Wisata Tulungagung

Ketika mendengar sesuatu tentang Tulungagung, orang akan langsung teringat akan Waduk Wonorejo yang digunakan sebagai pembangkit listrik sekaligus objek wisata di Tulungagung.

Sebenarnya, Tulungagung masih mempunyai sejuta pesona dan panorama alam yang masih tersembunyi dan tidak diketahui banyak orang.

Tertarik untuk mengetahui apa saja keunikan dari wisata Tulungagung ini?

Agar tidak terlalu panjang lebar, baca informasi selengkapnya pada artikel ini, yuk!

Wisata Tulungagung

wisata tulungagung pantai
Sumber: pergimulu.com

Mulai dari tebing, pantai, hingga air terjun, semuanya bisa ditemukan di Tulungagung.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi tempat wisata yang paling banyak dikunjungi.

Tebing Banyu Mulok

pantai coro tebing banyu mulok
Sumber: ombonejagad.com

Tebing Banyu Mulok di Tulungagung merupakan pantai yang berada di kecamatan Besuki, kabupaten Tulungagung.

Tempat ini merupakan spot yang sangat cocok untuk menikmati indahnya fenomena sunrise di pagi hari karena letak tebingnya yang menjorok dan berada di sebelah timur Tulungagung.

Dengan hamparan bukit padang rumput di bibir tebingnya, Tebing Banyu Mulok memiliki pemandangan pantai yang sangat unik.

Sesuai dengan namanya, “Banyu Mulok” yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya meluap, ombak yang menghantam tebing ini akan menimbulkan luapan air yang unik.

Dan jika kamu beruntung, kamu akan dapat menyaksikan pelangi eksotis yang timbul dari percikan air laut yang meluap.

Untuk mencapai wisata Tebing Banyu Mulok, dibutuhkan waktu 1 jam perjalanan menggunakan mobil atau sekitar 33 km dari kota Tulungagung.

Selain itu, Tebing Banyu Mulok juga bisa dicapai dari Pantai Coro yang berjarak tidak terlalu jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki dan membutuhkan waktu 15 menit dengan memutari pantai terlebih dahulu dan menaiki bukit yang lumayan tinggi.

Untuk masuk ke tempat wisata ini, pengunjung diminta untuk membayar retribusi sebesar Rp. 5,000.00.

Pengurus setempat telah menyediakan tempat parkir yang cukup memadai dan bagi pengunjung yang ingin datang tidak perlu khawatir karena akses lokasi tempat parkir ini mudah untuk dijangkau oleh sepeda motor maupun mobil.

Di lokasi Tebing banyu mulok Tulungagung ini juga sudah menyediakan kamar mandi dan tempat sholat yang memadai bagi setiap pengunjung yang datang.

Pantai Kedung Tumpang

kedung tumpang tulungagung jawa timur
Sumber: idntimes.com

Berbeda dari pantai yang pada umumnya menawarkan pemandangan laut dengan hamparan pasir lembut yang biasa dikunjungi untuk bermain air, pantai Kedung Tumpang dengan pemandangan bebatuan karang besarnya memiliki laguna atau kolam alami berisi air jernih yang berasal dari abrasi.

Berlokasi di desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, kabupaten Tulungagung, pantai Kedung Tumpang merupakan salah satu pantai yang menjadi favorit pengunjung untuk berenang.

Jika ingin berenang di ceruk karang, pengunjung bisa menuju ke sisi pantai yang paling timur, turun karang sedikit dan akan menemukan kolam kecil yang berkedalaman kurang lebih 1 – 1,5 meter.

Bukit-bukit karang di lokasi pantai yang membuat pantai Kedung Tumpang memiliki keindahan yang berbeda dari pantai pada umumnya.

Umumnya, pada saat hari libur, pengunjung yang datang akan dikenakan tarif masuk sebesar Rp 5.000 dengan tarif parkir Rp 3.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Namun pada saat hari biasa, pengunjung tidak perlu membayar biaya tiket masuk sama sekali karena pantai ini memang belum memiliki pengelolaan yang baik sehingga petugas yang berjaga pun tidak ada setiap harinya.

