Tujuan dan Manfaat Penelitian

Dalam melakukan sebuah penelitian, ada serangkaian proses yang harus dilalui termasuk membuat laporan tertulis di waktu akhir guna mempresentasikan hasilnya.

Laporan tersebut bisa berupa karya tulis ilmiah, esai, artikel, dan lain-lain─yang di bangku SMA kita sering menyebutnya sebagai laporan praktikum, sementara saat kuliah lebih dikenal dengan skripsi atau thesis.

Menurut aturan penyusunan karya tulis, ada beberapa bagian yang wajib dicantumkan, seperti tujuan dan manfaat penelitian pada bab satu.

Peletakan kedua sub pada bab pertama tersebut diharapkan bisa mengarahkan pembaca supaya lebih memahami maksud dari penelitian yang dilakukan oleh sang penulis.

Sebab, penting sekali bagi mereka untuk memahaminya secara menyeluruh.

Apalagi jika ia hendak melakukan penelitian lanjutan sebagai pembanding.

Nah, agar makin jelas apa itu tujuan serta manfaat penelitian, mari kita simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Tujuan Penelitian

Secara umum, tujuan penelitian adalah pernyataan yang dijadikan indikator atau petunjuk agar penulis tetap terarah ketika mengerjakan laporannya.

Sedangkan bagi pembaca, mereka bisa mengetahui arah dan mengapa penelitian tersebut dilakukan sehingga tetap berada dalam koridor yang sesuai dengan pemikiran penulis itu sendiri.

Pada dasarnya, tujuan penelitian berfungsi untuk menemukan, menyortir, menghimpun, menguji, dan mengembangkan data-data yang dikumpulkan sampai menjadi penemuan baru.

Tentu saja penemuan ini nanti akan dijadikan referensi baru bagi peneliti-peneliti berikutnya.

Dalam pengertian khusus, tujuan penelitian juga disebut sebagai titik utama yang ingin dicapai oleh seorang peneliti berlandaskan beberapa latar belakang atas permasalahan tertentu.

Berdasarkan subjektivitas para ahli, tujuan penelitian terdiri dari tiga jenis yakni Eksploratif, Verifikasi, dan Development (pengembangan).

Tujuan penelitian eksploratif berfungsi untuk memperoleh dan mengumpulkan pengetahuan sebanyak mungkin agar penelitian yang dilakukan lebih mendalam serta dapat dikaji dari berbagai perspektif.

Jadi, seseorang yang menggunakan jenis eksploratif ini harus mencari data dari pelbagai sumber. Makin banyak data yang diperoleh, makin mudah mengukurnya.

Berbeda dengan eksploratif, tujuan penelitian verifikasi lebih menekankan pada pengetahuan yang ditemukan untuk memperkuat atau justru menyanggah hasil penelitian sebelumnya.

Nah, jenis verifikasi ini kerap kita temukan pada model skripsi yang bentuknya replika maupun komparatf.

Yakni menguji data dari beberapa peneliti yang sudah ada dengan tujuan memperkuat simpulan mereka apabila hasilnya sama atau malah menyanggah hasil penelitian mereka jika merasa tidak setuju (pastinya disertai dengan data yang valid dan pengukuran yang sesuai).

Hampir mirip dengan verifikasi, tujuan penelitian development terbilang lebih sulit karena tugas peneliti adalah mengembangkannya berdasarkan tujuan mereka masing-masing.

Di samping ketiga jenis penelitian di atas, berdasarkan sifatnya tujuan penelitian diklasifikasikan ke dalam kualitatif, kuantitatif, dan deskriptif.

Tujuan Penelitian Kualitatif

Tujuan penelitian kualitatif sifatnya eksploratoris yang dikembangkan dengan teknik eksploratif dan induktif yang prosesnya dilakukan berdasarkan fenomena khusus.

Dikatakan induktif, karena seseorang harus melalui beberapa tahap hingga akhirnya ia hanya mengambil poin-poin utama saja yang nantinya bakal diangkat menjadi sebuah penelitian.

