Rumah Adat Palembang

Sumatera Selatan merupakan pusat dari kerajaan Hindu-Budha terbesar di Asia Tenggara, yaitu Sriwijaya.

Provinsi yang terletak di utara Provinsi Lampung ini menyimpan beragam budaya.

Budaya yang dimiliki oleh orang-orang Sumatera Selatan tersebut dapat dilihat dari rumah adat yang dimiliki oleh warga lokal.

Walaupun saat ini jumlah rumah adat yang terbuat dari kayu tersebut sudah semakin jarang ditemui, namun rumah ini masih dapat dijumpai di beberapa sudut Sumatera Selatan ataupun Kota Palembang.

Macam Rumah Adat Palembang

Rumah Limas

Sumber: en.wikipedia.org

Rumah Limas merupakan rumah yang biasa digunakan sebagai tempat tinggal penduduk melayu di Sumatera Selatan.

Rumah adat ini menggunakan kata Limas.

Arti dari Kata limas merupakan gabungan kata dari lima dan emas.

Rumah limas adalah rumah dengan bentuk rumah panggung.

Seluruh sudut rumah dan masing-masing bagiannya terbuat dari bahan kayu.

Material pada pondasi yang dipakai rumah limas terbuat dari kayu ulin.

Kayu ulin digunakan karena memiliki struktur yang kuat daripada kayu lainnya.

Kayu ini sangat pas digunakan untuk material luar ruang karena tahan air dan memiliki kekuatan yang baik.

Hal ini disebabkan karena rumah tradisional harus bisa tahan lama agar dapat digunakan oleh penerusnnya.

Pada rumah limas, tiang penyangga dibuat dengan tinggi 1,5 hingga 2 meter dari dasar.

Pada bgian rumah lain seperti pintu, pagar, dan lantai terbuat dari kayu trambesi.

Uniknya, bangunan asli rumah limas ini sebenarnya tidak menggunakan paku sama sekali.

Lantai rumah limas dibuat memiliki undakan.

Bagi masyarakat Sumatera Selatan, lantai yang memiliki undakan tersebut disebut dengan “kekijing”.

Biasanya, rumah limas memiliki dua hingga empat kekijing atau undakan.

Struktur Rumah Limas

Secara umum rumah limas memiliki tiga bagian.

Bagian-bagian rumah tersebut yaitu bagian depan, bagian tengah, dan belakang.

Beranda rumah atau bagian depan biasanya memiliki tangga.

Pada rumah-rumah limas asli yang belum dimodifikasi, biasanya menggunakan dua buang tangga yang saling bersebrangan.

Ketika menaiki beranda rumah, akan terdapat gayung dan sebuah gentong berisi air.

Fungsi gentong berisi air ini adalah untuk mencuci kaki dan tangan sebelum memasuki rumah.

Bagian beranda ini biasa digunakan untuk beristirahat dan bersantai dengan oleh penghuni rumah.

Pada bagian tengan, rumah limas dibuat dengan beberapa undakan atau kekijing.

Tiap kekijing terdapat dua jendela yang kedua bagian dinding rumah.

Sementara itu, bagian belakang rumah limas digunakan sebagai ruangan dapur untuk memasak.

Pada ruang dapur, terdapa tiga bagian ruang.

Ruangan pertama adalah bagian untuk menyiapkan bahan masakan.

Bagian dapur kedua adalah ruangan yang digunakan untuk mengolah makanan.

Sedangkan pada bagian ruang dapur ketiga dibuat untuk membersihkan peralatan memasak.

Fakta Menarik Rumah Limas

1. Rumah Limas yang Ada di Uang Rp. 10.000

Sumber: http://jogja.tribunnews.com

Rumah Limas terdapat pada uang Rp. 10.000.

Namun, rumah tersebut bukan hanya terbuat dari gambar saja.

Wujud kedua rumah yang ada pada lembar uang Rp. 10.000 tersebut benar adanya.

Rumah tersebut terletak di Museum Balaputera Dewa.

Museum ini menyimpan koleksi-koleksi bersejarah yang berkaitan dengan budaya masyarakat Sumatera Selatan.

Pengunjung dapat mengeluarkan biaya atau tarif sebesar Rp. 2.000 saja.

Dengan begitu, pengunjung dapat berputar-putar dan melihat koleksi dengan didampingi oleh pemandu wisata.

Rumah limas ini terdapat di bagian belakang museum.

Oleh karena itu, sebelum sampai area belakang pengunjung akan melihat-lihat koleksi museum terlebih dahulu.

2. Simbar pada Atap Rumah Limas

Sumber: kangapip.com

Rumah limas memiliki visual yang menonjol pada bagian atapnya.

Atap yang cukup landai membuat aksen pada ujung atap terlihat jelas.

Hal ini membuat penghuni rumah membuat ornamen bentuk simbar.

