Rumah Adat NTT

Nusa Tenggara Timur adalah provinsi Indonesia yang letaknya tepat di bagian tenggara Indonesia.

Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari banyak pulau, diantaranya adalah Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata, Rote, Sabu, Adonara, Solor, Komodo dan Palue. Ibukotanya terletak di Kupang, Timor Barat.

Nusa Tenggara Timur memiliki keragaman dan keunikan budaya yang sangat melimpah, salah satunya pada rumah adatnya.

Hal ini terbukti melalui salah satu rumah adat NTT yang berhasil mendapatkan penghargaan dari UNESCO.

Yuk, simak apa saja rumah adat yang ada di Nusa Tenggara Timur pada artikel di bawah ini.

Rumah Adat Nusa Tenggara Timur

Beberapa rumah adat NTT adalah sebagai berikut:

1. Rumah Adat Musalaki

nama rumah adat di ntt
Sumber: Pewarta Nusantara

Rumah adat NTT yang satu ini adalah rumah yang hanya boleh dihuni oleh masyarakat setempat berjenis laki-laki.

Kira-kira kenapa ya, rumah adat ini tidak diperuntukkan oleh perempuan?

Pembagian Ruangan Rumah Adat Musalaki

1. Kuwu Lewa

Bagian paling dasar pada rumah adat Musalaki adalah Kuwu Lewa.

Kuwu Lewa terbuat dari batu panjang yang tegak sebagai pondasi utama agar rumah ini dapat berdiri dengan tegak.

Fungsi lain dari Kuwu Lewa ini yaitu untuk mencegah bangunan tersebut roboh pada saat terjadinya gempa.

Tidak hanya itu, pada Kuwu Lewa juga terdapat kayu yang dijadikan sebagai tumpuan pondasi untuk menyangga atap rumah.

2. Maga

Maga adalah lantai pada rumah adat Musalaki.

Di rumah ini, ada 2 jenis lantai, yaitu lantai Teo dan lantai Ndawa.

Lantai Teo adalah penyebutan lantai untuk teras dan letaknya berada di bagian luar rumah.

Sedangkan lantai Ndawa adalah lantai yang berada di bagian dalam rumah.

Jika dilihat, lantai Teo memiliki permukaan yang lebih tinggi daripada lantai Ndawa.

3. Atap

Rumah adat ini memakai jerami untuk membuat atap rumah.

Jerami ini nantinya akan bertumpuan dengan rangka yang disebut dengan Saka Ibu.

Yang paling unik dari atap rumah adat ini adalah bagian dari kerangka atap yang dinamakan Leka Reja.

Leka Reja memiliki bentuk yang menjulang tinggi ke atas.

Arsitektur Rumah Adat Musalaki

rumah adat yg ada di ntt
Sumber: Gifari Graphy

Tidak hanya asal diberikan nama, rumah adat Musalaki memiliki makna yang berkaitan dengan fungsinya.

Musalaki berasal dari bahasa Ende Lio dan terdiri dari dua kata, yaitu mosa yang artinya ketua atau kepala dan laki memiliki arti adat atau suku.

Sesuai namanya, dapat ditarik kesimpulan bahwa rumah adat ini diperuntukkan sebagai tempat tinggal para ketua suku Ende atau kepala adat.

Rumah adat ini pada umumnya digunakan sebagai tempat digelarnya upacara ritual adat, tempat bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan, dan kegiatan lain yang erat kaitannya dengan adat atau keagamaan.

Karena memiliki banyak sekali fungsi, rumah adat asal Nusa Tenggara Timur ini dibangun dengan ukuran yang besar dan struktur yang kokoh.

Materialnya yang digunakan untuk membangun rumah ini sebagian besar menggunakan bebatuan, kayu, dan dedaunan.

Sebagian besar rumah adat Musalaki di Nusa Tenggara Timur juga memakai material yanng sama sebagai bahan untuk membangun rumah.

2. Rumah Adat Mbaru Niang

rumah adat dan tarian ntt
Sumber: agolf.xyz

Mbaru Niang merupakan rumah adat yang memiliki lima tingkatan.

Rumah adat ini bisa kita temukan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Desa Wae Rebo.

Coba deh lihat bentuk atapnya pada gambar di atas, menarik perhatian sekali, ya?

Atap pada rumah adat Mbaru Niang ini memang tidak biasa karena memiliki bentuk mengerucut dari bagian atasnya hingga ke bagian paling bawah rumah.

Dengan kata lain, atapnya hamrir menutup seluruh bagian rumah.