Artinya, seorang peneliti harus melakukan reduksi informasi dari yang kelihatan penting banget sampai nggak penting sama sekali.

Tentu saja, yang penting dipilih dan bagian tidak penting akan dipangkas.

Inilah yang disebut dengan tujuan penelitian kualitatif, yakni berusaha menyimpulkan hasil penelitian secara umum (garis besar) akibat peristiwa-peristiwa khusus di lapangan.

Jadi ringkasnya, seorang penulis sekaligus peneliti harus mampu mengungkapkan peristiwa yang sedang dipilih untuk dikaji sehingga menemukan kesimpulan secara umum.

Dilihat dari teknik pengambilan hingga pemrosesan data, penelitian kualitatif lebih mempercayakan hasil informasi dari responden yang memberikan pendapat atau narasi mereka.

Biasanya peneliti lebih sering menggunakan teknik wawancara, observasi, juga tanya jawab biasa.

Setelah itu, peneliti mengambil kesimpulan yang diperolehnya dari para responden dan informan itu untuk dijadikan temuan baru.

Selanjutnya, temuan itulah yang akan menjadi teori baru dan akan dikembangkan kembali pada penelitian kuantitatif.

Dalam penyusunan penelitian kualitatif, kamu disarankan agar lebih memperhatikan beberapa aspek seperti; penggunaan kata-kata yang lebih netral, fokus pada pengangkatan masalah yang dijadikan gagasan utama, dan berikan batasan bahasa yang mudah dicerna oleh para partisipan sehingga penelitian tetap fokus pada topik permasalahan.

Tujuan Penelitian Kuantitatif

Berbeda dengan kualitatif, tujuan penelitian kuantitatif bersifat konfirmasi karena pengujiannya menggunakan hipotesis yang dirancang berdasarkan beberapa teori.

Tak hanya itu, penelitian ini juga menggunakan metode deduktif, yakni menarik kesimpulan yang tadinya bersifat umum menjadi khusus (lebih eksplisit).

Secara praktik, penelitian sejenis ini lebih mudah karena kita bisa memanfaatkan data sekunder yang tersedia di internet.

Namun, dalam proses pengujiannya juga memakan waktu yang cukup lama.

Hal ini dikarenakan peneliti harus menggunakan waktu lebih banyak dalam mengumpulkan data yang hendak diuji terlebih dahulu dan wajib menentukan variabelnya.

Setelah itu, variabel-variabel tersebut harus dikaji kembali untuk dijadikan sebuah indikator penelitian.

Ketika indikator sudah ditetapkan, maka peneliti bisa membuat kuisioner, nilai atau skor, dan jawaban yang nanti akan diukur.

Bisa kita simpulkan bahwa pengertian tujuan penelitian ini adalah agar peneliti dapat mengetahui seberapa besar tingkat pengaruh antar variabel yang diteliti, keterkaitan antar variabel, dan berapa gap dari variabel yang ditetapkan.

Untuk menulis tujuan penelitian kualitatif, seorang peneliti harus menunjukkan teori, menimbang model yang digunakan, dan membagikan kerangka konseptual secara jelas.

Peneliti sebaiknya juga menarasikan hasil pemikirannya secara alami agar antara variabel bebas dan terikat dapat dihubungan tanpa memaksakannya.

Tekankan pada pembaca, siapa dan berapa partisipan yang turut dalam proses pengembangan penelitian sehingga mereka mengetahui secara jelas sasaran masalahnya.

Tujuan Penelitian Deskriptif

Tujuan penelitian deksriptif sebenarnya bisa dikategorikan ke dalam tujuan penelitian kualitatif karena metodenya hampir sama yakni eksploratif.

Namun, pada penelitian deskriptif penulis harus mendeskripsikan konsep yang diambil dari variabel-variabel terpilih untuk mendukung akurasi keterkaitan antara fenomena dan unit yang tengah diuji.

Karena penjabarannya dilakukan secara deskriptif, maka peneliti harus memahami betul tentang subjek penelitiannya.

