seperti nama rumahnya.

Bubungan atap yang memanjang dari bubungan tinggi ke depan dinamakan atap sidang langit, sedangkan bubungan atap yang memanjang dari bubungan tinggi ke belakang dinamakan atap hambin awan.

2. Rumah Gajah Baliku

rumah adat kalimantan selatan dan ciri khasnya
Sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Rumah Gajah Baliku mempunyai struktur bangunan yang mirip dengan Rumah Bubungan Tinggi.

Tetapi, ada sedikit perbedaan pada ruangan paluaran atau ruang tamu.

Pada Rumah Bubungan Tinggi, keadaan lantainya berjenjang.

Hal ini disebabkan karena Rumah Bubungan Tinggi berfungsi untuk bangunan keraton atau ndalem sultan yang memiliki tata nilai ruang yang bersifat hirarkis.

Sedangkan pada Rumah Gajah Baliku, atap di atas ruang paluaran atau ruang tamu menggunakan konstruksi kuda-kuda dengan atap perisai yang disebut dengan atap gajah dengan keadaan lantai yang datar sehingga menghasilkan bentuk bangun ruang yang disebut dengan ambin sayup.

Pada kedua anjung sama-sama memakai atap pisang sasikat atau atap sengkuap.

3. Rumah Gajah Manyusu

contoh rumah adat kalimantan
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/

Rumah Gajah Manyusu adalah nama bagi semua jenis rumah adat Suku Banjar dengan bentuk khasnya pada rumah induknya memakai atap perisai buntung.

Rumah induk memakai atap perisai buntung yang disebut juga atap gajah hidung bapicik dengan tambahan atap sengkuap pada emper hadapan yang disebut dengan atap sidang langit.

Sedangkan anjungnya memakai atap sengkuap yang disebut dengan atap anjung pisang sasikat atau dapat pula memakai atap perisai atau yang disebut dengan atap anjung ambin sayup.

4. Rumah Palimasan

contoh rumah adat kalimantan barat
Sumber: https://3.bp.blogspot.com/

Rumah Adat Palimasan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Rumah Palimasan dengan anjung serta Rumah Palimasan tanpa anjung.

Rumah Palimasan dengan anjung mempunyai beberapa ciri-ciri.

Pertama, terdapat ujung dengan atap perisai yang dinamakan ambin sayup.

Kedua, tubuh bangunan induk menggunakan atap perisai yang menutupi serambi pamedangan.

Ketiga, terdapat 4 buah pilar yang menyangga emper depan yang memakai atap sengkuap yang disebut atap sidang langit pada serambi sambutan.

Keempat, pada dinding tawing hadapan terdapat 1 hingga 3 pintu depan dan terasnya menggunakan kandang rasi.

Terakhir, tangga hadapan kembar ke kanan dan ke kiri. Sedangkan Rumah Palimasan tanpa anjung memiliki 1 ciri-ciri yang berbeda dengan Rumah Palimasan dengan anjung.

Perbedaan tersebut adalah tubuh bangunan induk menggunakan atap perisai yang menutupi serambi pamedangan.

5. Rumah Balai Laki

ciri rumah adat kalimantan barat
Sumber: https://www.kanalkalimantan.com/

Rumah Balai Laki memakai tebar layar yang disebut dengan tawing layar.

Tubuh bangunan induk dari Rumah Balai Laki memakai pelana atau sering disebut denan atap balai laki yang menutupi serambi pamedangan.

Selain itu, terdapat serambi sambutan 4 buah yang menyangga emper depan atau karbil yang memakai atap sengkuap yang disebut atap sindang langit.

6. Rumah Balai Bini

ciri rumah adat kalimantan selatan
Sumber: https://www.kanalkalimantan.com/

Rumah Balai Bini adalah salah satu jenis Rumah Adat Kalimantan Selatan yang dahulu digunakan untuk tempat tinggal para putri.

Bangunan induk Rumah Balai Bini memakai perisai yang disebut dengan atap gajah.

Sedangkan sayap bangunan atau anjung menggunakan atap sengkuap atau atap anjung pisang sasikat.

7. Rumah Tadah Alas

rumah adat kalimantan disebut
Sumber: https://www.kanalkalimantan.com/

Rumah Tadah Alas adalah salah satu jenis Rumah Adat Kalimantan Selatan yang adalah pengembangan dari Rumah Balai Bini.

Pengembangannya berupa penambahan satu lapis atap perisai sebagai kanopi paling depan.

