Rumah Adat Sulawesi Selatan

Siapa nih yang tahu suku apa aja yang menetap di Sulawesi Selatan?

Buat yang belum tahu, suku yang menghuni Sulawesi Selatan adalah suku Makassar, Bugis, Mandar, Toraja, Bentong, Duri, Enrekang, Konjo Pegunungan, Konjo Pesisir, Luwu, dan Kajang.

Beberapa di antaranya memiliki peninggalan rumah adat yang memiliki keunikan, fungsi, dan nilai masing-masing.

Pasti udah penasaran kan, apa aja rumah adat Sulawesi Selatan?

Untuk menjawab rasa penasaranmu, artikel ini punya jawabannya.

Ragam rumah adat asli dari Sulawesi Selatan sudah tersaji di bawah ini.

Rumah Adat Sulawesi Selatan

Ada banyak suku bangsa yang tinggal di provinsi Sulawesi Selatan.

Saking kayanya kebudayaan yang ada di Sulawesi Selatan, maka setiap suku memiliki rumah adatnya masing-masing.

Berikut ini adalah pemaparan rumah adat Sulawesi Selatan yang dimiliki oleh masing-masing suku.

1. Rumah Adat Suku Makassar

nama rumah adat sulawesi selatan tts
Sumber: Special Pengetahuan

Material pembuatan rumah ini pada awalnya menggunakan bahan-bahan dari alam, misalnya bagian atap yang terbuat dari bahan-bahan alam seperti rumbia, nipah dan bambu.

Seiring dengan berkembangnya zaman, material yang digunakan untuk membangun atap rumah adat suku Makassar ini adalah seng atau genteng yang terbuat dari tanah liat.

Rumah adat ini, memakai empat atau lebih tiang kayu yang digunakan sebagai penyangga.

Dulu rumah ini, identik dengan rumah para bangsawan.

Keunikan yang ada pada rumah adat Sulawesi Selatan yang satu ini adalah bentuk atap seperti pelana kuda dengan ujung yang runcing.

Keunikan Rumah Adat Suku Makassar

model rumah adat sulawesi selatan
Sumber: GPS Wisata Indonesia

Pada puncak atap rumah adat ini, terdapat timbaksela yang memiliki makna tersendiri bagi pemilik rumah.

Timbaksela menandakan derajat kebangsawanan mereka penghuni rumah adat suku Makassar.

Jika terlihat timbaksela yang tidak bersusun, maka rumah tersebut milik masyarakat biasa.

Sedangkan jika timbaksela bersusun tiga ke atas, tandanya pemilik rumah berasal dari kalangan bangsawan.

Terakhir, jika rumah memiliki timbaksela bersusun 5 ke atas, berarti pemilik rumah adalah bangsawan yang mengemban jabatan pemerintahan.

Jenis Rumah Adat Suku Makassar

1. Rumah Sapana

Rumah Sapana memiliki tiga atau lebih anak tangga dan dianyam.

Rumah jenis Sapana ini biasanya dimiliki oleh para bangsawan.

2. Rumah Tukak

Kalau rumah jenis Tukak, tangganya tidak dianyam melainkan terbuat dari kayu.

Yang membedakan rumah jenis Tukak dengan Sapana adalah rumah Tukak pada umumnya dimiliki oleh masyarakat biasa.

2. Rumah Adat Suku Bugis

macam rumah adat sulawesi selatan
Sumber: Indonesia Kaya

Pembagian Ruangan Rumah Adat Suku Bugis

1. Boting Langiq

Boting langiq adalah bagian atap rumah yang diberi rongga, sebagai lambang perkawinan di atas langit yang dilakukan We Tenriabeng, saudari kembar Sawerigading yang merupakan permaisuri dari Remmang ri Langi alias Hulontalangi (Raja pertama Gorontalo).

2. Ale Kawaq

Bagian tengah rumah dan merupakan area tempat pemilik rumah tinggal disebut dengan ale kawaq.

Ruangan ini memiliki filosofi mengenai kondisi bumi pertiwi.

3. Buri Liu

Buri liu pada umumnya dikenal sebagai bagian bawah atau kolong rumah.

Ruangan ini memiliki makna mengenai tanah dan laut.

Dulunya ini digunakan sebagai kandang bagi hewan peliharaan pemilik rumah.

Jenis Rumah Adat Suku Bugis

makalah rumah adat sulawesi selatan
Sumber: Borneo Channel

1. Rumah Saoraja

Tidak sembarang masyarakat yang dapat menghuni rumah adat jenis Saoraja ini.

Hanya kaum bangsawan saja yang dapat menjadikan rumah Saoraja sebagai tempat tinggal.

2. Rumah Bola

Berbeda dengan kaum bangsawan, masyarakat biasa akan menempati rumah adat suku Bugis berjenis rumah Bola.