Fasilitas di sekitar pantai Kedung Tumpang memang belum cukup lengkap, namun di sekitar lokasi pantai sudah tersedia beberapa warung makanan dan minuman.

Tempat parkir yang tersedia sendiri berada satu kilo meter dari lokasi Pantai dengan lahannya cukup memadai serta luas.

Namun, untuk mencapai lokasi bebatuan karang pantainya dibutuhkan perjalanan kaki sejauh satu kilometer karena akses jalannya masih berupa bebatuan terjal yang tidak memungkinkan kendaraan untuk lewat

Ranu Gumbolo

ranu gumbolo tulungagung jawa timur
Sumber: Instagram @explorepulaujawa_

Meskipun memiliki nama yang mirip, Ranu Gumbolo Tulungagung merupakan tempat yang berbeda dari Ranu Kumbolo yang dimiliki oleh gunung Semeru.

Ranu Gumbolo merupakan danau indah yang berasal dari aliran sungai dengan air berwarna hijau dan dikelilingi hutan pinus di sekitarnya.

Selain itu, Ranu Gumbolo memiliki fasilitas yang sangat memadai bagi pengunjungnya dan sudah dikelola dengan sangat baik oleh petugasnya.

Mulai dari kolam pemancingan hingga fasilitas speedboat sudah disediakan di tempat ini.

Karena lokasinya yang masih satu kawasan dan tidak jauh dari Waduk Wonorejo,  objek wisata Ranu Gumbolo menjadi sangat mudah ditemukan.

Biaya tiket masuk ke Ranu Gumbolo juga tergolong murah yaitu Rp. 5,000.00 dengan biaya tambahan jika pengunjung ingin menggunakan beberapa fasilitas tertentu yang tersedia seperti persewaan hammock, persewaan perahu, dan lain-lain.

Coban Kromo

coban kromo campurdarat tulungagung
Sumber: Instagram @tulungagungtourism

Tetapi kemudian masyarakat memberi nama Coban Kromo.Dulu, air terjun ini hanya disebut “coban”, atau air terjun dalam bahasa jawa, oleh masyarakat Tulungagung.

Ada dua lokasi di Coban Kromo yang dapat dikunjungi, yaitu Air Terjun Kaliso dan Luweng. Dua kolam ini memiliki daya pikat berbeda bagi pengunjung.

Untuk mencapai Luweng dan Air Terjun Kaliso, pengunjung harus berjalan menanjak melalui jalan setapak bermedan tanah bebatuan yang dikelilingi pepohonan.

Luweng sendiri memiliki arti ‘sumur yang dalam’ dalam bahasa Jawa.

Kolam-kolam alami tersebut berbentuk undakan, dengan dikelilingi bebatuan unik dan berseberangan langsung dengan hutan dan pegunungan.

Sementara untuk lokasi kedua yaitu Air Terjun Kaliso, merupakan air terjun yang mempunyai ketinggian sekitar 25 meter.

Air di lokasi Coban Kromo yang jernih dan segar digunakan pengunjung untuk berenang atau sekadar berendam di air pegunungan ini.

Kolam-kolam di undakan ini menghadap langsung ke arah hutan dan pegunungan dengan pemandangan lapisan pepohonan rindang dan jejeran bukit di seberangnya yang membuat pengunjung betah berlama-lama di sini.

Dengan akses ke lokasinya yang cukup mudah, Coban Kromo yang berada di Dusun Jambu, Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat ini bisa dicapai oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.

Untuk mencapai lokasi tempat wisata ini, pengunjung akan melewati perkampungan warga dan akan dimintai biaya retribusi sebesar Rp. 5,000.00.

Di tempat wisata Coban Kromo sendiri belum tersedia toilet umum, tapi warga setempat yang menyediakan tempat parkir sudah menyediakan kamar mandi dan juga toilet

Bukit Cemenung

lokasi bukit cemenung tulungagung
Sumber: taexplore.blogspot.com

Bukit Cemenung berlokasi di Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

Di kaki bukit tersebut, pengunjung akan menemukan empat menara tua tidak terlalu tinggi yang menjadi daya tarik utama dari bukit Cemenung.