Atap kanopi itu disebut dengan tadah alas, yang dijadikan nama dari rumah adat ini.

Bangunan induk rumah ini memiliki bentuk segi empat yang memanjang dari depan ke belakang yang ditutupi pada bagian depannya dengan memakai atap gajah.

Atap bagian depan tersebut ditumpangi lagi  dengan sebuah atap perisai. Atap perisai ini menutupi seluruh bagian mulai dari serambi pamedangan.

8. Rumah Lanting

rumah adat kalimantan dan tariannya
Sumber: https://muhammadirhammi.files.wordpress.com/

Rumah Lanting merupakan salah satu jenis Rumah Adat Kalimantan Selatan yang dibangun terapung di atas air.

Pendirian rumah ini bisa dilakukan di sungai atau rawa-rawa.

Rumah Lanting sarat akan budaya air yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Banjar.

Konstruksi Rumah Lanting berbentuk segi empat yang dilengkapi dengan atap pelana.

Pondasi yang digunakan berupa pelampung batang kayu besar dan gelagar ulin sebagai penyangga lantai papan.

Ruangan dalam rumah ini dibagi menjadi 2, yaitu ruang keluarga dan kamar tidur. Kawat digunakan sebagai pengikat beberapa bagian di dalam Rumah Lanting.

9. Rumah Bangun Gudang

rumah adat kalimantan dayak
Sumber: https://www.kanalkalimantan.com/

Rumah Bangun Gudang adalah salah satu Rumah Adat Kalimantan Selatan yang dulunya digunakan untuk tempat tinggal para pedagang kebanyan yang berasal dari Tionghoa.

Salah satu lokasi yang bisa dikunjungi untuk menemukan rumah ini adalah di daerah Kelurahan Sunagi Jingan, Kota Banjarmasin.

Perbedaan yang paling terlihat dari Rumah Bangun Gudang adalah terdapat 3 pintu masuk ke dalam rumah, yaitu depan, samping kanan, serta samping kiri.

Perbeaan lain adalah tidak adanya 4 pilar yang biasanya ada pada teras Rumah Adat Kalimantan Selatan.

10. Rumah Palimbangan

rumah adat di kalimantan
Sumber: https://www.kanalkalimantan.com/

Rumah Palimbangan termasuk salah satu Rumah Adat Kalimantan Selatan yang ukurannya besar dan megah.

Rumah Palimbangan dibangun secara megah karena rumah tersebut dijadikan tempat tinggal oleh saudagar kaya maupun ulama.

Rumah Palimbangan memiliki ciri khas pada bentuk atap dan ornamen ukiran daripada rumah adat lainnya.

Pada bagian luar Rumah Palimbangan terdapat atap pelana dengan hiasan layang-layang di bagian gunungannya.

Rumah Adat Provinsi Kalimantan Tengah

1. Rumah Betang Muara Mea

rumah adat kalimantan selatan dari stik es krim
Sumber: https://pbs.twimg.com/

Rumah ini dibangun dengan tujuan melestarikan budaya yang ada di daerah tersebut.

Rumah Betang Muara Mea awalnya sangat sederhana, tetapi memiliki nilai budaya yang sudah semestinya dilestarikan oleh masyarakat.

Kini, pemerintah sudah menambahkan bangunan dapur di Rumah Betang Muara Mea agar isinya lebih lengkap.

2. Rumah Betang Tambaba

foto rumah adat kalimantan barat
Sumber: http://berjalanjalan.com/

Rumah ini juga merupakan rumah adat yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah.

Bahan utama pembuatan bangunan rumah ini berasal dari alam, yaitu kayu ulin.

Tiang yang digunakan sebagai penyangga Rumah Betang Tambaba juga terbuat dari kayu ulin.

Pembagian ruangan dalam Rumah Betang Tambaba tidak pernah berubah sejak dahulu hingga sekarang.

Hal ersebut selalu dilestarikan oleh masyarakat Dayak.

3. Rumah Betang Toyoi

fungsi rumah adat kalimantan tengah
Sumber: https://services.sportourism.id/

Di Desa tersebut terdapat upacara adat bernama tapung tawar.

Upacara adat ini berfungsi untuk mengusir roh jahat sebelum masuk ke dalam Rumah Betang Toyoi.

Rumah ini diberi nama sesuai dengan pendirinya, yaitu Toyoi Panji.

