Rumah Adat Toraja

Tana Toraja adalah salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan.

Jika berkesempatan mengunjungi Tana Toraja, sangat direkomendasikan untuk mengunjungi rumah adat Toraja yang sangat terkenal.

Karena ternyata, bukan hanya alamnya yang menakjubkan saja yang dapat dibanggakan dari Tana Toraja, tetapi juga masyarakat dan budayanya.

Masyarakat Tana Toraja sangat menjunjung tinggi kepercayaan dan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyangnya, salah satunya warisan rumah adat.

Sehingga, sangat disayangkan jika pergi ke Tana Toraja tetapi tidak mengunjungi rumah adat Toraja yang berada di sana.

Untuk tahu lebih lanjut mengenai Rumah Adat Toraja, simak informasi berikut ini.

Rumah Adat Toraja (Tongkonan)

rumah adat toraja berasal dari
Sumber; Pesona Travel

Rumah adat yang hanya dapat ditemui di Tana Toraja ini mungkin tidak asing lagi.

Bentuknya yang sangat unik dan menarik, membuat rumah ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Keseluruhan bangunan rumah ini terbuat dari kayu uru.

Pohon uru adalah jenis pohon yang mudah dijumpai keberadaannya di daerah Sulawesi.

Pada umumnya, di bagian atas rumah adat Tongkonan dapat ditemukan patung kepala kerbau yang memiliki 3 jenis warna, yaitu putih, hitam, dan belang.

Kepala kerbau yang terpasang ini dinamakan dengan bale.

Nah, jika kamu melihat patung kepala ayam atau bahkan naga di bagian atas rumah adat yang satu ini, maka pemilik rumah tersebut adalah orang yang dihormati dalam masyarakat.

Pada proses pembangunan rumah ini akan selalu ada sebuah pesta meriah yang diadakan oleh pemilik rumah.

Setiap keluarga yang datang ke pesta diwajibkan membawa seekor babi yang sudah dihias.

Bukan untuk oleh-oleh, tetapi babi yang telah dihias tersebut dilombakan.

Pemenangnya adalah keluarga dengan babi yang paling cantik dan kemenangannya akan diingat dalam sejarah masyakat setempat.

Makna Tongkonan

rumah adat toraja sulawesi
Sumber: Shinta Ardilawati

Mulai dari nama rumahnya saja, Rumah Adat Tongkonan ini sudah memiliki nilai secara filosofis.

Tongkonan berasal dari kata dasar tongkon yang memiliki arti menduduki atau tempat duduk.

Diberi nama demikian karena Rumah Adat Tongkonan pada awalnya hanya merupakan tempat berkumpulnya para bangsawan yang ada di Tana Toraja.

Ada yang luput dari perhatian pada rumah adat Tongkonan ini yang memiliki banyak makna terselubung selain patung kepala ayam, naga, maupun kerbau pada bagian rumah, yaitu gigi babi.

Karena tidak semua rumah memiliki deretan gigi babi di atas rumah, maka banyak yang belum mengetahui kehadirannya.

Konon katanya, jika sudah terdapat deretan gigi babi yang tersusun rapi di depan rumah, maka masyarakat Toraja yang menghuni rumah tersebut memiliki status sosial yang tinggi.

Ciri Khas Rumah Tongkonan

rumah adat toraja dinamakan
Sumber: ksmtour

1. Dinding

Untuk membuat dinding rumah Tongkonan tetap kokoh, dalam proses pembangunannya, dindingnya tidak memakai paku maupun unsur besi lainnya.

Dinding rumah Tongkonan hanya dibangun dengan menggunakan tanah liat.

2. Atap

Atap rumah Tongkonan yang sangat unik ini terbuat dari bambu.

Atap yang memiliki bentuk yang menonjol menyerupai perahu ini digunakan pada rumah Tongkonan sebagai pengingat bahwa leluhur masyarakat Toraja menaiki perahu hingga bisa sampai ke pulau Sulawesi.

Namun sekarang, sudah banyak ditemui atap rumah Tongkonan yang beratapkan seng.

Mungkin karena masyarakatnya telah mengikuti perkembangan bagunan modern dan menyesuaikan dengan kebutuhan rumah yang mereka huni pula.

3. Alang Sura (Lumbung Padi)

Lumbung padi dibangun berhadapan dengan rumah Tongkonan.

Pada bangunan lumbung, terdapat ukiran ayam dan matahari di yang terletak di atas bangunan.

Ukiran ayam dan matahari tersebut melambangkan kemakmuran masyarakat adat Toraja yang menghuni rumah Tongkonan.

Selain itu, lumbung padi juga biasanya dibangun sesuai dengan jumlah keturunan.