Nah, atapnya yang memiliki bentuk yang unik ini terbuat dari daun lontar kering.

Lingkungan di sekitarnya juga terlihat sangat asri.

Itu karena masyarakat setempat menganggap rumah adalah tempat yang suci dan harus selalu dalam keadaan bersih.

Rumah adat yang berada di Flores ini adalah rumah adat yang mendapatkan penghargaan Award of Excellence dari UNESCO.

Pembagian Ruangan Rumah Adat Mbaru Niang

1. Lutur

Lutur adalah lantai pertama dari rumah adat Mbaru Niang.

Lutur digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat NTT yang menghuni rumah ini.

Ruangan ini terdiri dari kamar tidur seluruh anggota keluarga.

2. Lobo

Lobo adalah lantai 2 dari rumah ini dan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan bahan makanan.

3. Lentar

Lantai ketiga pada rumah ini dinamakan dengan lentar.

Fungsi dari ruangan di lantai 3 ini adalah sebagai tempat untuk menyimpan benih tanaman.

4. Lempa Rae

Jika ruangan di lantai 2 digunakan sebagai tempat untuk menyimpan bahan makanan, maka di lantai keempat yang disebut dengan lempa rae ini merupakan tempat untuk menyimpan seluruh cadangan makanan.

5. Hekang Kode

Lantai kelima pada rumah adat Mbaru Niang ini adalah tempat yang suci.

Alasannya, ruangan yang disebut dengan hekang kode ini adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan sesajian (sesajen).

Keunikan Rumah Adat Mbaru Niang

rumah adat ntt yang dihuni oleh suku
Sumber: floresa.co

Rumah adat Mbaru Niang dibangun di atas pengunungan, tepatnya berada di ketinggian 1200 mdpl.

Kabut yang sering sekali menutupi daerah pemukiman tempat rumah adat ini berada, menjadikan rumah adat Mbaru Niang mendapatkan julukan negeri di atas awan.

Jangan kaget ya, karena rumah adat ini hanya ditopang dengan satu tiang di tengah-tengah rumah yang terbuat dari kayu warok.

Tiang ini diikatkan dengan kerangka rumah dengan menggunakan pola lingkaran terpusat.

Pola ikatan tersebut terinspirasi dari compang, yaitu tumpukan batu tua yang mengelilingi bagian tengah pemukiman rumah adat Mbaru Niang.

Compang tersbeut juga dipercaya dapat menjaga kestabilan dan keutuhan rumah.

Masyarakat setempat juga meyakini compang sebagai pusat kehidupan dan bentuk penghormatan kepada Tuhan.

3. Rumah Adat Sao Ata Mosa Lakitana

rumah adat nusa tenggara timur wikipedia
Sumber: Adat Tradisional

Keunikan rumah ini terletak pada bahan dasar yang menjadi bahan pembuatan rumah adat ini, yaitu terbuat dari atap ilalang dengan bentuk kerucut dan hingga menyentuh tanah.

Jenis Rumah Adat Sao Ata Mosa Lakitana

1. Amu Kelaga

Amu Kelaga adalah rumah adat Sao Ata Mosa Lakitana yang memiliki bentuk seperti rumah panggung.

2. Amu Laburai

Rumah adat ini juga ada yang memiliki dinding yang terbuat dari tanah, yang disebut dengan Amu Laburai.

Bentuk Bangunan Rumah Adat Sao Ata Mosa Lakitana

rumah adat soe ntt
Sumber: netralnews

1. Atap Joglo

Rumah adat ini memiliki atap yang berbentuk joglo saat pemiliknya merupakan masyarakat Nusa Tenggara Timur bersuku Sumba.

2. Atap Kerucut Bulat

Jika menemui rumah adat Sao Ata Mosa Lakitana yang memiliki bentuk atap kerucut bulat, maka pemiliknya adalah suku Timor.

3. Atap Bentuk Perahu

Rumah adat Sao Ata Mosa Lakitana yang memiliki bentuk atap seperti perahu yang sedang diperbaiki adalah milik suku Rote di Nusa Tenggara Timur.

Tapi, setelah dilihat-lihat, bentuk atapnya memang menyerupai perahu, ya?

Kira-kira kalau kamu lihat rumah adat tersebut saat sedang berada di Nusa Tenggara Timur, kamu bakalan takut atau malah excited, ya?

Yang terpenting, warisan budaya yang sudah diakui oleh dunia ini jangan sampai rusak apalagi hilang keberadaannya.

Dengan mencari informasi mengenai rumah adat di Indonesia adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap peninggalan para leluhur.