Pentingnya tingkat pemahaman tersebut sangat memengaruhi besarnya kemungkinan hasil penelitian dimengerti oleh orang lain.

Bahkan saat proses penggalian informasi dari para informan.

Jadi jika kita tarik garis besarnya, tujuan penelitian deskriptif adalah memberikan pemaparan secara lengkap dan sistematis mengenai isu sosial, peristiwa lapangan, dan beberapa problematika khusus dengan cara mendeskripsikannya dalam bentuk penelitian dengan variabel yang diuji.

Ada pun tujuan lain dalam penelitian ini untuk peneliti dan pembaca yaitu menggambarkan sistematika sebuah hubungan antar dua variabel, baik numerikal maupun verbal, dan mengklasifikasikannya ke dalam subjek penelitian, serta menyimpulkan informasi yang sejalan atau pun kontradiktif terhadap subjek yang diteliti.

Cara Menyusun Tujuan Penelitian yang Baik dan Benar

Cara Menyusun Tujuan Penelitian

1. Perhatikan dengan baik rumusan masalah atau latar belakang yang sudah ditetapkan.

Dari sanalah, kamu bisa mengetahui ke mana kira-kira tujuan penelitian diarahkan.

Nah, barulah setelah itu gunakan kata kerja yang sesuai dengan objek penelitiannya.

2. Gunakan kata atau kalimat yang diawali dengan ‘Mengidentifikasi, Mengetahui, Mengukur, Membandingkan, Memecahkan, Membuktikan’, dan sebagainya

3. Setelah itu padukan dengan objek penelitian yang akan dijadikan fokus utama pemecahan masalah

Contoh Tujuan Penelitian

Rumusan masalahnya adalah ‘Apakah ada pengaruh jumlah pertemuan komite audit terhadap kinerja perusahaan dan manajemen laba?’

Maka tujuan penelitiannya disusun seperti ini ‘Mengetahui bukti empiris tentang pengaruh jumlah pertemuan komite audit terhadap kinerja perusahaan dan manajamen laba’.

Begitulah kira-kira.

Manfaat Penelitian

Dari sisi kegunaan, manfaat penelitian dibagi menjadi dua jenis, yaitu manfaat praktis dan teoritis.

Manfaat Praktis Penelitian

Manfaat praktis di sini maksudnya adalah mampu digunakan untuk memecahkan masalah yang sifatnya praktis atau ringan menurut sisi subjeknya.

Oleh karena itu, manfaat penelitian bagi penulis, pembaca, dan pihak ketiga (perusahaan, instansi, dan sebagainya) tentu berbeda.

Bagi penulis, diharapkan mampu memberikan pemahaman dan kontribusi  terhadap perkembangan penelitian di masa mendatang.

Sedangkan bagi pembaca, diharapkan mampu menambah wawasan baru dan memberikan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan tema penelitiannya.

Nah, kalau bagi pihak ketiga seperti instansi pendidikan, perusahaan swasta, dan semacamnya diharapkan bisa menjadi tolok ukur atau referensi ketika mereka hendak melakukan riset sosial, marketing produk, pembenahan kualitas organisasi, dan lain-lain.

Misalnya nih, industri garmen memanfaatkan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengukur seberapa besar dampak limbah kain dan kebutuhan masyarakat akan fashion dengan keadaan lingkungan.

Nanti, dari penelitian tersebut perusahaan bisa mengendalikan permintaan konsumen terhadap pakaian yang mereka kenakan agar lebih memperhatikan faktor alam dan lingkungan.

Jadi manfaat praktis penelitian di sini secara tidak langsung akan dimasukkan sebagai bagian yang berperan penting dalam proses pengembangan perusahaan itu sendiri.

Manfaat Teoritis Penelitian

Manfaat teoritis penelitian masih berkaitan erat dengan tujuan penelitian verifikasi, karena keduanya sama-sama memerlukan data yang bersifat teoritis sebagai landasan dasar.

Ini artinya, seorang penulis memerlukan sejumlah sumber pengetahuan terdahulu untuk membantu mengukuhkan hasil penelitiannya.