Uniknya, bukan cuma padi yang disimpan di dalam lumbung ini, tetapi juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang berharga.

4. Tanduk Kerbau

Pada umumnya, di setiap rumah Tongkonan di Tana Toraja dilengkapi dengan hiasan tanduk kerbau.

Hiasan ini diletakkan di bagian depan rumah.

Konon katanya, penempatan hiasan tanduk kerbau ini adalah sebagai penanda kemewahan dan strata sosial masyarakat Toraja.

Semakin banyak hiasan tanduk kerbau yang dipajang, itu berarti semakin tinggi strata sosial pemilik rumah tersebut.

Tipe Rumah Tongkonan

1. Banua Tongkonan

Banua Tongkonan adalah tipe rumah Tongkonan yang dijadikan sebagai rumah adat, seperti penjelasan di atas.

2. Banua Barung-barung

Berbeda dengan Banua Tongkonan, Banua Barung-barung adalah tipe rumah Tongkonan yang sekarang digunakan sebagai rumah pribadi masyarakat Tana Toraja.

Sehinggam, rumah adat Tongkonan jenis ini merupakan yang paling mudah ditemui di Tana Toraja.

Pembagian Ruangan Rumah Tongkonan

rumah adat toraja disebut
Sumber: Backpacker Jakarta

1. Tengalok

Bagian pertama yang akan ditemui saat memasuki rumah adat Tongkonan ini adalah Tengalok.

Ruangan ini berada di bagian utara rumah.

Banyak sekali fungsi dari ruangan ini, yaitu sebagai ruang tamu dan juga merupakan ruangan untuk tempat tidur untuk anak-anak.

Selain itu, ruangan ini juga digunakan sebagai tempat untuk meletakkan sesaji.

2. Sali

Sali atau ruang bagian tengah rumah adalah tempat untuk dapur, ruang makan, dan tempat diadakannya pertemuan keluarga.

Tidak hanya itu saja, Sali juga digunakan sebagai tempat untuk meletakkan orang yang sudah meninggal.

Meskipun terletak jasad di ruangan ini, seluruh anggota keluarga yang tinggal di Rumah Adat Tongkonan ini tidak kaget.

Hal tersebut merupakan hal yang biasa menurut anggota keluarga yang tinggal di rumah ini dan merupakan hal yang diatur pada adat istiadat setempat.

3. Sumbung

Ruangan di bagian selatan rumah yang dinamakan Sumbung ini adalah ruangan khusus untuk kepala keluarga.

Kepala keluarga adalah sosok yang dihormati karena memimpin seluruh anggota keluarga.

Oleh karena seluruh aktivitas anggota keluarga harus melalui pengawasannya, maka seorang kepala keluarga memiliki satu ruangan khusus.

Makna Warna Rumah Tongkonan

arsitektur rumah adat toraja
Sumber: Pesona Travel

1. Warna Putih

Warna putih berarti suci dan bersih.

Warna putih digunakan untuk melambangkan daging dan tulang.

2. Warna Hitam

Hitam adalah warna yang melambangkan kegelapan dan kematian (akhir dari kehidupan).

3. Warna Merah

Warna merah pada bangunan Rumah Tongkonan berarti darah.

Unsur merah terdapat pada rumah ini karena darah adalah salah satu bagian dari kehidupan manusia.

4. Warna Kuning

Sedangkan warna kuning digunakan untuk melambangkan anugerah dan kekuasaan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Filosofi Rumah Adat Tongkonan

rumah adat toraja brainly
Sumber: Meja Komputer

Rumah adat Tongkonan selalu menghadap ke arah utara.

Masyarakat adat Tana Toraja menganggap rumah Tongkonan sebagai sosok ibu dan lumbung padinya adalah seorang bapak.

Jika diperhatikan, rumah Tongkonan dan lumbung padinya selalu berhadapan.

Rumah Tongkonan menghadap ke utara dan lumbung padinya menghadap ke selatan.

Hal ini terjadi karena masyarakat adat Tana Toraja menganggap keduanya sebagai pasangan suami istri, atau ibu dan bapak.

Rumah Tongkonan adalah ibu yang melindungi anak-anaknya, yaitu masyarakat adat Toraja. Sedangkan lumbung adalah bapak yang merupakan tulang punggung keluarga.

Tana Toraja memang terkenal dengan kebudayaan dan kepercayaan masyarakatnya yang berbau mistis.

Namun, hal tersebut merupakan warisan para leluhur dari masyarakat adat Tana Toraja yang harus tetap dijaga keberadaannya.

Oleh karena itu, untuk melestarikannya, masyarakat sekitar masih menggunakan rumah ini sebagai rumah untuk tinggal sehari-hari.