Rumah Adat Padang

Apakah kamu pernah membayangkan rumitnya membangun sebuah rumah dimulai dari merencanakan, mengumpulkan bahan, hingga mulai membuat pondasi?

Nah, ini dia yang terjadi pada rumah adat padang.

Sebelum didirikan, penghulu dari suku yang menghuni Padang akan mengadakan musyawarah terlebih dahulu dengan keluarga yang akan membangun rumah.

Musyawarah tersebut adalah awal dari dimulainya pembangunan rumah.

Tapi tunggu dulu, ternyata nggak cuma sampai di situ.

Masih banyak tahapan lain yang harus dilakukan terlebih dahulu antara pemilik rumah, petinggi adat, dan masyarakat.

Mendengar sekilas tentang rumah adat Padang saja sudah sangat menarik, kan?

Simak informasi selengkapnya terkait rumah adat ini pada artikel berikut.

Rumah Adat Padang

1. Rumah Gadang

rumah adat padang terbuat dari stik es krim
Sumber: pngimage

Mungkin keberadaan rumah Gadang ini udah banyak diketahui oleh masyarakat.

Hal tersebut karena rumah adat yang satu ini merupakan ikon dari kota Padang itu sendiri.

Konon katanya, rumah Gadang dibangun berbentuk perahu sesuai dengan kisah perjalanan nenek moyang wong Minang yang telah berlayar jauh hingga sampai ke hulu Batang Kampar.

Perahu yang digunakan disebut dengan nama lancang.

Ketika sampai di sebuah daratan, lancang tersebut juga ditarik hingga ke darat agar tidak lapuk karena dihantam air laut.

Sementara berada di darat, lancang kemudian dijadikan sebagai tempat tinggal para pelaut.

Kemudian, saat nenek moyang wong Minang mulai menyebar, mereka pada akhirnya sepakat untuk membangun rumah untuk ditinggali tetapi berbentuk lancang tersebut.

Tujuannya adalah meskipun mereka tersebar, mereka dapat mengenali satu sama lain jika bertemu dengan pelaut yang lainnya.

Dengan kata lain, rumah Gadang pada awalnya dibagun sebagai identitas nenek moyang wong Minang.

Nah, atap yang memiliki bentuk tingkatan tersebut merupakan perwujdan dari layar kapal.

Selain dikatakan mirip dengan perahu, rumah Gadang juga pernah disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Bukit Barisan.

Meskipun garis-garis pada rumah Gadang dan Bukit Barisan berlawanan, tetapi jika dilihat sekilas, kedua hal ini memiliki kemiripan.

membuat rumah adat padang dari stik es krim
Sumber: Arsitag

Jenis-jenis Rumah Gadang

1. Rumah Gadang Batingkek

Rumah Gadang Batingkek memiliki arti rumah gadang bertingkat dalam bahasa Indonesia.

Rumah adat yang satu ini adalah rumah yang jarang ditemui saat berkunjung ke Padang, karena rumah Gadang pada umumnya tidak memiliki tingkatan pada bagian atas rumah.

Pada rumah ini tingkat yang dimaksud adalah gonjong (atap) yang bertingkat-tingkat.

Sama seperti kebanyakan rumah adat di Padang, model bangunannya rumah Gadang Battingkek ini mengadopsi bentuk rumah adat Gajah Maharam.

2. Rumah Gadang Surambi Papek

Rumah adat Padang yang satu ini memiliki pengakhiran kiri dan kanan yang disebut dengan “bapamokak” (papek) dalam bahasa Padang.

Rumah Gadang Surambi Papek disebut-sebut merupakan jenis rumah yang sedikit berbeda dari rumah Gadang yang lainnya.

Dahulu, untuk menghormati pemilik rumah, para tamu yang akan masuk ke dalam rumah ini, harus melalui pintu belakang rumah.

Namun seiring dengan perkembangan zaman dan untuk mempermudah jalan masuk, sekarang rumah Gadang Surambi Papek dilengkapi dengan pintu masuk yang berada di depan rumah.

3. Rumah Gadang Gajah Maharam

Rumah Gadang Jenis Maharam adalah rumah adat Padang yang mewah.

Bangunannya terbuat dari kayu juar, kayu surian dan kayu ruyung (pohon kelapa).

Selain itu, atapnya terbuat dari seng.

Dalam membangun rumah ini, haruslah menghadap ke arah utara.

Kemudian, dindingnya mengikuti di sisi timur, barat, dan selatan, dan ditutup oleh sasak.

Rumah ini memiliki gonjong sebanyak 5 buah.

Empat gonjongnya berada di atap dan sisanya diletakkan di depan rumah agar rumah terkesan gagah.