Simbar tersebut adalah dekorasi berbentuk tanduk.

Simbar biasanya juga dilengkapi dengan bentuk rangkaian bunga melati sebagai sebuah mahkota.

Artinya, penghuni tersebut berharap sebuah kerukunan dan keagungan.

Walapun begitu, setiap rumah mempunyai jumlah simbar yang berbeda-beda.

Dua simbar melambangkan Adam dan Hawa.

Sedangkan, tiga simbar berarti matahari – bulan – bintang

Empat simbar melambangkan sahabat nabi.

Dan juga, lima simbar merupakan lambang dari rukun Islam.

Simbar ini pun dibuat bukan tanpa tujuan atau hanya dekorasi semata.

Tetapi, hiasan ini juga dibuat untuk dapat menangkal petir.

3. Trenggalung Rumah Limas

Sumber: https://www.indonesiakaya.com

Trenggalung merupakan tempat yang dipakai untuk penghuni sebagai tempat menerima tamu.

Bagian ini biasanya terletak pada tingkatan pertama Ruma Limas.

Selain menerima tamu, tempat ini juga biasanya digunakan untuk membuat atau menggelar suatu acara oleh si pemilik rumah.

Ruangan ini biasanya dibuat untuk dapat melihat ke luar rumah dari dalam ruangan.

Terdapat pagar yang memiliki kisi-kisi sehingga, orang yang di dalam trenggalung dapat melihat keadaan luar.

Sementara itu, orang yang diluar tidak dapat melihat ke dalam karena batasan pagar.

Pada bagian ini juga, biasanya pemilik memiliki lawang kipas.

Lawang kipas adalah pintu yang dapat buka dan ditutup secara lebar.

Dalam hal ini, jika menggunakan lawang kipang, trenggalung akan terlihat memiliki dinding karena pintu yang ditutup.

4. Bagian-bagian Rumah Limas

Sumber: https://pesona.travel

Bagian ruangan dalam rumah limas setelah trenggalung adalah jogan.

Pada tingkatan atau kekijing ke dua ini berfungsi untuk tempat tinggal bagi anggota keluarga sekaligus pemilik laki-laki.

Kemudian pada kekijing tingkat tiga, bergungsi untuk ruangan yang lebih privasi dibandingkan ruangan sebelumnya.

Pada kekijing ini terdapat penyekar ruangan yang biasanya ditutup juga dengan lemari besar yang berukiran emas.

Ruangan ke tiga ini biasanya hanya digunakan oleh tamu khusus saat keluarga atau pemilik rumah melangsungkan kegiatan atau acara.

Sementara itu, pada tingkatan ke empat, biasanya hanya memperbolehkan tamu-tamu yang dihormati dan masih memiliki hubungan saudara dengan pemilik rumah.

Sedangkan pada tingkatan terakhir, kekijing ini disuebut sebagai ruangan gegajah.

Pada ruangan ruangan gegajah ini, tamu yang diperbolehkan masuk adalah orang terhormat dan memiliki kedudukan paling tinggi di keluarga ataupun di masyarakat.

Dalam ruangan gegajah lantai dibuat berundak dan sering disebut sebagai amben.

Amben pada gegajah ini biasa digunakan untuk mengadakan musyawarah.

Selain itu, rumah limas juga bisanya selalu menyiapkan kamar pengantin.

Pada rumah ini, kamar penganti hanya difungsikan jika pemilik rumah sedang melangsungkan acara pernikahan.

5. Interior Rumah Limas

Sumber: https://pesona.travel

Rumah limas identik dengan penggunaan unsur kayu.

Hal ini juga digunakan pada perabotan rumahnya.

Kayu-kayu yang telah dipoles sehingga terlihat mengkilap dapat dilihat pada bagian dalam rumah ini.

Furnitur yang digunakan biasanya menggunakan bahan dari kayu jati atau kayu tembesu.

Pada bagian kamar tidur terdapat dipan dengan ukiran menarik di sisi atasnya.

Ukiran tersebut berwarna kuning emas yang menyala.

Sehingga, ukiran tersebut terlihat kontras dengan penggunaan kayu yang dominan.

Di dalam kamar tidur juga penggunaan warna-warna kain atau sarung bantal dari songket menambah cantik kamar di rumah limas ini.

6. Rumah Limas milik Abdul Aziz

Sumber: https://travel.kompas.com

Saat ini, cukup sulit untuk menemukan keberadaan rumah adat palembang ini.

Hal ini lah yang menjadi perhatian H. Abdul Aziz.

Ia telah berniat untuk mengumpulkan dan menyusun barang-barang lama sehingga cocok digunakan pada rumah limasnya.

Rumah limasnya saat ini telah dibuka untuk umum.

Dengan rumah limas tersebut ia berharap bahwa nantinya generasi selanjutnya mau untuk meneruskan keberadaan rumah limas ini.