Rumah Adat Sulawesi

Kamu sudah tahu belum, kalau Pulau Sulawesi merupakan pulau dengan peringkat kesebelas terbesar di dunia.

Banyak sekali destinasi wisata yang dapat ditemui di Sulawesi, misalnya seperti pantai, taman nasional, hingga gunung.

Ternyata, nggak hanya itu yang perlu diketahui dari Sulawesi, tetapi juga kebudayaannya yang sangat beragam.

Di Sulawesi sendiri, setiap provinsinya dihuni oleh suku yang berbeda.

Dari keberagaman suku tersebut, terbentuklah banyak sekali rumah adat Sulawesi.

Mau tau apa aja rumah adat yang ada di Sulawesi? Langsung aja baca artikel ini.

Rumah Adat Sulawesi

Pada artikel ini, akan dibahas rumah adat Sulawesi mulai dari bagian utara, tengah, selatan, barat, hingga tenggara.

Rumah adat yang ada di setiap provinsi cenderung menampilkan karakter dan bentuk yang berbeda, mulai dari yang bentuknya sudah modern hingga masih sangat tradisional.

1. Rumah Adat Walewangko

rumah adat sulawesi selatan namanya
Sumber: Umma Yustika

Rumah adat Walewangko memiliki sebuatan lain, yaitu rumah Pewaris.

Seperti rumah adat pada umumnya, rumah adat Walewangko memiliki bentuk rumah panggung.

Rumah ini disangga oleh dua tiang yang katanya tidak boleh disambungkan dengan material yang lain.

Ada beberapa fungsi rumah adat Walewangko sesuai dengan bagian ruangannya.

Bagian depan atau lesar merupakan ruangan tanpa dinding yang menyerupai beranda, dan digunakan sebagai tempat di mana ketua adat memberikan ceramahnya.

Selanjutnya, pada rumah ini dapat ditemukan serambi depan atau lebih dikenal dengan sekey oleh masyarakat setempat.

Di sinilah para tamu dijamu oleh penghuni rumah.

Selain itu, ruangan ini juga digunakan sebagai tempat menggelar upacara adat.

Namun, untuk tamu yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan sang pemilik rumah akan dijamu di ruangan yang bernama pores.

Ada juga yang menggunakan ruangan ini dengan fungsi yang lebih spesifik, yaitu hanya untuk menyambut tamu wanita.

Jika tidak ada tamu, maka ruangan ini dipakai oleh seluruh anggota keluarga untuk melakukan aktivitas.

Letak pores ini tersambung dengan ruangan lainnya, yaitu dapur, ruang makan, dan kamar tidur.

Terakhir, ada bagian kolong rumah.

Bagian kolong rumah dimanfaatkan sebagai ruangan untuk menyimpan hasil panen atau cadangan makanan.

2. Rumah Adat Tambi

rumah adat sulawesi adalah
Sumber: Seputar Kesehatan, Teknologi Terkini, dan Dunia Arsitektur

Kalau rumah adat yang memiliki bentuk unik ini, berasal dari Sulawesi Tengah.

Rumah adat Tambi adalah rumah yang ditinggali oleh suku Kaili.

Bentuknya rumah panggung dan hanya boleh memiliki tinggi satu meter.

Untuk tiang yang menyangga rumah ini juga ditentukan jumlahnya, yaitu sembilan tiang dan tidak boleh lebih.

Sembilan tiang tersebut disusun sejajar dan disatukan dengan sebuah balok kayu.

Kayu yang digunakan pun tidak sembarangan.

Masyarakat setempat menggunakan kayu hutan yang terkenak kuat dan tahan lapuk.

Karena bentuk bangunan serta ukurannya sudah ditentukan, maka dapat dipastikan bahwa rumah adat Tambi hanya memiliki luas 5×7 meter.

Hal yang paling menonjol dari rumah adat Tambi adalah atapnya yang berbetuk prisma dan hampir menutupi seluruh badan rumah.

Dengan kata lain, atapnya juga berfungsi sebagai dinding rumah.

Karena bentuknya yang sangat mungil dan bertipe rumah panggung, sekilas kita dapat mengira bahwa rumah ini sangat tinggi.

3. Rumah Adat Suku Makassar

rumah adat asal sulawesi
Sumber: Panduan Wisata

Masyakarat setempat menyebut rumah adat mereka dengan Balla.

Tipenya rumah panggung dan memiliki tinggi sekitar tiga meter.

Untuk rumah adat yang dihuni oleh masyarakat biasa, maka tiang yang digunakan sebagai penyangga rumah berjumlah lima untuk bagian belakang dan lima untuk bagian samping rumah.

Namun, untuk rumah Balla yang dihuni oleh kalangan bangasawan, tiang yang digunakan berjumlah lima untuk bagian samping dan enam atau lebih untuk bagian belakang.

Atap pada rumah adat yang satu ini memiliki bentuk lancip dan dilengkapi dengan timbaksela.

Timbaksela tersebut merupakan penanda derajat kebangsawanan masyarakat setempat.

Sehingga, sebelum memasuki rumah saja, kita sudah tahu status sosial sang pemilik rumah.

4. Rumah Adat Suku Bugis

rumah adat asal sulawesi utara
Sumber: Indonesia Kaya

Rumah adat suku Bugis dipercaya banyak dipengaruhi dari budaya setempat dan ajaran agama Islam.

Dikatakan demikian karena semua rumah adat mereka dibangun sesuai dengan arah kiblat.

Rumah adat yang satu ini dapat ditemui di provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk membedakan status sosial pemiliknya, rumah adat suku Bugis digolongkan menjadi dua jenis.