Atau sebaliknya; untuk menggugurkan, menolak, bahkan menyanggah penelitian lain yang dianggapnya meragukan maupun perlu dikembangkan kembali.

Setelah melakukan pendekatan empiris dan menguji pengetahuan-pengetahuan baru lewat penelitian yang sudah ada, maka peneliti bisa menemukan teori yang baru juga.

Nah, teori baru inilah yang disebut sebagai nilai dari manfaat teoritis penelitian.

Berisi teori-teori yang suatu saat bisa digunakan oleh pembaca maupun peneliti-peneliti berikutnya di waktu mendatang.

Manfaat Penelitian Skripsi dan Contohnya

Skripsi merupakan istilah lain dari karya tulis ilmiah yang memuat serangkaian hasil penelitian dan dibuat oleh mahasiswa S1 sebagai syarat kelulusan mereka.

Pembuatan skripsi setiap jurusan memang sangat jauh berbeda, tergantung dengan tema pokok yang mereka pilih.

Namun, melihat dari segi manfaat yang ingin dibagikan tentunya sama.

Yaitu ingin menyajikan pengetahuan, wawasan, dan temuan baru bagi pembaca (rata-rata adalah mahasiswa) yang ingin mengembangkan objek penelitian lebih luas lagi

Dalam dunia kemahasiswaan, manfaat penelitian skripsi itu bermacam-macam:

Manfaat Penelitian bagi Peneliti

Memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan wawasan dan menambah teori baru sehingga kajian atau diskusi masalahcakupannya lebih luas

Selain itu, pemecahan masalah yang berhasil setelah dilakukannya penelitian juga bisa memotivasi peneliti itu sendiri untuk lebih bersemangat dan bijak dalam memandang suatu masalah.

Lebih dalam lagi, dampak yang bisa kita rasakan langsung adalah akhirnya mampu memahami dengan gamblang, bagaimana proses penyusunan skripsi yang baik dan benar berdasarkan kaidah-kaidah umum maupun khusus.

Tak ketinggalan, juga menambah nilai akademik yang memengaruhi jumlah IPK perkuliahan di sesi akhir masa studi sehingga sangat berguna ketika mencari pekerjaan usai lulus nanti.

Dalam sisi finansial, skripsi yang baik juga dapat diaplikasikan menjadi sebuah jurnal internasional apabila dikemas dengan apik, sehingga ketika lulus seleksi dan didaftarkan ke indeks nasional maupun global bisa memberikan pemasukan tersendiri per unduhan.

Bukan itu saja, bagi mereka yang ingin melanjutkan studi S2 mandiri tanpa melalui jalur pemerintah, maka bisa menerima tawaran untuk menyusun penelitian yang diajukan oleh Universitas terkait sebagai syarat S2.

Manfaat Penelitian bagi Pembaca atau Calon Mahasiswa

Kita pasti sama-sama mengetahui  dan sadar bahwa laporan skripsi sering dicari oleh mereka, baik calon mahasiswa yang ingin mengetahui ‘apa sih skripsi itu dan bagaimana wujudnya’ maupun adik-adik tingkat yang sudah memasuki sesi semester akhir.

Bagi mereka, manfaat penelitian skripsi adalah menambah teori dan gagasan yang hendak diangkat kemabali ke permukaan.

Baik mereplika maupun mengajukan judul yang sama dengan gagasan hampir serupa.

Entah hanya ingin mengambil teorinya saja atau merujuk hasil penelitian yang bakal dikembangkan atau dibandingkan dengan miliknya sendiri ke depan.

Terjelas, penelitian skripsi sangat membantu pembaca dalam mencari ide pokok permasalahan, memberikan rekomendasi tema, menambah rasa kritis mereka terhadap suatu peristiwa, dan melatih mereka untuk gemar membaca.

Manfaat Penelitian bagi Perguruan Tinggi atau Universitas

Mungkin banyak yang kurang ngeh, tentang manfaat penelitian skripsi yang sering dikeluhkan mahasiswa tetapi sangat berguna bagi pihak kampus atau Universitas.

