Rumah Adat Papua (Honai)

Di Papua, ada satu suku yang dikenal dengan nama suku Dani.

Suku Dani adalah suku yang menetap di sebuah perkampungan Papua, tepatnya di Lembah Baliem.

Suku ini memiliki rumah adat yang memiliki bentuk yang sangat unik, namanya rumah adat Honai.

Rumah ini tidak hanya digunakan oleh masyarakat suku Dani sebagai tempat tinggal saja, tetapi juga sebagai tempat untuk mempelajari banyak hal.

Tertarik untuk mengetahui apa saja keunikan dari rumah adat papua (Honai) ini? Baca informasi selengkapnya pada artikel ini.

Rumah Adat Honai

rumah adat honai berasal dari provinsi
Sumber: Adira

Kalau melihat bentuk rumah adat yang sangat familiar ini, apakah kamu tahu dari mana asalnya?

Ya, ini adalah rumah adat asli suku Dani dari Papua.

Hal yang paling menonjol dari rumah adat ini adalah atapnya yang berbentuk kubah atau kerucut yang terbuat dari ilalang atau jerami.

Terkadang, bentuk bangunan dari rumah ini sering disamakan dengan bentuk jamur.

rumah adat honai berasal dari daerah
Sumber: Media Tata Ruang

Tinggi bangunannya biasanya hanya sekitar 2,5 meter dan terdapat perapian atau tempat membuat api unggun di tengah-tengah rumah agar penghuninya tetap merasa hangat.

Kapasitas dari rumah adat Honai ini adalah 5 hingga 10 orang dan umumnya terbagi menjadi 2 tingkat.
Selain itu, tidak semua orang bisa memasuki rumah ini.

Sehingga, rumah Honai memiliki beberapa jenis sesuai dengan kebutuhannya.

Berikut ini adalah jenis-jenis dari rumah adat Honai:

Jenis Rumah Adat Honai

rumah adat honai berbentuk seperti
Sumber: Kata

1. Honai

fungsi dan keunikan rumah adat papua
Sumber: Travel Today Indonesia

Rumah adat Honai pada umumnya adalah rumah yang hanya dapat dihuni oleh masyarakat berjenis kelamin laki-laki.

Dari namanya saja, sebenarnya sudah dapat diketahui bahwa Honai adalah rumah yang khusus dihuni oleh laki-laki.

Secara morfologis, Honai berasal dari dua kata yaitu hun yang artinya laki-laki atau pria dewasa, dan ai yang artinya rumah.

Sehingga, rumah adat Honai jenis Honai ini adalah rumah yang diperuntukkan oleh para laki-laki di suku Dani.

2. Ebei

gambaran rumah adat papua
Sumber: Model Kursi

Untuk perempuan suku Dani, akan menghuni rumah Honai yang dinamakan dengan Ebei.

Sama seperti Honai, kata Ebai juga memiliki arti.

Ebei berasal dari kata ebe yang artinya tubuh dan ai yang artinya rumah.

Ebei bermakna bahwa perempuan adalah tempat tinggal bagi kehidupan.

Di dalam Ebei, anak-anak perempuan menjalani proses pendidikan yang diajarkan oleh sang Ibu.

Pendidikan yang mereka dapatkan adalah hal-hal seputar apa yang akan dilakukan ketika mereka menikah dan berkeluarga nanti.

3. Wamai

gambar rumah adat papua barat
Sumber: picssr.com

Selain tempat tinggal manusia, masyarakat suku Dani juga menyediakan tempat tinggal untuk ternaknya di sebuah rumah.

Rumah ini dinamakan dengan Wamai.

Wamai adalah rumah adat yang dijadikan sebagai kandang untuk hewan ternak yang dipelihara oleh masyarakat Papua, seperti babi anjing, dan ayam.

4. Kariwari

rumah adat papua indonesia
Sumber: https://interiorindonesia.web.id

Selain suku Dani, ternyata suku Tobati-Enggros yang tinggal di tepi danau Sentani, Jayapura juga menempati rumah Honai.

Namun ada sedikit perbedaan di namanya karena suku Tobati-Enggros menyebutnya dengan nama Kariwari.

Sama seperti rumah jenis Honai, Kariwari hanya boleh ditempati laki-laki berumur 12 tahun.

Di sinilah anak laki-laki berumur 12 tahun tersebut mendapatkan pendidikan mengenai tanggung jawab mereka sebagai seorang laki-laki dalam kehidupan, misalnya mencari nafkah.

Selain itu, mereka juga mendapatkan pelajaran bagaimana menjadi kuat dan berani dalam menghadapi tantangan.

Biasanya, pelajaran yang mereka dapatkan adalah seputar membuat perahu, membuat senjata, memahat, hingga cara berperang.

5. Rumsram

jenis rumah adat papua
Sumber: Warta Wanita

Kalau Rumsram adalah rumah adat Honai yang dipakai oleh suku Biak Numfor.