Karena ditinggali oleh masyarakat biasa, maka rumah Bola mudah ditemui jika berkunjung ke Sulawesi Selatan.

3. Rumah Adat Suku Luwuk

kumpulan rumah adat sulawesi selatan
Sumber: Gambar Furniture Keren

Rumah adat Suku Luwuk pada awalnya merupakan tempat tinggal milik Raja Luwu.

Rumah ini dilengkapi dengan 88 tiang dengan bahan dasar kayu. Bentuk rumah ini persegi empat dan memiliki ukuran yang sama pada jendela dan pintunya.

Rumah adat suku Luwuk ini memiliki 3-5 bubungan untuk memberi tanda siapa pemilik rumah tersebut.

Perbedaan yang terlihat pada rumah adat ini dengan rumah adat suku lainnya terletak pada ukiran dan pahatan ornamennya.

Ornamen yang ada pada rumah adat ini disebut bunga prengreng memiliki makna hidup menjalar sulur yang artinya hidupnya tidak terputus-putus.

Ornamen ini dapat ditemukan pada induk tangga, papan jendela, maupun anjong (tutup bangunan).

Pembagian Ruangan Rumah Adat Suku Luwuk

1. Tudang Sipulung

Tudang sipulung adalah ruangan pertama pada rumah adat ini.

Fungsi dari ruangan ini adalah sebagai tempat untuk menerima tamu.

2. Ruang Tengah

Ruangan ini sedikit pribadi karena digunakan sebagai tempat untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga.

3. Ruang Belakang

Seperti namanya, ruangan ini terletak pada bagian belakang rumah.

Pada ruangan ini terdapat dua kamar berukuran kecil.

4. Rumah Adat Suku Mandar

pakaian dan rumah adat sulawesi selatan
Sumber: Suara Mandar

Jika diperhatikan, rumah adat suku Mandar memiliki bentuk yang kurang lebih sama dengan rumah adat suku Bugis dan Makassar.

Yang berbeda hanya pada bagian teras, yaitu teras rumah adat suku Mandar yang memiliki ukuran lebih besar.
Tidak hanya itu, kita dapat menemukan perbedaan pada bentuk atapnya.

Menurut sebagian besar masyarakatnya, atap rumah adat suku Mandar terlihat seperti ember yang miring ke depan.
Apakah kamu setuju dengan bentuknya yang dikatakan mirip ember?

5. Rumah Adat Suku Toraja

sebutkan rumah adat sulawesi selatan
Sumber: Kisah Asal Usul

Rumah adat suku Toraja lebih dikenal dengan nama rumah adat Tongkonan.

Rumah ini dibangun berjajar dan menghadap ke arah utara dengan alasan menurut kepercayaan penduduk sekitar, jika mereka meninggal akan kumpul bersama dengan para leluhur dari arah utara.

Ciri khas dari rumah adat Tongkonan ini adalah memiliki ukiran berwarna merah, hitam dan kuning.

Selain itu, rumah adat yang satu ini juga langsung mencuri perhatian karena bentuk atapnya yang sangat mencolok.

Oleh karena masyarakatnya mayoritas memeluk agama Islam, maka pembangunan rumah adat ini juga berasaskan ajaran-ajaran dari agama Islam.

Penerapan ajaran agama Islam tersebut dapat dilihat melalui ukiran-ukiran yang terdapat pada kayu rumah.

Jenis Rumah Adat Suku Toraja

Rumah adat suku Toraja memiliki 3 jenis yang dapat disimak pada bagian di bawah ini.

rumah adat sulawesi selatan disebut rumah
Sumber: romadecade

1. Tongkonan Layuk

Berbeda fungsi, berbeda pula jenis rumah suku Toraja yang digunakan, salah satu contohnya adalah tempat untuk menjalankan pemerintahan.

Oleh karena itu, terdapat rumah Tongkonan jeis Layuk yang dipakai sebagai tempat berpusatnya pemerintahan di Tana Toraja.

2. Tongkonan Pekanberan

Kemudian ada juga rumah Tongkonan yang dikhususkan sebagai tempat tinggal para petinggi adat atau orang-orang yang memiliki kedudukan dalam adat, yaitu rumah Tongkonan jenis Pekanberan.

3. Tongkonan Batu

Rumah adat jenis Batu adalah rumah yang paling banyak ditemui di Tana Toraja.

Tongkonan Batu adalah jenis rumah adat suku Toraja yang dimiliki oleh masyarakat biasa.

Sungguh kaya ya, negeri ini akan kebudayaan?

Uniknya lagi, setiap suku yang memiliki rumah adat yang berbeda-beda menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sejak dulu sudah dapat menerima perbedaan dalam mencapai tujuan untuk bersatu.

Kehadiran rumah adat Sulawesi Selatan ini juga menunjukkan bahwa masyarakat zaman dulu membangun rumah tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal melainkan sebagai tempat yang mengandung banyak sekali nilai-nilai.