Rumah ini memiliki kamar sebanyak 4 ruangan yang berjejer dari arah selatan hingga timur dan barat dengan ukiran khas Minangkabau di pintunya.

Rumah Gajah Maharam dibangun dengan 30 tiang untuk menopang, sehingga menjadi rumah yang tahan akan bencana gempa.

Keunikan Rumah Gadang

cara menggambar rumah adat padang
Sumber: Sari Bundo
rumah adat padang kartun
Sumber: Arsitag

Rumah Gadang dibangun dengan menggunakan material papan untuk bagian depannya dan menggunakan bambu untuk bagian belakangnya.

Pada dinding setiap rumah Gadang dapat ditemukan ukiran yang memenuhi seluruh bagian dindingnya.

Motif ukiran yang terdapat pada dinding rumah merupakan simbolisasi alam, berdasarkan dengan ajaran masyarakat Minang yang bersumber dari alam.

Motif-motifnya antara lain tumbuhan yang merambat, akar yang memiliki daun, bunga, dan buah.

Yang menakjubkan dari rumah Gadang adalah, sejak dulu, para nenek moyang telah mempertimbangkan bencana alam sebagai salah satu hal yang mengancam kelangsungan hidup mereka.

Oleh karena itu, rumah adat yang satu ini dibangun untuk tahan terhadap gempa hingga kekuatan 8 Skala Ritcher.

Cara mengakalinya adalah, permukaan paling dasar pada rumah Gadang sama sekali tidak menyentuh tanah, tetapi dialasi dengan batu sandi terlebih dahulu.

Fungsi dari batu sandi tersebut adalah untuk meredam getaran.

Terbukti, hingga sekarang, jika terjadi gempa, rumah Gadang tetap stabil dan kokoh berdiri, hanya saja bergelombang mengkuti getaran yang berasal dari dasar bumi.

Pada rumah Gadang juga dilengkapi dengan lumbung padi atau yang umum dikenal dengan istilah rangkiang oleh masyarakat setempat.

Jenisnya ada banyak sesuai dengan fungsinya, yaitu rangkiang Sitinjau yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan beras untuk upacara adat dan rangkiang Sitangka Lapa yang merupakan tempat penyimpanan beras juga tetapi khusus untuk yang diberikan kepada rakyat miskin.

Terakhir, ada rangkiang Sibayau-bayau yang digunakan sebagai tempat penyimpanan beras untuk kebutuhan penghuni rumah.

2. Rumah Gonjong

rumah adat padang berasal dari
Sumber: Dirumahku

Jenis-jenis Rumah Gonjong

rumah adat padang animasi
Sumber: Dirumahku

1. Rumah Gonjong Ampek

Bangunan rumah gadang yang dilengkapi dengan 4 merupakan suatu keharusan di kawasan Luhak Nan Tigo, karena merupakan anjuran adat setempat.

Rumah ini terdiri dari 7 ruangan dan memiliki ciri-ciri adanya anjungan pada kiri dan kanan bangunan.

2. Rumah Gonjong Limo

Sama seperti namanya, rumah adat asal Padang yang satu ini memiliki 5 gonjong.

Rumah ini memiliki tambahan gonjong pada sisi kiri atau kanan bangunan.

3. Rumah Gonjong Anam

Sebenarnya, bentuk asli dari rumah adat Gonjong Aman ini adalah bangunan Gajah Maharam, namun telah dimodifikasi dengan cara menempelkan berbagai macam ukiran.

Bentuk bangunannya seakan-akan beranjung, tetapi sebenarnya tidak.

Salangkonya memakai papan dan memiliki banyak jendela agar cahaya lebih banyak masuk ke dalam rumah.

Dengan kata lain, rumah adat Gonjong Anam ini adalah bentuk modern dari rumah Gajah Maharam.

4. Rumah Gonjong Sibak Baju

Karena bentuk dan modelnya tidak berbeda jauh dari rumah adat Gajah Maharam, dapat dikatakan rumah Gonjong Sibak Baju terinspirasi dari rumah adat tersebut.

Ciri khas rumah Gojong Sibak Baju memiliki bentuk yang hampir sama dengan sibakkan baju atau belahan baju.

Material utama untuk membangun rumah adat ini adalah kayu dan sasak.

Di Padang, rumah adat Gonjong Sibak Baju ini sangat mudah ditemui keberadaannya.

Sungguh kaya akan makna ya, rumah adat asli dari Padang ini.

Bahkan, dalam proses pembuatannya, rumah adat ini sudah direncanakan untuk tetap kokoh dalam situasi apapun.

Semoga artikel ini dapat membantumu dalam menambah pengetahuan mengenai rumah adat yang dihuni oleh masyarakat adat Padang, ya.