Sama seperti Honai dan Kariwari, Rumsram digunakan sebagai tempat untuk mendidik anak laki-laki dalam menjalani kehidupan.

Struktur Bangunan

rumah adat honai asal provinsi dari
Sumber: Mahligai Indonesia

Rumah adat Honai tidak memiliki lantai yang terbuat dari semen seperti rumah pada umumnya, tetapi lantainya berupa tanah.

Rumah ini terbagi atas 2 lantai.

Lantai pertama yang terbuat dari tanah digunakan untuk berkumpul dengan keluarga, bermusyawarah, dan beraktivitas di malam hari.

Sedangkan lantai kedua yang terbuat dari papan, digunakan sebagai tempat untuk tidur.

Terdapat pula sebuah tangga dari kayu yang menghubungkan lantai pertama dengan lantai kedua.

Selain itu, bangunan rumah adat Honai sengaja dibuat sempit atau kecil dan tidak dilengkapi dengan jendela.

Tujuannya adalah agar seluruh penghuninya tidak kedinginan dengan kondisi alam di pegunungan Papua.

Fungsi Rumah Adat Honai

cara membuat rumah adat honai dari kardus
Sumber: Budaya Indonesia

1. Tempat Penyimpanan Peralatan Berburu/Perang

Rumah adat Honai digunakan sebagai tempat untuk menyimpan peralatan berburu dan perang.

Tidak hanya itu, di sana juga tersimpan barang-barang yang merupakan simbol penting masyarakat suku Dani dan adat Papua.

Semua peralatan tersebut tersimpan rapi dan baik di rumah adat ini.

2. Tempat Penyimpanan Hasil Ladang

Di rumah ini juga tersimpan berbagai jenis hasil ladang, seperti umbi-umbian.

Saat perayaan pesta bakar batu tiba, maka penghuni rumah adat Honai akan mengambil cadangan makanan yang telah mereka simpan untuk dimasak bersama-sama.

3. Tempat Penggemblengan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas mengenai rumah adat jenis Honai, anak laki-laki memang sangat diharapkan dalam kepercayaan suku Dani.

Oleh karena itu, di rumah ini, anak laki-laki diharuskan untuk belajar menjadi sosok yang bisa melindungi dan memimpin suku.

Mereka juga mendapatkan pelajaran untuk perang dan berburu.

4. Tempat Penyusunan Strategi

Suku Dani dan suku lainnya di Papua masih sering mengadakan perang untuk bertahan hidup.

Rumah adat ini adalah tempat terbaik bagi satu suku untuk menyusun strategi perang yang efektif.

Penyusunan strategi tersebut melibatkan kaum laki-laki yang tentunya sudah siap secara fisik dan mental untuk berperang dalam keadaan siap ataupun terdesak.

5. Tempat Pengasapan Mumi

Di beberapa tempat di pedalaman suku Papua (Desa Aikima dan Desa Kerulu), rumah Honai dijadikan sebagai lokasi untuk melakukan proses pengasapan terhadap mumi (mayat yang diawetkan).

Jasad yang diasapkan dan disakralkan bukan sembarang orang, melainkan berasal dari tokoh-tokoh penting desa setempat—misalnya saja kepala suku.

Filosofi Rumah Adat Honai

ciri rumah adat honai
Sumber: Rumah Adat Indonesia

Walaupun terlihat sederhana, ternyata rumah Adat Honai sangat kaya akan nilai fungsional maupun nilai filosofis.

Bagi masyarakat adat Papua, rumah adat Honai tidak hanya sekedar bangunan rumah tempat tinggal semata.

Bagi mereka, rumah Honai bagi dianggap sebagai tempat untuk mendapatkan pelajaran tentang kehidupan.

Pada umumnya, rumah Honai adalah tempat untuk mengajari anak laki-laki suku Dani cara untuk bertahan hidup.

Tidak hanya itu, anak laki-laki di sana juga diberikan pelajaran mengenai tanggung jawab sebagai seorang kepala keluarga dan kepala kelompok ketika dewasa nanti.

Intinya, anak laki-laki dibimbing untuk menjadi seorang pria sejati.

Sementara itu, rumah Ebei untuk wanita digunakan sebagai tempat pengajaran bagi anak perempuan tentang cara mengurus rumah tangga dan bagaimana menjadi wanita seutuhnya setelah mereka kelak menikah dan memiliki anak.

Sekarang, sudah tahu kan ragam jenis dan keunikan yang dimiliki oleh rumah adat Honai dari Papua ini?

Kalau berkunjung ke Papua, rumah adat ini juga dijadikan salah satu spot foto yang sangat menarik.

Dengan membagikannya di media sosial, kita udah turut serta dalam mempromosikan kekayaan budaya yang ada di wilayah Papua.