Rumah Adat Sumatera Utara

Sumataera Utara adalah salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki beberapa suku sehingga rumah adat di sana juga ada bermacam-macam.

Secara umum, semuanya adalah rumah adat yang berbentuk rumah panggung.

Namun, masing-masing jenis rumah adat memiliki keunikannya masing-masing.

Di balik perbedaan dalam setiap rumah adat, semua Rumah Adat Sumatera Utara menggunakan bahan-bahan dari alam sebagai bahan untuk membangun rumah.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Sumatera Utara hidup dengan bergantung pada alam.

Filosofi Rumah Adat Sumatera Utara

rumah adat sumatera utara brainly
Sumber: https://www.pewartanusantara.com/

Rumah Adat Sumatera Utara biasanya dihuni 4 sampai 6  keluarga.

Bentuknya persegi empat dengan dihiasi oleh ukiran khas Batak yang mengandung unsur mistis sebagai penolak hal-hal negatif.

Biasanya, ukiran yang dinamakan Gorga ini dibuat di bagian atas pintu depan.

Motif yang digunakan biasanya berupa gambar ular, cicak, maupun kerbau.

Gambar cicak memiliki makna bahwa orang Batak mampu hidup di mana pun mereka berada.

Gambar kerbau memiliki makna penyampaian terima kasih kepada hewan kerbau yang telah membatu pekerjaan orang Batak dalam hal pertanian.

Keunikan lain dari Rumah Adat Sumatera Barat terletak pada ujung atap depan dan belakangnya.

Ujung atap yang belakang dibuat lebih panjang dengan harapan orang Batak akan sukses di masa depan.

Bentuk rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang sehingga diperlukan tangga untuk masuk ke dalam rumah.

Hal ini menganung makna bahwa tamu harus menghormati pemilik rumah.

Fungsi Rumah Adat Sumatera Utara

Pada zaman dahulu, Rumah Adat Sumatera Utara digunakan sebagai tempat tinggal raja-raja.

Seiring berkembangnya waktu, Rumah Adat Sumatera Utara akhirnya juga digunakan oleh masyarakat Suku Batak.

Rumah Adat Sumatera Utara dibagi menjadi beberapa bagian.

Pertama, ruangan jabu bong yang dikhususkan bagi kepala keluarga dan tempatnya berada di bagian paling belakang sebelah kanan.

Ruangan jabu soding adalah ruangan khusus untuk anak perempuan yang letaknya berhadapan dengan ruangan jabu bong.

Ruangan jabu suhat adalah ruangan khusus untuk anak laki-laki dewasa yang sudah menikan dan letaknya berada di bagian depan sebelah kiri.

Ruangan tampar piring adalah ruangan yang digunakan untuk menyambut tamu dan letaknya berada di sebelah jabu suhat.

Ruangan jabu tonga rona ni jabu rona adalah ruangan yang digunakan untuk berkumpulnya keluarga yang berada di bagian tengah rumah.

Ruangan ini ukurannya paling luas di antara ruangan yang lain.

Terakhir, kolong rumah adalah bagian bawah rumah yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan dan hewan ternak.

Keunikan Rumah Adat Sumatera Utara.

1. Kepala kerbau

rumah adat sumatera utara dan keunikannya
Sumber: http://1.bp.blogspot.com/

Kerbau adalah hewan yang identik dengan adat istiadat kebuayaan di Pulau Sumatera.

Hampir semua adat yang ada di masing-masing provinsinya menggunakan simbol tanduk kerbaua atau kepala kerbau.

Termasuk hiasan yang ada di Rumah Adat Sumatera ini, di bagian ujung atap depan rumah diberi hiasan tengkorak kepala kerbau.

Dalam kepercayaan masyarakat Sumatera Utara, semakin banyak kepala kerbau yang dipasang di atap rumah, maka akan semakin makmur pula kehidupan mereka.

2. Atap lambe-lambe

rumah adat sumatera utara namanya
Sumber: https://i1.wp.com/

Atap lambe-lambe adalah bagian atap berbentuk segitiga yang ada di Rumah Adat Sumatera Utara.

Atap ini terbuat dari bambu dan rangkaian ijuk sebagai penutupnya.

Ijuk yang digunakan sebagai atap ini biasa dicat warna merah, hitam, dan putih oleh pemilik rumah.

Macam-macam Rumah Adat Sumatera Utara

1. Rumah Bolon

rumah adat sumatera utara angkola
Sumber: https://upload.wikimedia.org/

Rumah Bolon adalah salah satu jenis rumah adat yang ada di Sumatera Utara.

Rumah Bolon memiliki nama lain Rumah Gorga. Rumah ini adalah gambaran kehidupan adat istiadat masyarakat Sumatera Utara. Rumah Bolon memiliki banyak ornamen di sepanjang dindingnya.

Ornamen ini digunakan masyarakat Sumatera Utara untuk menolak bala.

Rumah Bolon digunakan sebagai simbol Rumah Adat Sumatera Utara.

2. Rumah Karo

rumah adat provinsi sumatera utara adalah
Sumber: https://2.bp.blogspot.com/

Rumah adat lain yang berasal dari Sumatera Utara adalah Rumah Karo.

Rumah Karo memiliki nama lain, yaitu Siwaluh Jabu. Nama lain ini memiliki arti rumah yang didiami oleh depalan keluarga.