Seperti Rumah Adat Kalimantan Tengah pada umumnya yang dibangun dengan kayu ulin, Rumah Betang Toyoi pun demikian.

Kayu ulin yang digunakan untuk membangun rumah ini usianya bisa mencapai 150 tahun.

Rumah Betang Toyoi telah mengalami pemugaran beberapa kali, tapi keasliannya masih tetap terjaga.

Bagian dalam Rumah Betang Toyoi dibuat dengan kayu ulin, sedangkan bagian luarnya dilapisi dengan kulit kayu ulin.

Rumah Betang Toyoi juga menggunakan tiang dengan bentuk bulat persegi yang semakin menambah keunikan rumah tersebut karena tiang yang bisa dibentuk sedemikian rupa hanya dengan alat yang sederhana tanpa paku sekalipun.

4. Rumah Betang Damang Batu

foto rumah adat kalimantan selatan
Sumber: http://sejarah.dapobud.kemdikbud.go.id/

Karakteristik Rumah Adat Kalimantan Tengah ini hampir sama seperti Rumah Betang lain, yaitu menghadap ke Sungai Kahayan.

Rumah ini dibangun pada tahu 1868 oleh Tamanggung Runjan yang merupakan penduduk Tehwan.

Saat situs Rumah Betang Damang Batu ditemukan, ia hanya berbentuk persegi empat memanjang, namun sekarang hanya tersisa tiang-tiangnya saja karena termakan usia.

5. Rumah Betang Desa Tumbang Bukoi

fungsi rumah adat kalimantan
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/

Banyak Rumah Betang ditemukan telah mengalami pemugaran dan dibangun kembali.

Berbeda dengan fakta tersebut, Rumah Betang Desa Tumbang Bukoi justru masih dibangun dengan menyesuaikan dengan rumah struktur aslinya.

Rumah Betang Desa Tumbang Bukoi masih dibangun dengan menggunakan kayu ulin, sama seperti Rumah Adat Kalimantan Tengah pada umumnya.

Rumah ini digunakan secara komunal oleh masyarakat Dayak sehingga mereka lebih mudah berkomunikasi dan saling membantu.

6. Rumah Betang Sei Paseh

rumah adat kalimantan timur gambar
Sumber: https://i.ytimg.com/

Karena keterbatasan kayu ulin dan kayu besi, ketika dibangun kembali rumah ini menggunakan bahan-bahan modern.

Meskipun demikian, Rumah Betang Sei Pasah tetap meninggalkan susana Suku Dayak masa lalu di dalamnya.

Pada bagian belakang rumah adat ini terdapat kuburan atau sanding.

Kepercayaan agama Kaharingan mempercayai bahwa tulang manusia akan dikumpulkan dan diletakkan pada sadung.

Ada juga patung penjaga seperti sebuah ucapan selamat datang yang sekarang ini sudah dijadikan museum.

Pada awalnya, pembangunan rumah baru tersebut mengambil contoh dari Rumah Betang yang ada di Antang Kalang, namun akhirnya tidak jadi dan disesuaikan dengan kondisi terbatasnya kayu ulin.

7. Rumah Betang Pasir Panjang

rumah adat kalimantan tengah gambar
Sumber: https://cdn.idntimes.com/

Rumah Betang Pasir Panjang terletak di daerah Pangkalan Bun, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat.

Tradisi leluhur masih dipegang dengan teguh oleh masyarakatnya bahkan sampai sekarang.

8. Huma Gantung

rumah adat kalimantan utara beserta gambarnya
Sumber: https://folksofdayak.files.wordpress.com/

Huma Gantung juga merupakan salah satu Rumah Adat Kalimantan Tengah.

Dalam bahasa Dayak, huma memiliki arti rumah, sedangkan gantung memiliki arti tinggi yang digunakan sebagai tempat tinggal bagi Suku Dayak pada zaman dahulu.

Rumah Adat Provinsi Kalimantan Utara (Baloy)

rumah adat kalimantan tengah beserta gambar
sumber: https://situsbudaya.id/

Rumah Baloy adalah rumah adat yang digunakan sebagai tempat pertemuan, musyawarah, dan melaksanakan kegiatan adat lainnya.

Rumah ini dibagi menjadi beberapa ruangan, yaitu alad kait, lamin bantong, serta lamin dalom.

Ukiran yang ada di rumah menggambarkan kehidupan laut, seperti kehidupan masyarakat Suku Tidung yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

Rumah Baloy biasanya dibangun dengan menghadap utara sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat.