Rumah Bola untuk kalangan masyarakat biasa dan rumah Souraja untuk kalangan bangsawan.

Selain jenis rumah, status sosial pemilik rumah juga dapat dilihat melalui ornamen-ornamen yang ada pada bangunan rumah adat tersebut.

5. Rumah Adat Suku Luwuk

rumah adat sulawesi tenggara adalah
Sumber: Gambar Furniture Keren

Pada awalnya, rumah adat suku Luwuk adalah rumah yang diperuntukkan kepada Raja Luwu.

Melihat dari ukurannya yang sangat luas, dapat dipastikan bahwa dulunya rumah ini digunakan sebagai tempat untuk bermusyawarah atau membahas masalah adat.

Uniknya, rumah ini memiliki ukuran yang sam antara pintu dan jendelanya.

Salah satu perbedaan yang mencolok antara rumah adat suku Luwuk dengan rumah adat Sulawesi lainnya adalah motifnya yang sangat spesifik.

Yaitu motif bunga prengreng yang memiliki makna kehidupan yang terus berjalan tanpa terputus-putus.

Motif ini dapat ditemukan di bagian tangga, jendela, dan anjong rumah.

6. Rumah Adat Suku Mandar

rumah adat sulawesi barat wikipedia
Sumber: Segitiga Exposure

Masyakat dominan yang menguhuni provinsi Sulawesi Barat adalah suku Mandar.

Masyarakat suku Mandar memiliki rumah adat yang bernama rumah Boyang.

Bangunan rumahnya ditopang oleh tiang yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah, melainkan bertumpu pada sebuah batu datar agar kayu tiangnya tidak cepat lapuk.

Rumah adat Boyang dilengkapi dengan dua buah tangga yang terletak di bagian depan dan belakang rumah dan memiliki pegangan tangan di kedua sisinya

Anak tangganya memiliki jumlah yang ganjil, yaitu mulai dari tujuh hingga tiga belas.

Rumah ini dilengkapi dengan berbagai macam ornamen, mulai dari bunga melati, ayam jantan atau burunh, hingga teppang.

Ruangannya dibagi menjadi tujuh bagian, dari bagian depan hingga belakang rumah, di antaranya adalah samboyang, tangnga boyang, boi boyang, tapang, paceko, lego-lego, dan naong boyang.

Untuk tujuan keselarasan hidup, rumah adat Boyang dibangun menghadap arah matahari terbit.

7. Rumah Adat Suku Toraja

rumah adat sulawesi barat brainly
Sumber: n-journal.com

Mungkin dari semua rumah adat di Sulawesi, rumah Tongkonan milik suku Toraja inilah yang paling dikenal.

Atap rumahnya yang paling menonjol, yaitu berbentuk perahu yang terbuat dari susunan bambu.

Yang menjadi ciri khas dari rumah adat suku Toraja ini adalah pada ujung atapnya terdapat kepala kerbau dan tanduknya dan tersusun memanjang ke atas.

Semakin banyak tanduk pada ujungnya, maka semakin tinggi pula status sosial pemilik rumah.

Kemudian, ada empat warna utama pada rumah adat Tongkonan, yaitu merah, putih, kuning, dan hitam.

Merah melambangkan darah dan berkaitan dengan kehidupan manusia, putih melambangkan tulang dan daging yang melambangkan kesucian, kuning merupakan simbol anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, dan hitam melambangkan akhir dari kehidupan.

8. Rumah Adat Banua Tada

contoh rumah adat sulawesi selatan
Sumber: Rumah Adat Indonesia

Rumah adat Banua Tada dihuni oleh suku Wolio atau yang dikenal sebagai orang Buton di Sulawesi Tenggara.

Nama rumah adat Banua Tada diambil dari dua kata yaitu banua yang artinya rumah dan tada yang artinya siku.

Sehingga, secara harafiah, rumah adat Banua Tada juga dikenal sebagai rumah siku.

Ada tiga jenis rumah adat Banua Tada yang digolongkan berdasarkan status sosial penghuninya.

Pertama ada kamali atau disebut juga sebagai rumah adat Malige yang merupakan kediaman raja beserta keluarganya, yang kedua ada banua tada tare pata pale yang dihuni oleh pejabat dan pegawai istana, dan terakhir ada banua tada tare talu pale yang digunakan masyarakat biasa sebagai tempat tinggal.

Untuk hiasan pada rumah, ada beberapa motif yang dipakai, seperti motif nanas, buah pohon butun, patra (daun), kembang berbentuk teratai, dan hewan naga.

9. Rumah Adat Mekongga

rumah adat sulawesi barat tongkonan
Sumber: Istana Kunang Kunang

Yang terakhir ada rumah adat Mekongga yang dimiliki oleh suku Raha di Sulawesi Tenggara.

Tidak seperti rumah adat Sulawesi yang lainnya, rumah adat Mekongga menggunakan banyak sekali material untuk bangunannya.

Diantaranya adalah dua belas tiang penyanga rumah, tiga puluh anak tangga, dan empat ruangan.

Jumlah maisng-masing bagian rumah tersebut memiliki makna di dalamnya.

Misalnya dua belas tiang berarti jumlah pemimpin yang berpengaruh pada masyarakat setempat, dan tiga puluh memiliki arti jumlah helai sayap burung Kongga.

Itulah tadi penjelasan mengenai ragam dan keunikan masing-masing rumah adat yang dapat ditemukan di Pulau Sulawesi.

Kalau dilihat-lihat, masyarakat zaman dahulu kreatif juga ya dalam merancang bentuk rumah adat?

Tidak hanya beragam, namun rumah-rumah tersebut juga dibangun berdasarkan nilai-nilai yang dipercayai oleh masyarakat setempat.