Meskipun sama-sama berasal dari Sumatera Barat, Rumah Karo memiliki perbedaan dengan rumah adat suku lainnya.

Bentuknya sangat megah dan berbentuk seperti tanduk. Mulai dari proses pembangunan, rumah ini sudah dibuat berdasarkan adat istiadat yang ada di Suku Karo sehingga dinamakan Rumah Adat Karo.

Rumah Karo dibagi menjadi beberapa bagian ruangan.

Pertama, jabu bena kayu, yaitu ruangan yang berada di depan sebelah kiri dan didiami oleh pihak marga tanah dan pemilik kampung.

Masih satu tempat dengan jabu bena kayu, ada ruangan jabu sedapur bena kayu yang ditinggali oleh pihak senina sebagai wakil dari para pemimpin kampung.

Ruangan jabu ujung kayu ditinggali oleh Anak Beru Toa yang bertugas menyelesaikan permasalahan apapun.

Kemudian, jabu sedapur ujung kayu yaitu ruangan yang ditinggali oleh anak beru dari jabu Sungkun Berita.

Jabu lepan bena kayu, yaitu ruangan yang bersebrangan dengan jabu bena kayu dan ditinggali oleh Biak Senina.

Selanjutnya ruangan jabu sedapur lepan bena kayu yaitu ruangan yang ditinggali oleh Senina Sepemeren atau Separiban.

Jabu lepan ujung kayu adalah ruangan yang ditinggali oleh Kalimbuh atau pihak pemberi gadis.

Terakhir, ada ruangan jabu sedapur lepan ujung kayu yang ditinggali oleh Jabu Simalungun minum dan Puang Kalimbuh.

3. Rumah Nias

rumah adat yang berasal dari sumatera utara adalah
Sumber: https://upload.wikimedia.org/

Rumah Adat Sumatera Utara yang lain adalah Rumah Nias.

Rumah ini pada zaman dahulu adalah jenis rumah yang dipakai oleh masyarakat biasa.

Rumah Nias memiliki nama lain yaitu Omo Hada. Omo Hada merupakan rumah rakyat biasa yang berbentuk persegi.

Semua pintu di rumah ini salibg berhubungan sehingga orang-orang yang tinggal di dalamnya bisa dengan mudah bersosialisasi.

Rumah Nias memiliki 6 tiang utama sebagai penyangga selruh bagian rumah.

Empat tiang tampak dari depan rumah, sedangkan dua tiang lainnya berada di tengah dan tertutup oleh dinding kamar utama.

Rumah Nias tidak memiliki jendela, sekelilingnya hanya diberi kayu yang erjejer dan berongga sebagai ventilasi udara.

Pembuatan rumah seperti ini dimaksudkan supaya orang yang tinggal di dalam rumah tersebut bisa saling terbuka satu sama lain.

4. Rumah Pakpak

anjungan rumah adat sumatera utara
Sumber: https://steemitimages.com/

Rumah Adat Sumatera Utara yang selanjutnya adalah Rumah Pakpak.

Rumah Pakpak dindingnya terbuat dari kayu dan atapnya terbuat dari ijuk.

Desain dari Rumah Pakpak dibuat berdasarkan seni yang ada di Suku Pakpak.

Setiap bagian Rumah Pakpak memiliki makna yang mendalam.

Seperti Rumah Adat Sumatera Utara yang lain, dinding Rumah Pakpak juga dihiasi dengan ukiran yang memiliki macam-macam corak.

Nama-nama corak ukiran tersebut adalah perbunga kupkup, perbunga kembang, serta perbunga pancur.

Tangga Rumah Pakpak yang dibuat dengan jumlah ganjil menggambarkan bahwa penghuninya merupakan keturunan raja.

Sedangkan tangga Rumah Pakpak yang berjumlah genap menggambarkan bahwa penghuninya adalah masyarakat biasa.

5. Rumah Mandailing

apa keunikan rumah adat sumatera utara
Sumber: https://2.bp.blogspot.com/

Rumah Mandailing sering disebut dengan Bagas Godang yang memiliki arti tempat tinggal raja.

Rumah Mandailing berbentuk komplek rumah yang disertai dengan balai sidang adat.

Rumah Mandailing umumnya dibuat dengan ukuran besar dan disertai dengan tiang dan tangga yang jumlahnya selalu ganjil.

Di depan Rumah Mandailing ada halaman datar yang luas yang disebu dengan Alaman Bolak.

Tempat ini biasanya digunakan untuk mengadakan pertemuan masyarakat dan prosesi adat istiadat.

Masyarakat Mandailing memiliki kepercayaan yang disebut dengan holong dohot domu.

Holong berarti saling menyayangi sesama manusia dan berbuat baik kepada mereka.

Domu artinya persatuan penduduk yang dianggap satu keturunan.

Sumatera Utara sangat kaya akan suku sehingga memiliki bermacam-macam bentuk rumah adat.

Namun, berbagai macam suku tersebut bisa bersatu karena saling toleransi kepada suku lainnya.

Kekayaan budaya di Sumatera Utara ini senantiasa dilestarikan oleh para penduduknya.

Penduduk Sumatera Utara sangat mencintai kebudayaan mereka.

Masing-masing rumah adat yang dimiliki oleh suku yang berbeda memiliki kebudayaan masing-masing.

Namun, hal itulah yang menjadikan tanah Sumatera Utara terlihat sangat kaya.

Perbedaan di antara mereka mewarnai kehidupan masyarakatnya.