Ada lima ruangan utama yang terdapat di dalam Rumah Baloy, yaitu ambir kiri, ambir kanan, ambir tengah, lamin dalom, dan lubung kilong.

Ambir kiri adalah ruangan yang digunakan masyarakat untuk menerima pengaduan masalah oleh masyarakat lain.

Ambir kanan adalah ruangan yang digunakan tempat istirahat setelah perkara selesai atau damai.

Ambir tengah adalah tempat yang digunakan untuk pelaksanaan sidang.

Lamin dalom adalah ruangan untuk Kepala Adat.

Terakhir, lubung kilong adalah ruangan di tengah kolam yang digunakan untuk pertunjukan.

Rumah Adat Provinsi Kalimantan Timur

1. Rumah Lamin

rumah adat kalimantan barat berbentuk panjang hal ini menggambarkan
Sumber: http://2.bp.blogspot.com/

Rumah Lamin memiliki struktur bangunan yang sama dengan rumah panggung dengan tinggi kolong mencapai 3 meter.

Rumah ini dibuat menggunakan kayu ulin yang terkenal sangat kuat.

Kayu ulin dipilih karena jika ia terkena air justru seratnya akan menjadi semakin kuat.

Beberapa totem yang ada di depan Rumah Lamin juga dibangun dengan menggunakan kayu ulin.

Rumah Lamin memiliki lebar sepanjang 25 meter dan panjangnya mencapai 250 meter.

Tangga yang digunakan sebagai jalan masuk ke dalam rumah diletakkan di depan dan belakang.

Bagian depan rumah digunakan sebagai tempat menerima tamu, pertemuan masyarakat, dan kegiatan adat.

Satu ruangan dalam Rumah Lamin bisa ditinggali sebanyak lima keluarga.

Hiasan ornamen yang ada di Rumah Lamin memiliki makna filosofis tertentu.

Atapnya dihiasi ukiran yang mengandung makna kewibawaan, keberanian, loyalitas, dan kebersihan jiwa.

2. Rumah Bulungan

rumah adat kalimantan indonesia
Sumber: https://situsbudaya.id/

Rumah Bulungan memiliki model arsitektur yang mengadopsi gaya kolonial.

Rumah ini digunakan sebagai tempat pertemuan masyarakat.

Atap rumah ini berbentuk limas dan segitiga, sedangkan atap belakangnya dibuat mirip dengan model Belanda.

3. Rumah Betang

bentuk rumah adat kalimantan barat adalah
Sumber: https://thegorbalsla.com/

Selain sebagai tempat tinggal, Rumah Betang mempunyai nilai adat yang kaya makna.

Rumah Betang dibangun dengan struktur rumah panggung untuk menghindari banjir dan hewan buas.

Rumah ini bisa menampung hingga 150 orang.

Rumah Betang dibangun dengan hulu menghadap ke timur dan hilir menghadap barat yang menjadi ciri khas masyarakat Dayak.

4. Rumah Paser

 

jenis rumah adat kalimantan
Sumber: http://4.bp.blogspot.com/

Rumah Paser dibuat dengan bahan dasar kayu.

Rumah ini biasa ditemukan di pinggir sungai karena masyarakat setempat menganggap sungai memiliki banyak sumber kehidupan.

Rumah Paser juga mengadopsi struktur bangunan rumah panggung.

Rumah Paser dibuat tanpa diberi sekat di dalamnya.

Atapnya dibuat menggunakan daun nipah dan kulit kayu sungkai.

5. Rumah Adat Suku Wehea

rumah adat dari kalimantan timur dinamakan joglo
Sumber: https://pbs.twimg.com/

Rumah ini memiliki struktur bangunan yang mirip dengan Rumah Lamin dan Rumah Betang.

Rumah ini merupakan rumah panggung yang saling terhubung dengan jembatan.

Dulunya rumah ini disebut dengan nama Eweang yang artinya rumah panggung tinggi yang saling terhubung dengan jembatan yang dinamakan teljung.

Pulau terbesar di Indonesia ini memang memiliki keunikan rumah adat yang tidak ada habisnya.

Mulai dari ujung barat ke timur maupun dari utara ke selatan, terdapat rumah adat yang memiliki bentuk dan fungsinya masing-masing.

Beberapa rumah adat sudah mulai punah sehingga diperlukan partisipasi masyarakat supaya keunikan Rumah Adat Kalimantan bisa dinikmati hingga anak cucu kita dewasa nanti.