Dari bentuk bangunannya, terlihat menara-menara tersebut sudah berumur ratusan tahun.

Menara di Bukit Cemenung itu adalah bekas pabrik pembakaran gamping yang dahulu pernah dimiliki pengusaha Tiongkok dan dibangun pada saat era kolonial Belanda.

Bangunan yang sekilas tampak seperti bangunan kincir angin di Belanda tersebut tidak pernah dipugar namun tetap kokoh berdiri hingga kini.

Karena tidak adanya pengelolaan dan pemeliharaan oleh pengelola di lokasi bukit Cemenung tersebut, untuk memasuki area sejarah tersebut masih masih gratis karena tidak dikenai biaya tiket masuk.

Meski begitu, beberapa fasilitas telah tersedia untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung seperti area parkir kendaraan, tempat sholat, kamar mandi, dan sebagainya.

Bagi pengunjung yang merasa lapar, di dekat lokasi tersebut juga terdapat rumah makan yang menyajikan berbagai menu masakan.

Pantai Klatak

pantai klatak kabupaten tulungagung jawa timur 66275
Sumber: innobacktrav.com

Tulungagung masih memiliki pantai unik yang tidak terlihat seperti pantai pada umumnya yaitu pantai Klatak.

Pantai yang sudah lama eksis di kalangan masyarakat Tulungagung tersebut berjarak 35 km dari pusat kota Tulungagung atau terletak di Jalan Pantai Waru Doyong desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Pantai Klatak yang identik dengan jejeran bebatuan kali yang tertata rapi di bibir pantainya ini merupakan daerah perkampungan kecil nelayan yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah budidaya lobster, terlihat dari puluhan keramba budidaya lobster yang banyak tersebar menjorok ke perairan.

Nama pantai Klatak sendiri berasal dari bebatuan kali di pinggir pantai yang berbunyi ‘klatak-klatak” saling berbenturan saat terhantam debur ombak.

Batu-batu di pesisir pantai tersebutlah yang menjadi pembeda dengan pantai Tulungagung lainnya.

Dengan debur ombaknya yang terbilang cukup tenang, pengunjung biasanya senang untuk mandi dan bermain pasir pantai.

Harga tiket masuk untuk pantai Klatak sendiri adalah Rp. 5,000.00. Pengunjung tidak pun perlu cemas pada saat berada di sini mengenai fasilitas di pantai Klatak karena sudah banyak disediakan warga seperti toilet, kamar mandi, dan tempat sholat.

Batu Gedong

batu gedong tulungagung
Sumber: tenda-inspirasi.com

Lokasi tempat wisata Batu Gedong, atau biasa disebut warga sekitarnya Watu Gedong ini berada di sebuah desa wisata Sebalor.

Batu Gedong merupakan salah satu pemandian alam yang menjadi objek wisata di Tulungagung yang menarik dan cocok untuk dikunjungi bersama dengan keluarga.

Selain kondisi lingkungannya yang rindang dan asri, air yang ada di pemandian alam Batu Gedong tergolong sangat jernih.

Pada salah satu sudut lokasi Batu Gebong, terdapat tebing batu besar yang sebagian sisinya ditumbuhi dengan lumut.

Di bawah tebing batu tersebut terdapat aliran air sungai kecil yang biasanya dipenuhi oleh anak-kecil yang bermain. Akan terlihat ada anak kecil yang bermain perosotan, ada juga yang hanya bermain air.

Untuk bisa menikmati lokasi wisata ini, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk dan cukup membayar Rp. 2,000.00 untuk biaya parkir.

Pengurus setempat juga sudah menyediakan toilet untuk pengunjung yang masih menggunakan rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi pemandian

Nah, itu dia informasi mengenai beberapa objek wisata di Tulungagung.

Kalau kalian sedang mengunjungi tempat wisata tersebut, jangan lupa untuk membagikan foto dan informasinya di sosial media, ya!

Dengan berbagi informasi tentang tempat wisata tersebut, secara tidak langsung kita akan ikut membantu warga setempat dalam mempublikasikan tempat wisata yang dikelolanya. Semoga artikel ini bermanfaat