Padahal sangat jelas dan nyata, bahwa skripsi pada dasarnya akan menambah indeks atau referensi Perguruan Tinggi itu sendiri.

Makin banyak dan berkualitas skripsi yang dibikin oleh mahasiswanya, maka reputasi kampus juga makin tinggi.

Bahkan ketika penelitian tersebut menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan, kemungkinan besar pihak Universitas akan mengangkatnya sebagai materi pengajaran baru dan mendiskusikannya dengan mahasiswa ketika sesi pembelajaran berlangsung.

Ditambah lagi, adanya penelitian payung (melibatkan dosen dan dibantu oleh mahasiswa) juga bisa melatih kerja sama tim.

Selain itu, posisi Perguruan Tinggi yang dijadikan sebagai kiblat ilmu bagi masyarakat juga membuat penelitian skripsi sangat penting.

Dari sanalah pihak Universitas bisa merancang program untuk masyarakat melalui beberapa program seperti KKN, pembedayaan desa, peningkatan mutu daerah, dan masih banyak lagi.

Manfaat Penelitian bagi Masyarakat

Sekarang kita berbicara tentang manfaat penelitian bagi masyarakat─yang sepertinya sudah tak asing lagi bahwa seharusnya mereka juga turut menikmati dari apa yang sudah dikaji ulang oleh para mahasiswa maupun dosen.

Bagi masyarakat, penelitian bisa dijadikan suatu indikator untuk mengungkap sebuah peristiwa yang terjadi di tengah-tengah kehidupan mereka.

Selain itu, sifat penelitian yang ilmiah diharapkan bisa mengidentifikasi masalah berdasarkan fakta di lapangan sehingga tidak terjadi desas-desus ambigu yang meresahkan warga.

Paling tidak, penelitian juga bisa digunakan sebagai acuan dalam membuat program-program baru dan menyusun kebijakan yang adil serta merata bagi khalayak umum.

Contoh Gambar Tujuan dan Manfaat Penelitian

tujuan metode penelitian historis
Source: unila.ac.id
tujuan dan manfaat hipotesis pada penelitian
Source: santrialim.com

 

tujuan dan manfaat desain penelitian
Source: digilib.uinsby.ac.id
fungsi tujuan dan manfaat penelitian
Source: eprints.ums.ac.id

 

tujuan dan manfaat dalam penelitian
Source: eprints.ums.ac.id
tujuan dan manfaat penelitian kualitatif pdf
Source: eprints.ums.ac.id
jelaskan tujuan dan manfaat survei dan penelitian laut
Source: digilib.unila.ac.id
jelaskan tujuan dan manfaat penelitian
Source: digilib.unimed.ac.id
tujuan dan kegunaan penelitian hukum
Source: eprints.uns.ac.id
tujuan dan kegunaan penelitian ilmiah
Source: slideshare.net
isi tujuan dan manfaat penelitian
Source: scholar.unand.ac.id

 

tujuan dan manfaat penelitian dalam laporan hasil observasi
Source: researchgate.net

 

pengertian tujuan dan manfaat metodologi penelitian
Source: digilib.unila.ac.id
tujuan dan manfaat metode penelitian
Source: eprints.ums.ac.id
tujuan dan kegunaan penelitian kualitatif
Source: repository.epi.edu
tujuan dan manfaat penelitian pariwisata
Source: eprints.ums.ac.id
tujuan dan manfaat penelitian pengangguran
Source: journal.uajy.ac.id
tujuan dan manfaat melakukan penelitian
Source: eprints.ums.ac.id
tujuan dan manfaat survei penelitian laut
Source: repositori.uin-alauddin.ac.id

Bukankah sesuatu yang bermanfaat seharusnya memiliki daya guna yang aplikatif? Nah, semoga kita bisa menggunakan rujukan yang tepat ketika menyusun penelitian ya sehingga hasil pun lebih memuaskan dan mampu menjawab permasalahan yang ada.

Im just a human that wanna be a leader for my self. Im thinker and hard worker.

Tinggalkan komentar